<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4039089421411626799</id><updated>2011-04-21T19:16:24.611-07:00</updated><title type='text'>menantisurga</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://menantisurga.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4039089421411626799/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menantisurga.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>rhina BEE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13198746575988049984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_oIeUsN_qjSs/SOxW_b08oiI/AAAAAAAAAF4/U5bb-htePKk/S220/04102008272.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>35</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4039089421411626799.post-1971656332774817185</id><published>2008-03-27T00:11:00.000-07:00</published><updated>2008-03-27T00:23:36.379-07:00</updated><title type='text'>dEaR mR. MoSqUIto</title><content type='html'>Ya ampun, ini malam ketiga aku tinggal di petak kost ini dan itu artinya selama dua malam pula aku sama sekali tidak bisa tidur. Untunglah, aku sedang libur panjang karena sengaja mengambil cuti untuk pindah rumah. Kalau tidak, entah bagaimana harus ku pertanggung jawabkan rasa kantukku di depan teman – teman dan atasan.&lt;br /&gt;Sekarang, aku harus bisa tidur nyenyak, habiskan sepanjang malam nati dengan episode – episode mimpi indah,  bukannya nightmare lagi dan besok, hari senin akan menjadi hari pertama yang menyenangkan, penuh semangat dan tentu saja masuk kerja minus kantuk.&lt;br /&gt;Jam tujuh kurang, selepas ku tunaikan ibadah, aku bergegas ke warung pojok komplek. Kubeli sekaligus tiga sachet anti nyamuk lotion merek ternama, aroma jeruk rasanya boleh juga, wangi dan manis… hm smoga nyamuk menjadi jauh.&lt;br /&gt;Dengan penuh rasa confidence, aku bergegas pulang, shalat isya dan bersiap – siap untuk tidur. Masih terlalu sore memang tapi tinggal di komplek kost yang hanya seorang diri tanpa tape dan televisi mau apa lagi ? terlebih aku baru saja berada disini sementara tetangga kanan kiriku semuanya ibu – ibu. Mana bisa aku bergaul begitu saja, sok tahu, sok kenal, sok akrab.&lt;br /&gt;Kuperhatikan lagi daftar urut trik – trik untuk menghadapi nyamuk itu, menurutku sebenarnya nyamuknya tapi teman – teman dikoloni mereka jumlahnya ribuan bahkan jutaan, entah berapa lipat dari populasi manusia Jakarta.&lt;br /&gt;Aku mulai pasang trik pertama, memakai baju training panjang full neck dan super tebal, lalu segera rebah ditempat tidur, memanjatkan do’a dan bergegas memejamkan mata.&lt;br /&gt;Tapi ugh, sinar bohlam yang terlalu terang menyilaukan mataku. Hmm… padahal nyala bohlan yang terang juga merupakan bagian dari deretan trik – trik yang harus kupakai. Aku bahkan mendapatkan mendapatkan trik ini dari Roni ketika aku keluhkan perilaku buruk nyamuk yang ikut tinggal dirumah kontrakanku.&lt;br /&gt;“Kamu sih tidur pake acara gelap – gelapan. Nyamuk paling suka gelap.  Coba deh lampu tetap kamu nyalakan kalau perlu ganti dengan yang terang.. 100 watt kek jangan cuma yang kerlap – kerlip doang.” Bujang lampung itu memberiku petuah panjang, mengingatkanku pada Ompungku di Kampung. Bibirnya yang hitam banyak bicara.&lt;br /&gt;Alhasil saran Roni kuturuti juga dan jadilah saran itu termasuk dalam daftar trik yang harus kupakai untuk melawan nyamuk.&lt;br /&gt;Dasar aku tak terbiasa tidur dengan nyala lampu yang terang benderang, mata ini tak juga mau terpejam, malah kebalikannya nyalang menatap langit – langit. Serba salah kuraih bantal dan kututup wajahku rapat. Aku menggerutu, sia – sia jika gangguan nyamuk hilang tapi aku tetap tak bisa tidur gara – gara nyala lampu. Akhirnya setelah melewati pergulatan hati yang panjang. Aku mematikan lampu. Get n ready to sleep, kataku lega.&lt;br /&gt;Belum seberapa lama impian membawaku terbang, aku kembali terbangun. Ya ampun panas… apa mungkin kipas ngadat ? ah nggak juga…baling – baling kipas bergerak perlahan hingga angin yang dihasilkannyapun hanya sepoi lunglai.. oo..ternyata baju trainning lengan panjang inilah penyebabnya.&lt;br /&gt;Aku menepuk jidatku sendiri, jika harus kubuka baju ini dengan apa harus kubentengi tubuhku dari serbuan nyamuk – nyamuk itu. Bakalan ngiler berat mereka melihat tubuhku yang setengah telanjang, sebab jika kupaksakan juga untuk memakai baju ini pasti aku akan menderita dehidrasi akibat kebanyakan keringat yang membanjir.&lt;br /&gt;Hmm.. aku ingat nasehat Rini, “ Pasang aja kipas anginmu di tombol high speed, di jamin nyamuk bakalan kabur. Ga usah pake lotion juga kagak masalah.”&lt;br /&gt;Benar juga seruku menjentikkan jari. Cepat – cepat kubuka pakaian musim dingin itu, menyisakan underware yang masih melekat dibadanku tanpa pelapis yang lain. Kunyalakan kipas angin dengan tombol high speed. Serbuan angin menyapu wajahku, syukurlah angin kecepatan tinggi itu akan mendinginkan tubuhku sekaligus mengusir nyamuk jauh, harapku dalam hati.&lt;br /&gt;Niatku melanjutkan mimpi yang terpotong terhenti ketika tiba – tiba baling – baling kipas terpental menjebol kerangka besi yang mengurungnya, bergegas ku nyalakan lampu, mesin kipas itu berasap dan segera tercium aroma terbakar. Uff…pantes aja kipas itu itu kan sudah nenek – nenek banget. Maksudku, turun temurun dan udah dipakai selama puluhan tahun. Aku coba mengutak – atik mesinya tapi hasilnya tetap saja nihil.&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan nyamuk – nyamuk itu, gusar aku keluar kamar. Sebuah sapaan halus terdengar ditelingaku, “kenapa Na ? Insomnia ?” senyum lebar Mbak Yuni menatapku. &lt;br /&gt;Aku menggeleng lemah dan mengadu, “ Bukan Mbak.. Nyamuk.”&lt;br /&gt;“Oh sebentar.” Perempuan tigapuluh tahunan itu masuk kedalam kamarnya dan kembali dengan membawa sebuah semprotan obat nyamuk.&lt;br /&gt;“Nih, coba gih, sekali semprot pasti pasti mati.”  Angsur Mbak Yuni seperti iklan nyamuk saja tapi boleh juga sih.&lt;br /&gt;Aku bergegas menutup pintu, jendela dan semua ventilasi lalu menyemprotkan obat pembasmi ke segenap penjuru kamarku penuh semangat empat lima. “Hiih.. mampus loe.” Desisku geram. Setelah yakin dan kurasa cukup aku kembali kekamar Mbak Yuni dan menunggu untuk sementara waktu seperti petunjuk pemakaian yang tertera pada label itu.&lt;br /&gt;Hampir saja aku terlelap ketika sebuah dengungan mengusikku begitu berisik dan baru berhenti tapat diujung hidungku. Sial, kutajamkan penglihatanku. Ini dia, Mr Mosquito – karena tubuhnya yang kukenali paling besar dan kupikir dialah mahluk yang paling pantas menyandang gelar pemimpin di koloninya, berdiri seolah menantangku. Kedua kaki belakangnya terangkat seakan sedang berkacak pinggang. Tubuhnya ditopang oleh dua pasang kaki yang lain. Ekornya terus bergerak – gerak dan bersiap menancapkan belalai penghisap darahnya yang runcing. Kaki yang lain meraba – raba seolah – olah menandai batas wilayah tubuhku yang menjadi kekuasaannya. Reflek kuarahkan tangan kananku dan menerjangnya dengan sekuat tenaga. Plakk… auww… hidungku berdenyut – denyut nyeri, tak ada bangkai Mr. Mosquito dan juga jejaknya. Nyamuk bedebah itu menghilang entah kemana tinggal aku yang menyesali penganiayaan pada diri sendiri.&lt;br /&gt;Oh my GOD. Ternyata mereka telah mempunyai anti bodi terhadap aerosol. Setengah marah kuoleskan tiga sachet sekaligus lotion nyamuk di sekujur tubuhku, tak ketinggalan juga daerah pipi, hidung dan telinga.&lt;br /&gt;Akupun bersiap untuk kembali tidur, tapi astaga barisan nyamuk telah bersiap tempur menghadapiku. Tiga nyamuk paling besar dan kelihatan kejam terlihat bermanuver unjuk kebolehan di barisan yang paling depan, di belakangnya sepuluh, empat puluh bahkan ribuan nyamuk sedang menunggu aba – aba sang pemimpin untuk menyerbu tapi dimana Mr. Mosquito, sang pemimpin itu ?&lt;br /&gt;Mataku liar mencari dan tiba – tiba indra perasaku mengirimkan sinyal sebuah benda asing tengah bernavigasi di bagian tubuhku. Paha !&lt;br /&gt;Benar, mahluk yang kusebut Mr. Mosquito itu tengah meraba – raba urat nadiku dengan belali detektornya. Sedetik kemudian belalai itu telah mengebor pembuluh darahku dan menghisapnya, memindahkan sel – sel hemoglobin ++ ke perutnya dengan rakus.&lt;br /&gt;Aku hampir menjerit histeris kalau saja tidak kulihat gerombolan nyamuk pengacau itu terlihat sedang mengancamku bengis.&lt;br /&gt;Kupikir mungkin mereka akan menyerbu setelah Mr. Mosquito selesai menuntaskan nafsu dahaganya, setelah itu barulah mereka akan menghabisiku hidup – hidup menyedot habis habis darah hingga tak bersisa. Mulai otakku berputar mencoba menghitung berapa banyak darahku yang akan hilang untuk menyuplai kebutuhan pasukan itu. Tapi tetap saja otakku terasa tumpul dan bebal, lagipula dibatinku malah membayang sedotan nyamuk itu membawa dampak ikutan lain, bercak merah di kulit, gatal – gatal, anemia atau bahkan demam berdarah dan malaria.&lt;br /&gt;Kutarik nafas panjang, inilah saatnya aku beraksi, aku tak boleh menyerah begitu saja, pikirku. Sekuat tenaga kuayunkan telapak tanganku, matakupun ngotot menyaksikan detik – detik terakhir ajal raja nyamuk itu.&lt;br /&gt;Plak, Mr. Mosquito terang, mengejek. Kali ini dia hinggap di lenganku yang tak terjaga. Kembali aku beraksi, plak… kembali pula usahaku meleset lagi. Mr. Mosquito terbang terus dan baru berhenti di depan anak buahnya dan Pritt…. Mr Mosquito memberi aba – aba pada pasukannya untuk menyerbuku.&lt;br /&gt;Nanar aku menatap pasukan itu, jujur saja sengat berupa belali kecil itu tampak mengerikan dimataku. Spontan kuangkat busa alas tidurku dan berlindung dibawahnya. Diantara kisi – kisi sprei kulihat ribuan pasukan berbaris setia menunggu kemunculanku. Aku yakin setiap bagian tubuhku keluar dari area persembunyian mereka pasti akan segera melahapnya habis.&lt;br /&gt;Tak rela, sungguh aku tak rela memenuhi kantung – kantung perut mahluk mengerikan itu dengan darah segarku, darah yang masih suci dan belum tercemar uang hasil korupsi – sebab aku hanya seorang staf kecil, kuambil sebuah pencil dan selembar kertas dengan sangat hati – hati dan menghindari kontak mata dengan musuh dihadapanku dan segera menulis ; “Dear Mr. Mosquito, aku tahu seharusnya kalian menghisap darahku seperti yang telah digariskanNya, tetapi ketahuilah darah yang aku punya bukan berasal dari asupan makanan tak halal dan minuman hasil korupsi, untuk itu aku pikir kalian tak boleh menghisapnya setetespun. Aku minta berikanlah waktu sampai besok pagi aku, aku berjanji akan segera pergi dan semoga penghuni setelahku adalah seorang koruptor yang darahnya boleh kalian hisap sesuka hati sampai mati. Terima kasih.&lt;br /&gt;Mr. Mosquito tampak mengangguk – anggukan kepalanya yang mungil. Melambaikan tangan dan bergerak menjauh diikuti oleh barisan nyamuk yang lain. Hah….Aku bernafas lega dan tersenyum lebar, sampai esok pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                    Jakarta, Juni 07&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"untill all's gone ..."&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4039089421411626799-1971656332774817185?l=menantisurga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menantisurga.blogspot.com/feeds/1971656332774817185/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4039089421411626799&amp;postID=1971656332774817185&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4039089421411626799/posts/default/1971656332774817185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4039089421411626799/posts/default/1971656332774817185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menantisurga.blogspot.com/2008/03/dear-mr-mosquito.html' title='dEaR mR. MoSqUIto'/><author><name>rhina BEE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13198746575988049984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_oIeUsN_qjSs/SOxW_b08oiI/AAAAAAAAAF4/U5bb-htePKk/S220/04102008272.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4039089421411626799.post-3167908997641032618</id><published>2008-03-25T22:35:00.000-07:00</published><updated>2008-03-25T22:41:46.024-07:00</updated><title type='text'>PLEASE DON'T TALK ABOUT LOVE</title><content type='html'>Didi still look at me, I know that his fell is same with me. So confused with we are intercourse. I knew, far from my heart I already faillin’ love with him when I sight him at first time.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vigorous, calm, not much took and responsible and the most important he have a far knowledge. I’m sure that, cause after we know each other, he always seeing me, ask where’s andwhat I do. Do I already eat or not, have my prayer and then he ask me to going prayer soon and delivery me to every place that I want for my luch. But if he’s very busy, he’ll bring me some food or just call delivery food ordering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Not just that, Didi always give me support when I think bad and almost give up in my difficult situation of life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didi, male from Solo that I knew at chat room. I always fell funniest if I remember when at first we’ve chatt, with pseudonym, he introduction himself duck_oslo and behind the name’s I think Didi’s coming from orland or the other country in USA. But, I just can be surprise and shock and the last I smile much after he told me that he come’s and born in Solo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh my GOD ! he is my neighbourhood. It’s so close from my address. We stay at the same city. Solo, one’s city in central java that I was brn and growth. Off course, it’ll be make me shock after knews.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He’s the man that every day I seen at the goald that I was go to my office. S I think we stay at neir boarding house without I know that man is Didi my chatting friend.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If we meet at the goald, he just looking mefor a few and give me a little smile.just a little, but I really like it. It’s fell cool and kindness.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;After I knew him and we close each other, have been to share, and understanding eanch other.every day as special for me. ( hmm… I think to him too ) I already have a live alarm that will warning me if come the time to eat, to rest, to quit, to wake up ang g to prayer’s comin’. And actually, I’m so reliable and delicacy that.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didi have all of my criteria to be my boy friend. He tall but still ideal with me, he have strong arm that I hope he can protected me from everything that to threaten me. He have a nice smile like I dream ( some time I think that’s smile is like the princess have), and the most important he’s so kindness, have a sense humor, a nicey job and wide knowledge.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Na, come on you not answer my question." Didi said with hopeless.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I stay on quoite, " Didi if you know what hapend with my minds."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Na, please you must said some thing. I know you love me. We love each other. "Believe me, I’ll make you happy." He look at me clearly. His eyes is so sharp like eagle eyes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I view over the window, the cloud walking slowly at the blue sky. It’s so beautifull. When I still young, I was dream, the cloud is appereance for sme animal like a lamb, unicorn, butterfly or just one’s shadow of His creature. It’s could be flower, trees or spinach ( ones kind vegetable that I don’t like and hate to eat ). Or it’s could be shadow of car that running on the road with smoke over the hole.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didi touch my hair that fall in my forehad and hold my cheek. We are so nearly, actually at this moment I’ve no confidence with my pisic lookly. My nose is flat ( not more ), my hair is so wave like the fried nodle and my forehad is so far. Even that, I have 2,5 minus on my glasses in my face.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di, you know I really glad. That I have some body so kindness like you. Here, in Jakarta that I was be alone, no family, no body’s take care off me, you be here. In my side, be my some one, companies me to always hold on and make my worldis colouring and clearly with your tough voice. Didi, I really like you and always hope that will be forever."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I quite for a second, "Di… perhaps…"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didi not give me more opportunity to continue my word. He jump and embracing me. I skip back.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hei… what you do Didi ?" I appeal to Didi. Didi hold his doing and look at me with innocent face. He look like white angel that come down from the heaven.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oups…. I’m sorry Na, but you said that you like me so I think what the false ?" He hands up and look so confused.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ough… I don’t know what must I say to him. I just don’t want if his heart is hurt or couse my words I ‘ll lossing Didi. I afraid he’ll gone from my side and leave me alone like before I meet him. After I know him, I don’t know why in my opinion he’s already mine even already be my part of my soul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If I walk on the way, sudenly I think where’s he at same moment. Are he already walk on the same way with me ? if ya, where’s he ? he stand before me or behind me ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If I have my lunch at my work rest, I always asking to my self, are he already have his lunch ? If ya, where’s he have that lunch time and whose tha pertner ? Oh God that question is not enough to stop at there. It’ll continued with more question, man or women ? old or young lady ? oh Mom, I’m so jealousy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Na, wake up ! why you so muse ?" Didi shaky his hand in front of my face. I wink my eyes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"I’m sorry…" I said hurried.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"So, you not give me explain yet. Please tell me. Na, why I could understand about you if you not explain what your fell to me ? Please Na… said." Didi request me back.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I beat my own cheek. Oh my… what must I say. I said in my own heart.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didi pull up my hand and hold it fixed. I quit at a few moment to inhale.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di…if you asking me about my fell to you, do I love you or not, so I’ll said. Yes, I do..!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didi face was be glitter, he look so happines when hear my words.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"But…" I continuing my words, "I have big problem that you or some body else know even all people arround me."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didi face was change. He stopping at quite. I fell sorry. Oh.. I must already do the big mistake.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudenlly Didi take my shoulder both.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Trust me Na, you can tell me what hapend in you. I wouldn’t be hate you and that wouldn’t change my fell of you." Didi said so sure.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Really ?" I asking not believed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya… why I must change ? on you I find all that I want for my ladies. Your heart is beautifull, I adorer you, I already find my lover in you."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When I hear Didi’s word, I fell falling down. Ough… if he knows what the real hapend in me at now. Some thing is moving, growth to life slowly, oughs, God ! give me more ____________ to explained clearly to him.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My tear is almost rolling down at my face. I try to keep on stenght.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di.. I confess..far from my heart. I fell same off you. I already falling in love when we meet at the first time. Far day before we know each other. In you I find, my boyfriend criteria, I almost have a dream that you’ll be my husband…but… I already have my destiny. I cann’t merried all in my life."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I quit for few moment, so I was continued, " It’s so imposible for me to have merried couse my sickness. I’ll give my painfull to my my child later, if I have a child, I affraid with my hereditery sickness."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The tear already drop rolling down at my face. I fell offresed out of my breath. It’s like a big mountain is putt on my chest, make me fell so heaviness.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"What ?" Didi ask un believed me.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I nod my head.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"That’s the truth. Di, I have a bad destiny, I born with difference organ and it’ll be hereditery." I said with sorrow.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didi look at me with dispointment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Are you sure. I mean you know excactly ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I close my eyes try to hold my self.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Off course, I’m is ones from much patient of Dr Mikail, the most greatest specialize doktor of hamatologi in that hospital."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I try say with seriously face. I don’t want at this important moment Didi thinking that I just playing and have big lie about my realy condition. I don’t want he have opinion that my story is fiction and not true that I creature to avoid from him.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Na, hear me, Allah never make decease without the medicine. I’m sure your sickness is have medicine but we have find yet. So just be confidence Na, you must believe if you’ll be fine and you have the cure."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I shake my head weakly.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yas Di, I just can prayer and maka confidence my self, but for medicine ? nothing. Talasemian just need fresh blood to continue the live. It’s hereditery decease. I need blood tranfution periodical that must I do some time all on my life."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I continued, "Actually to past on tweenty years old it’s grace for me, much from talasemian not have much time to growing up, enjoyed their life cause the decease."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didi look thinking at the few moment. "Na, I relly love you. I don’t care about your decease."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di, it’s all right if you love me but please don’t took about love at now, I want keep the fell like before. Di, I want everything just like before, no took about love but we keep our love in our self.. I hope you can understand that." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didi give me his arm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yes Na, you already mine, in here. No took about love."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We take our hand each other.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 16 June 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"untill all's gone ..."&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4039089421411626799-3167908997641032618?l=menantisurga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menantisurga.blogspot.com/feeds/3167908997641032618/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4039089421411626799&amp;postID=3167908997641032618&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4039089421411626799/posts/default/3167908997641032618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4039089421411626799/posts/default/3167908997641032618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menantisurga.blogspot.com/2008/03/please-dont-talk-about-love.html' title='PLEASE DON&apos;T TALK ABOUT LOVE'/><author><name>rhina BEE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13198746575988049984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_oIeUsN_qjSs/SOxW_b08oiI/AAAAAAAAAF4/U5bb-htePKk/S220/04102008272.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4039089421411626799.post-5090447133660431755</id><published>2008-03-19T21:45:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T15:09:15.385-08:00</updated><title type='text'>"Fiuh"</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_oIeUsN_qjSs/R-Hsm2ddm-I/AAAAAAAAAEQ/f4cLzFn9g5U/s1600-h/Picture+002.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_oIeUsN_qjSs/R-Hsm2ddm-I/AAAAAAAAAEQ/f4cLzFn9g5U/s320/Picture+002.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5179681198651055074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Langit Banyubiru itu masih tetap biru. Awan – awan kapas menggantung berserak. Kubuang jauh pandangan ke kaki bukit. Dari kejauhan Gunung Merbabu dan Kota Solo tampak begitu indah.&lt;br /&gt;Kulirik laki – laki yang mematung disebelahku, aku masih bisa mendengar nafasnya yang mendesah lirih di telingaku. Aku juga masih bisa melihat ekor matanya terpaku menatapku sekian detik sebelum membuangnya jauh, sekalipun aku tidak menatapnya. &lt;br /&gt;Mungkin sebentar lagi dia akan meraih anak rambut yang jatuh di dahiku dan bergerak dipermainkan angin. Tapi tidak, dia memilih tidak berbuat itu melainkan berkata, “Aku yang salah.”&lt;br /&gt;Aku tak menjawab. Jujur saja aku tak tahu apa yang harus kuucapkan sebagai jawaban. Mengiyakan ? rasa – rasanya aku tak pantas, sebab aku tahu semua itu bukan karena keinginan dia semata. Atau membantahnya ? sama juga, sepertinya dia terlalu bersalah untuk dibela. Toh, semua mizan itu keputusan ada ditangannya. Wajarlah jika sebagian perasaanku mengatakan kalau dia pantas menerimanya.&lt;br /&gt;“Tolong berikan pendapatmu, jangan kau diam saja. Apa aku salah jika aku selalu membandingkannya denganmu ? “ Dia meraih tanganku, mengguncangnya, meremasnya pelan lalu menangkupkannya di pahanya. Diam, hening hanya kesiur angin menyisik pinus kering.&lt;br /&gt;“Tidak.” Aku membatin tetap bisu sebagai jawaban. Kau berhak membandingkanku dengan siapapun kamu mau, begitu juga aku, aku akan selalu membandingkanmu dengan siapapun. Setiap lelaki yang datang atau sekedar menatapku dari kejauhan. Aku akan selalu membandingkannya denganmu. Sama merahkah, sama sucikah, sama tuluskah dan semua tak pernah ada yang sama, selalu saja berbeda dengan satu hati yang pernah kumiliki.&lt;br /&gt;“Arini, kelak kalau  kuceraikan dia apa kamu masih mau menerimaku ?” &lt;br /&gt;Aku tersentak, Demi Tuhan, aku kembali  bukan untuk itu. Sekedar menengok masa lalu bukan berarti aku ingin kembali menapakinya.&lt;br /&gt;Kutatap wajahnya lekat – lekat. Wajah yang sama dengan wajah  tercinta yang telah tercetak membatu di jiwaku. Tergantung abadi hingga menggelayuti hingga meragu untuk melangkah. Wajah yang telah menyakitiku dengan penghianatan sekaligus membenamkanku dengan romantisme mendalam.&lt;br /&gt;Aku menggeleng lemah. “Kesempatan buatku sudah lama berlalu Di.” &lt;br /&gt;Adi menyentak genggaman tangannya, “Enggak, ini adalah kesempatan kamu Rin.” &lt;br /&gt;Lagi – lagi aku menggeleng kali ini lebih kuat, “Kesempatan itu tidak pernah datang dua kali Di dan aku telah melewatkannya dulu.”&lt;br /&gt;Adi membuang nafas pelan. dia tidak akan pernah menyangka aku akan mengatakannya. Ditelannya ludah pahit, Aku tahu benar rasanya, bertahun – tahun yang lalu akupun pernah menelan ludah yang sama.&lt;br /&gt;##&lt;br /&gt;Danar tertawa kecil. “Akulah yang salah Rin, seharusnya aku malu terhadapmu.” Katanya kelu.&lt;br /&gt;Aku tahu, tak mudah untuknya berhadapan denganku. Bertahun yang lalu, kami pernah dekat,. Lebih dekat dari kembar identik dimanapun di dunia ini. Tidur bareng, makan bareng bahkan pakaian dan peralatan mandipun kami selalu memakainya bersama. &lt;br /&gt;Aku  telah dianggap anak kandung oleh Papa Mamanya di Malang dan Danarpun telah dianggap Ibu dan Ayahku sebagai bagian dari keluarga kecil kami. Akhir pekan kami selalu mempunyai jadwal bersama, pulang ke Malang atau ke Solo tempat tinggalku.&lt;br /&gt;Dan setelah peristiwa itu, aku tahu sulit  buatku untuk menerima mereka berdua, begitupun halnya dengan mereka, perlu waktu yang cukup lama untuk bisa kembali mengganggapku sebagai seorang teman.&lt;br /&gt;“Lihat, kamu perlu bicara. Kamu butuh teman Nar. Jangan simpan semuanya seorang diri. Kamu tak akan pernah sanggup.” Kataku setelah berhasil membawanya pergi dari tempat kerjanya, mengajar di sebuah Play group. &lt;br /&gt;Danar mengaduk juice alpukatnya tanpa berkata. Putaran juice itu mengingatkanku pada tahun lalu ketika kami masih sama – sama duduk di bangku kuliah, selalu saja dia memesannya dan seperti biasa aku selalu mengingatkannya untuk tidak menuruti hobby nya. Tubuhnya terlalu rawan untuk bertambah berat badan setiap kali dia menyantap makanan berlemak.&lt;br /&gt;“Nar, apa ini ?” kuraih dagu Danar dan mengangkatnya. Mata Danar terpejam erat, sebuah luka lebam menghitam menghiasi pelupuk matanya, sekilas tidak terlihat tertutup sapuan eye shadow berwarna ungu. Tapi sekarang, dengan posisiku dan cahaya terang yang menimpa wajahnya aku tahu benar itu bukan efek eye shadow melainkan luka yang tak biasa.&lt;br /&gt;Danar mengalihkan wajah, tetap membisu. Aku menyeruput juice jeruk sekali dan kembali melihat ke arahnya. Kami beradu pandang, kali ini Danar tak lagi mengalihkan tatapannya. Wajahnya yang kian ayu dan dewasa tapi tampak kuyu dan layu. Dibandingkan denganku, sekarang Danar tampak lebih matang. Pekerjaannya bagus, mempunyai rumah tangga dengan suami dan dua orang anaknya. Bukan hal yang berlebih jika aku terkadang merasa iri terhadapnya. Bukankah wanita di usiaku yang kepala tiga sebuah fokus rumah tangga telah menjadi impian natural ?&lt;br /&gt;“Adi sudah berubah Rin.” Katanya lirih. Bulir pertama airmata tergulir dipipi ranumnya disusul bulir – bulir yang segera luruh. Aku bangkit dan duduk disampingnya, membelai bahunya yang kekar namun rapuh. Kubiarkan kepala Danar bersandar di pundakku.&lt;br /&gt;“Sudah lama aku menahan ini semua Rin. Tak lama setelah kami menikah dan kamu pergi, aku mencoba bertahan dan selalu berharap kehadiran anak akan membuatnya berubah, tapi tidak Adi sudah berubah menjadi monster yang selalu menakutkan untukku.” Danar tergugu di bahuku. Resah gundah gulana kurasakan menyesak dada.&lt;br /&gt;“Kau tahu kan Rin ? Aku tak bisa selamanya bertahan.” Katanya kemudian.&lt;br /&gt;Aku mengangguk mengiyakan, “Sabar.” Kataku pelan.&lt;br /&gt;Padahal sebenarnya aku ingin berteriak dan tertawa, inilah balasan yang kutunggu – tunggu atas penghianatan kalian. Penghianatan atas cinta dan persahabatan. Seharusnya tak kubiarkan kalian menangis di hadapanku dan melihatku menatap penuh iba. Tak pantas rasanya iba itu tercipta untuk manusia – manusia yang kusayangi dan selalu menjadi asa hidupku.&lt;br /&gt;##&lt;br /&gt;Aku baru saja mulai berbenah. Akhirnya kuliahku usai sudah, setidaknya pikiran Ayah dan Ibuku tak lagi bertumpu padaku. Impian mereka melihatku mengenakan toga dan bergelar sarjana kutuai sudah dengan wisudaku. Inilah puncak kebahagiaanku, persembahanku untuk orang tuaku tercinta.&lt;br /&gt;Semalam setelah prosesi wisuda selesai, Ayah dan Ibu langsung pulang ke Solo. Sedang aku masih mengulur waktu untuk kembali pulang ke kos – kosan. Sesuai rencana yang jauh – jauh hari sudah kami susun, Aku dan Danar masih ingin menghabiskan waktu di Kota ini untuk terakhir kali. Dan benar, sepanjang malam kami langsung bergegas, memuaskan hati menikmati malam terakhir di Semarang, dan pagi tadi Danar pamit pergi entah kemana. Masih terlalu berat mataku untuk menatap kepergiannya dan bertanya hendak kemana.&lt;br /&gt;Kuraih foto – foto kami berdua, selalu ada Danar dimana ada aku begitu sebaliknya. Sebuah foto besar dengan latar belakang air terjun semirang, diambil empat bulan yang lalu. Terdengar sapaan halus dari arah pintu kamar.&lt;br /&gt;“Rin, sudah selesai berkemasnya ?” Danar menyapaku. &lt;br /&gt;“Hampir selesai. Kamu ? kenapa tidak berkemas ?” tanyaku heran, menatapku yang hanya termangu di pintu.&lt;br /&gt;“Rin.” Panggilnya pelan. &lt;br /&gt;“Iya.”  Tumben, aku merasa janggal. Akh, mungkin perasaan Danar tengah terusik oleh perpisahan kami.&lt;br /&gt;“Sudahlah, kita kan masih bisa bertemu esok hari. Kamu bisa kapan saja telepon atau datang ke rumah. Orang tuaku nggak akan pernah keberatan.” Kataku menenangkan.&lt;br /&gt;Wajah Danar tampak gundah.&lt;br /&gt;“Ada apa ?” tanyaku kemudian menghentikan pekerjaanku mengepak barang – barang.&lt;br /&gt;“Emm.. ada Adi di depan.” Jawab Danar resah.&lt;br /&gt;Aku tersenyum, “Oh, kenapa nggak langsung masuk ?” &lt;br /&gt;Semalam Adi memang berjanji untuk datang tapi kupikir tak akan secepat ini. Dan seperti biasanya Adi selalu langsung mencariku ke kamar. Empat tahun sudah kami lalui bersama sebagai sepasang kekasih. Nyaris tak ada yang kami sembunyikan satu sama lain. Bahkan orang tua kamipun sama – sama sudah setuju.&lt;br /&gt;Aku bergegas keluar kamar diikuti oleh Danar. Kulihat Adi sedang duduk termangu di pinggir kolam teras samping.&lt;br /&gt;“Di.”&lt;br /&gt;Adi menengok ke arahku. Tak ada senyum seperti biasa, bahkan kulihat kecanggungan tergambar jelas di wajahnya. Adi bangkit tak bergairah, kulihat Danarpun seperti halnya. Dia terlihat kaku dan mereka menatapku seolah aku bukan siapa – siapa bagi mereka melainkan orang asing yang mengganggu keberadaan mereka.&lt;br /&gt;Kutatap mereka bergantian. “Ada apa ?” tanyaku penuh kebingungan.&lt;br /&gt;Langkah Adi berhenti tepat di depanku. Danar menjajari langkahnya. Mereka saling berpegangan tangan. Aku tersentak, seribu satu pertanyaan lengkap dengan kemungkinan jawaban berpendar di otakku. Apakah, mungkinkah, benarkah…&lt;br /&gt;Kalau saja aku bisa aku ingin otakku meledak dan jiwaku lepas dari raga ketika kudengar Adi lirih berkata, “Maafkan kami Rin, tapi kami tak bisa menghindari perasaan itu. Ternyata kami saling mencintai.”&lt;br /&gt;Mencintai ? lalu bagaimana dengan aku ? Apakah perjalanan cintaku bukan cinta ? tiba – tiba aku dihempaskan pada sebuah ketololan yang teramat sangat, apalagi ketika Danar ikut berbicara, “Sebulan lagi kita akan menikah, kami harap kamu bersedia datang dan memberi restu Rin.”&lt;br /&gt;Datang ? Restu ? tidakkah kalian rasakan kepedihan dan kepahitan ini. Bahkan tulang belikat ini pun sepertinya tak lagi mampu menopang tubuhku.&lt;br /&gt;Aku hanya bisa menggeleng, merutuk dan kemudian berlari kedalam kamar, menumpahkan kegalauan serta ketidak mampuanku menerima kenyataan.&lt;br /&gt;##&lt;br /&gt;“Terima kasih Rin, dia memang pantas menerimanya.” Kata Danar seusai kami melaporkan seluruh kekerasan yang menimpanya. Kulihat kelegaan sekaligus kegalauan baru melingkupi hatinya. Kuraih tangannya dan berkata, “Sudahlah, paling tidak ini akan menjadi pelajaran untuknya agar tidak mudah mempermainkan perasaan perempuan.”&lt;br /&gt;Danar menatapku, “Rin, kamu ternyata sahabat sejatiku. Maukah kamu selamanya menjadi sahabat sejatiku ?”&lt;br /&gt;Aku tak menjawab hanya tersenyum sekilas. Aku tidak tahu, hanya berusaha untuk menepis keinginanku untuk tersenyum dalam hati. &lt;br /&gt;Sumowono, 7 Nopember 2007&lt;br /&gt;Untuk : Ad &amp; Danar&lt;br /&gt;Met bahagia ajai&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"untill all's gone ..."&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4039089421411626799-5090447133660431755?l=menantisurga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menantisurga.blogspot.com/feeds/5090447133660431755/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4039089421411626799&amp;postID=5090447133660431755&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4039089421411626799/posts/default/5090447133660431755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4039089421411626799/posts/default/5090447133660431755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menantisurga.blogspot.com/2008/03/fiuh.html' title='&quot;Fiuh&quot;'/><author><name>rhina BEE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13198746575988049984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_oIeUsN_qjSs/SOxW_b08oiI/AAAAAAAAAF4/U5bb-htePKk/S220/04102008272.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_oIeUsN_qjSs/R-Hsm2ddm-I/AAAAAAAAAEQ/f4cLzFn9g5U/s72-c/Picture+002.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4039089421411626799.post-1468123832338933506</id><published>2008-03-19T21:23:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T15:09:15.603-08:00</updated><title type='text'>"Selingkuh"</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_oIeUsN_qjSs/R-Hnp2ddm7I/AAAAAAAAAD8/7sR3oqHUtlU/s1600-h/Picture+007.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_oIeUsN_qjSs/R-Hnp2ddm7I/AAAAAAAAAD8/7sR3oqHUtlU/s320/Picture+007.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5179675752632523698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Venice melangkah ragu. Langkah kakinya berjingkat mungil. Satu – satu, surut sebentar terdiam seolah terantuk sesuatu kemudian melangkah kembali.. Dia hela nafas panjang, membiarkan paru - parunya menyeret oksigen yang seakan berberat ratusan ton. Dipejamkannya matanya erat dan dibukanya cepat – cepat. Haruskah dia bertemu dengan Laki – laki itu ? laki – laki yang setiap kali dia memikirkannya selalu sesak nafas yang diperolehnya. Sehingga penyakit asma yang tak pernah dideritanya muncul begitu saja. Laki – laki itu juga yang membuatnya imsomnia akhir – akhir ini. &lt;br /&gt;Ruangan itu masih kosong, hanya satu dua orang yang sibuk memandang ke arah permukaan meja, melamun menatap layar komputer yang hampa atau sekedar mengedipkan mata mengusir rasa bosan yang meruap. Seorang perempuan dan dua orang laki – laki. Selebihnya ? seorang office boy yang sibuk mondar – mandir mengepel lantai.&lt;br /&gt;Hari ini hari Senin dan dihari Senin semua akan begitu bertanggung jawab, hukuman akan dilaksanakan hari ini atas kesalahan yang terjadi minggu lalu begitupun penghargaan akan disematkan untuk mereka yang dianggap pantas menerimanya. Sehingga semua orang pantas untuk berdebar jantungnya. Masing – masing tak ada yang boleh memilih. Semuanya sudah ada bagiannya. Dan jika semua sudah mendapatkan bagiannya, mereka boleh tertunduk lesu atau membusungkan dada dengan pujian tersemat didada mereka. Ugh, itu satu hal yang selalu membuat Senin sebagai hari yang paling ditunggu. Venice menggidikkan bahu.&lt;br /&gt;Dan Venice datang terlalu pagi tapi bukan karena hari Senin. Venice sudah terlalu lama merindu. Hingga rindu – rindu itu menggumpal dan nyaris membuntukan otaknya. Lihat saja, dua hari yang lalu ketika dia bermaksud mentranslate perjanjian kontrak, tak satupun kalimat berhasil diterjemahkannya semuanya kembali ke titik beku yang dingin. Kecuali sosok laki – laki itu. Laki – laki yang mirip dengan Ayah yang pernah dipunyainya beberapa tahun yang lalu. &lt;br /&gt;Venice menghempaskan pantatnya diatas kursi kerja. Keras, entah berapa lama busa kursi ini telah bertahan. Menyangga beban tubuhnya yang makin lama makin tambun. Walaupun dia sudah berusaha keras untuk menjaganya agar tetap langsing. Tapi energi yang diperlukannya menuntutnya untuk terus makan, makan dan makan. Hingga masakan Bunda nyaris tak ada yang tersisa. Tentu saja Venice tak pernah puas hanya dengan memelototi makanan – makanan itu. Mulutnya selalu menuntut lebih dan lebih. Terakhir, dia hampir menjerit ketika angka melonjak melewati batas berat idealnya. Fuh..&lt;br /&gt;Satu persatu orang berdatangan, hingga nanti akan mengisi penuh ruangan itu dengan hiruk pikuk masing – masing. Berserabut kertas ditingkahi jerit suara printer yang bergerak tersendat – sendat. Tidak cuma satu melainkan sembilan buah, hingga suaranya melebihi keributan yang dibuat oleh serangga hutan saat penghujan tiba.&lt;br /&gt;Dan dada Venice kembali bergetar, berdebar – debar hebat, mungkinkah hari ini Laki – laki itu tak datang ? Menyapanya, memberinya pujian atas penampilannya yang sengaja dirubahnya khusus untuk bertemu dengannya. Bukankah tadi dia telah berusaha bangun lebih pagi, agar bisa melebihkan jam mandinya dengan berendam dalam larutan minyak almond untuk melembutkan jari jemari dan kulitnya. Membubuhkan bedak sedikit lebih tebal dari biasanya dan sengaja menyapu kulit wajahnya dengan warna – warni hingga kelihatan berseri – seri. Wajah Venice memang sedikit lebih cantik, paling tidak itu pujiannya untuk diri sendiri saat berdiri di depan cermin pagi tadi.&lt;br /&gt;Laki – laki itu bukan siapa – siapa. Seseorang yang telah ia kenal sepertinya – enam bulan yang lalu baru pindah dari kantor cabang perusahaan di Kota lain. Perawakannya bagus, tinggi seperti pemain basket idolanya – mungkin beberapa dekade lalu. Tampan – untuk ukuran kota kecil ini. Dan tangan itu, selalu mengingatkannya pada tangan kekar Ayah yang siap melindunginya dalam dekapan. Tapi usia ? bukan, itu tidak menjadi masalah. Laki – laki itu memang pantas menjadi Ayah atau Om nya tapi bukankah Venice selalu merasa tertarik dengan mereka ? lihat saja tatapan Ayah selalu membuatnya berlutut. Pelukannya selalu membuatnya terlindung. Dan Laki – laki seusia Ayah itu ? apa salahnya jika dijadikan seorang kekasih. Bukankah tatapan mereka sama ? Toh tak seorangpun yang akan mempermasalahkan jika mereka keluar bersamaan. Mungkin saja mereka akan menyangka itu adalah Ayah atau Om nya. Dan Venice tak akan pernah keberatan jika ternyata dugaan mereka keliru besar. Ia adalah kekasihnya.&lt;br /&gt;@@&lt;br /&gt;Semalaman benar mata Venice tak bisa terpejam. Putaran roda mengelilinginya semakin keras, menimbulkan dengung yang tak mengenakkan jantung. Ia merasa tubuhnya gelisah. Deraian keringat dingin mengalir silih berganti dengan debaran halus dan meledak – ledak. Venice bersorak, takjub. Bibir itu kembali membayang, dengan garis kerasnya, selintang kumis diatas berselang – seling panjang pendek namun rapi, mengembangkan senyumnya yang menawan. &lt;br /&gt;Siang itu, bibir itulah yang memagutnya lembut. Bibir itulah yang selama ini dikejarnya. Bukan dimana – mana, melainkan di lorong yang menghubungkan satu ruang dengan ruang yang lain. Lorong yang sempit dan gelap, yang seharusnya sangat jauh dari layak untuk memulai sebuah adegan kisah romantis. Lorong itu bahkan sangat menyeramkan – kalau saja Venice sendirian berada disana. Di lorong itu ada setan yang bersemayam. Tapi perlakuan itu bukan Setan yang menghendaki melainkan dia. Venice, bunga dahlia yang merindukan hujan.&lt;br /&gt;Laki – laki itu keluar dari ruangan, karena sesuatu yang diperlukannya. Dan saat itu Venice tahu kapan dia harus keluar untuk sekedar mencari penjepit kertas, sebelum kertas – kertas kerjanya berhamburan tak karuan. Tapi bukankah menunggunya di sudut lorong ini lebih baik ? dan bukankah sangat jarang orang keluar ruangan pada jam – jam sibuk seperti ini ? Venice berpikir konyol. &lt;br /&gt;Laki – laki itu datang dengan suara sepatu yang sudah teramat sangat dia hapal. Bunyi ketukannya saat menghantam lantai. Bahkan suara – suara itupun sudah membuatnya sangat haus dan .. rindu. Pertama, Venice menyapanya tapi laki – laki itu tak lagi memberinya waktu untuk mengarang kalimat. Dia merenggutnya begitu saja, menariknya begitu keras hingga Venice merasa ajalnya sudah demikian dekat. Laki – laki itu melepaskannya setelah nyawanya hampir melesat lepas. Venice berusaha menata pernapasannya yang porak poranda. Berderet – deret kembali menjadi untaian sonata. &lt;br /&gt;Lalu setelah itu ? semua sudah terjawab. Dia selalu datang, sempurna dengan senyum dan kumis yang melintang. Laki – laki itu tak lagi asing, dia sudah menjadi bagian dari jiwa Venice. Selalu, memenuhi kerinduannya yang mengembara. Mengajarinya lebih dan lebih. Sama seperti Ayah, Laki – laki itu bagaikan telaga yang tak pernah kering, memberi apapun yang dia butuhkan. Ketukan sepatunya, dekapan kekarnya dan perlindungan seperti yang Ayah berikan. Sedang Venice, perempuan yang baru saja dewasa itu selalu meminta lebih dan lebih. Dan Telaga itu menjadi segalanya untuk sekuntum Dahlia.&lt;br /&gt;Venice masih terus menatap pintu keluar. Beberapa orang datang dan kemudian pergi lagi. Orang – orang yang juga dikenalnya. Menganggukkan kepala jika kebetulan mereka sudah begitu akrab, selebihnya tak ada yang mengacuhkan kegelisahannya.&lt;br /&gt;Venice terus berharap. Dia akan datang sebelum jam briefing dimulai. Menyapanya dan memujinya atau mungkin menawarkan kebaikan untuk mengantarnya keluar kota – minggu ini dia harus bertemu dengan beberapa costumer di Kota lain.&lt;br /&gt;Venice berusaha mengalihkan kecemasannya dengan mengoreksi beberapa pekerjaan yang telah diselesaikannya semalam. Tapi tak ada lagi kesalahan. Venice mengeluarkan kikir kukunya, namun segera disingkirkannya jauh – jauh. Bukankah selama holidays kemarin, dia telah menghabiskan waktu untuk menicure ? kenapa pula dia harus merusaknya sendiri.&lt;br /&gt;Atau dia harus mengacak kembali tatanan rambutnya sebelum merapikannya hingga membentuk untaian – untaian sempurna seperti yang dikatakan Bunda ? Ah tidak, bukankah dia lebih baik melihat Venice dalam keadaan seperti ini, penampilan terbaik yang telah disiapkannya ?&lt;br /&gt;Venice bahkan sudah menyiapkan deretan kalimat yang akan diucapkannya nanti, ketika Laki – laki itu menemuinya. Meminta maaf ? mungkin – karena merasa bersalah karena hanya memberi Laki – laki itu separo dari jumlah yang diperlukannya. Venice merasa keterlaluan – dia pernah merasakan menjadi seorang mahasiswi yang kadangkala kiriman uang berkurang atau telat. &lt;br /&gt;Tak seharusnya Venice merelakan kekasihnya akan kebingungan mencari uang demi anaknya yang sedang berjuang melalui ujian. Tapi tidak, dia tak usah meminta maaf, toh itu bukan urusannya. Dan bukankah separo dari uang yang dipintanya itupun hasil dari jerih payahnya menabung selama ini. Untuk itu, sudah seharusnya Laki – laki itu berterima kasih.&lt;br /&gt;Tapi bukan, bukan itu persoalannya. Kembali perasaan Venice berdentam cemas. Mungkinkah Laki – laki itu sakit lagi ? setelah beberapa hari yang lalu dia mengeluh, tubuhnya terasa tidak sehat. Ah semoga saja tidak. Atau mungkinkah mobil tuanya ngadat lagi seperti ketika mereka memutuskan mengendarainya ke luar Kota waktu itu ? semoga juga tidak, bukankah ada banyak bengkel berdiri di jalan raya. Dan bukankah Laki – laki itu membuatnya terpesona karena kegigihannya yang tak pernah mau menyerah ? atau juga Istri Laki – laki itu – yang kelihatan galak memandangnya ketika mereka bertemu suatu waktu dulu. Ingin suaminya mengantar ke salonnya untuk berias dan memake up wajahnya yang hampir keriput. Atau jangan – jangan, semalam mereka telah bercinta hingga tenaga Laki – laki itu tak lagi tersisa untuk pergi ke Kantor.&lt;br /&gt;Venice tersedak. Terkejut dengan keadaannya sendiri yang disadarinya teramat mengenaskan. Beginikah seharusnya ? mengerikan sentaknya kemudian. Venice menyisir rambutnya yang semula dijaganya. Menarik pangkalnya hingga terasa sakit dan pusing. Setelah itu dikibaskannya kuat – kuat. Ia ingin segera terbangun dari koma yang melandanya. Menghempaskan jauh – jauh bayangan itu dan berharap dugaan itu selama ini benar yang entah akan membuatnya lebih baik atau sakit.&lt;br /&gt;@@&lt;br /&gt;Matahari bersinar terik. Menancapkan punggung tajamnya di permukaan bumi. Sebuah mobil yang meskipun bukan keluaran terbaru akan tetapi masih tampak sangat terawat, membelah jalanan lengang menuju keluar Kota. Seorang Laki – laki separuh baya mengangguk – anggukkan kepala mengikuti irama blues dan berkata “ Aku perlu uang untuk membayar kuliah anakku. Kasihan dia, sudah hampir terlambat membayar.”&lt;br /&gt;Seorang perempuan menjelang dewasa disampingnya mengernyitkan dahi, “Uang yang kemarin ?”&lt;br /&gt;Laki – laki itu mengembangkan senyum terbaiknya, “Sudah kupakai untuk menukarkan mobil tua itu.”&lt;br /&gt;Perempuan muda mencubit paha Laki – laki itu sambil merengek manja, “ Tak masalah, tapi kumohon setialah padaku.”&lt;br /&gt;“ Tentu sayangku, tak mungkin aku meninggalkanmu. Percayalah.” &lt;br /&gt;Pelan – pelan perempuan muda itu mengeluarkan beberapa helaian ratusan ribu dan jantung Venice berdetak semakin kencang. Laki – laki itu tak pernah datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambarawa, 2006-07-25&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"untill all's gone ..."&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4039089421411626799-1468123832338933506?l=menantisurga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menantisurga.blogspot.com/feeds/1468123832338933506/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4039089421411626799&amp;postID=1468123832338933506&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4039089421411626799/posts/default/1468123832338933506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4039089421411626799/posts/default/1468123832338933506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menantisurga.blogspot.com/2008/03/selingkuh.html' title='&quot;Selingkuh&quot;'/><author><name>rhina BEE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13198746575988049984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_oIeUsN_qjSs/SOxW_b08oiI/AAAAAAAAAF4/U5bb-htePKk/S220/04102008272.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_oIeUsN_qjSs/R-Hnp2ddm7I/AAAAAAAAAD8/7sR3oqHUtlU/s72-c/Picture+007.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4039089421411626799.post-3911342111720596142</id><published>2008-03-19T02:10:00.000-07:00</published><updated>2008-10-07T23:54:37.808-07:00</updated><title type='text'>LAPAS 37</title><content type='html'>Beduk maghrib kembali bergema. Sekian hari dari sebulan puasa. Aku kembali mencoret dinding hijau berlumut dengan satu goresan kuku ibu jariku yang sengaja tak kupotong. Fungsional, apalagi dengan keterbatasan kondisiku sekarang, kuku panjang itu terkadang sangat membantu.&lt;br /&gt;Treng…treng…sipir penjara memukul tongkatnya ke sela – sela jeruji besi. Mengusir kami – narapidana yang masih bermalas – malasan untuk bergegas mengambil jatah untuk berbuka, takjil sederhana, kolak talas, singkong atau kadang – kadang bubur ketan hitam. Tapi menu kali ini rupanya lain, lebih istimewa, es dawet cincau hitam bersantan dengan menu utama sepiring nasi, sepotong ayam dan semangkuk sayur bening.&lt;br /&gt;Napi yang lain bersorak, makanan menjadi  salah satu kebahagiaan tak terukur untuk mereka di balik tingginya tembok pembatas kebebasan. Walaupun semua sudah dibagi – bagi ternyata mereka tetap saja berjejal berebut untuk berada di urutan terdepan, sekedar antri atau lapar perut sudah tak tertahankan ?&lt;br /&gt;Aku melangkah gontai, membawa mangkuk takjil dan piring berisi makananku ke meja panjang di pojok ruangan. Sudut yang gepal juga dingin, rembesan air hujan dari atap yang bocor membuat sudut ini paling dihindari oleh setiap penghuni LP.&lt;br /&gt;“Kenapa ? sakit perut lagi ?” tanya Markamah menjajari langkahku, ikut melangkan ke arah bangku yang kutuju. &lt;br /&gt;Aku menggeleng, “Nggak, males aja.” Jawabku pendek.&lt;br /&gt;“Kenapa kamu disini ?” Tanyanya mengerling sekejap.&lt;br /&gt;Aku mendesah lirih, “317, bukankah sudah berkali – kali aku mengatakannya.”&lt;br /&gt;Markamah mengangkat bahu, “Sorri.. aku lupa.”  &lt;br /&gt;Perempuan itu selalu lupa, mungkin sebagai basa – basinya untuk mulai menceriterakan dirinya. Dia selalu senang dan bersemangat setiap kali berceritera tentang pribadinya, yang buatku tak terlalu istimewa. Ada banyak cerita sedih yang menguar disini dan semuanya sepertinya tak perlu untuk diungkap satu persatu. Terlalu menyakitkan dan pilu.&lt;br /&gt;Markamah meletakkan piringnya dan duduk didepanku, “Lebaran ini seharusnya aku dapat remisi tapi Bu Siti bilang, kalau Agustus sudah dapat, sekarang tak bisa diusulkan lagi. Kalau saja aku dapat, satu setengah tahun lagi aku akan bebas.” Katanya mengeluh dengan mulut berjejal penuh makanan.&lt;br /&gt;Aku menatapnya takjub, perempuan muda itu seperti tidak pernah bertemu makanan sebelumnya. Merasa diperhatikan Markamah menghentikan manannya dan memandang kearahku serta piring didepanku bergantian, mengusap mulut, menelan makanannya dengan susah payah dan berucap, “Ayo.” Tawarnya. “Aku lapar, apa kamu tidak. Enak banget kok. Cobain.” Mmarkamah mengangsurkan sejumput nasi dan lauknya ke arahku, aku  menyetopnya dengan tanganku lalu menggeleng, “Aku belum lapar.”&lt;br /&gt;Dia menatapku dengan masih tetap mengunyah, “Oh ya, sampai  mana tadi ?”&lt;br /&gt;“Ya. Aku bebas lebaran nanti.” Kataku pelan.&lt;br /&gt;Mata Markamah berbinar – binar, “ Wah. Selamat.” Markamah mengulurkan tangannya tapi urung ketika dilihatnya jemari itu penuh dengan remah – remah makanan berbukanya.&lt;br /&gt;“Sorry, sorry tapi..hei..” Markamah mengusap telapak tangan ke bajunya dan bangkit berdiri hendak memanggil  napi  - napi yang lain. Aku ikut berdiri untuk menahannya.&lt;br /&gt;“Ssstt… jangan.”&lt;br /&gt;Markamah  urung memanggil yang lain. “Sudah – sudah, nggak ada apa – apa kok.” Katanya kemudian ketika sebagian napi sudah menengok kearah kami. Baginya mungkin pemberitahuanku adalah sesuatu yang menggembirakan, layak untuk diumumkan dan dirayakan oleh semua penghuni  blok panjang ini, sekalipun menurutku tidak.&lt;br /&gt;“Kenapa ? bukankah itu kabar gembira ?” tanyanya ketika kami kembali bersama saat shalat tarawih.&lt;br /&gt;“Kenapa ? bukankah itu kabar gembira ? sebentar kamu akan bebas, kamu bisa tidur di  tempat tidurmu yang bebas dari apek dan anyir darah kepinding, kamu bisa makan semua makanan yang bisa masuk ke dalam perutmu, kamu bisa tertawa lepas……….”&lt;br /&gt;“Aku tak ingin mereka mengerjaiku.” Jawabku lirih. Sengaja kutunjuk deretan Napi yang berada di shaf terdepan. Ya, waktu yang sedikit seringkali membuat mereka untuk melakukan kekacauan dan keisengan sebagai tanda perpisahan dan Markamah cukup yakin pada kata – kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak melemparkan uang itu hingga berhamburan di lantai. Wajahnya mengelam penuh amarah. Andri menatap angkara Bapak tanpa berdaya, tubuhnya yang ringkih menggelosoh begitu saja dilantai, kakakku itu  sedang sakaw karena heroin telat dihisapnya.&lt;br /&gt;“Argh….” Bapak berteriak histeris. Kedua tangannya menjambak – jambak rapuk pendeknya. Tubuhnya terguncang – guncang menahan angkara dan baru berhenti di sudut meja. Bapak menatapku, “Bapak sekolahkan kamu bukan untuk jadi wanita sundal, pelacur atau bajingan perempuan Rin.” Kata Bapak geram, sorot matanya berubah mengerikan dalam tatapanku.&lt;br /&gt;“Aku tak pernah melacur Pak. Aku menikah dengannya !” Jawabku tak kalah gusar. Ya, aku menikahi seseorang tanpa restu hanya karena dia berbeda agama dan telah berumah tangga selain dengannku. Aku bisa menerima ketidak restuan Bapak, tapi menolak uang yang kuberikan dengan maksud agar Bapak mampu keluar dari seribu masalahnya adalah tidak bisa kuterima.&lt;br /&gt;“Uang ini uang haram Rin.”&lt;br /&gt;“Ya, menurut Bapak, tapi aku tak pernah mencurinya. Uang itu nafkahnya untukku.”&lt;br /&gt;“Sama saja !” bentak Bapak semakin keras.&lt;br /&gt;“Apanya yang sama ?”&lt;br /&gt;“Kau pikir kau berbeda dengan mereka, pelacur itu ? Tidak ! kau sama bahkan kamu lebih biadab.”&lt;br /&gt;“Bapak !”&lt;br /&gt;“Aku Bapakmu, kamu jangan sekali – kali membantahku. Kau jual tubuhmu pada laki – laki itu. Menggadaikannya, mengambil harta dan uangnya. Apa itu bukan melacur ?”&lt;br /&gt;Aku menggeleng, tapi sebagian hatiku mengiyakan kata – kata Bapak. Bapak mengamati perubahan wajahku dan melunak.&lt;br /&gt;“Apa hah……….. apa yang tidak ? Rupanya Bapak kembali mengartikan gelenganku dengan kata tidak.&lt;br /&gt;“Aku sudah menikah dengannya Pak.”&lt;br /&gt;Bapak mengusap wajahnya yang kembali menggelam. Menghela nafas lalu berkata lirih.&lt;br /&gt;“Pernikahanmu tak pernah ada, yang kau lakukan adalah zina. Sekali lagi zina !” Bapak menerakkan kata terakhir tepat di liang telingaku. “Bawa kembali uangmu.” Lanjutnya lirih.&lt;br /&gt;“Tapi Pak, Bapak perlu uang itu untuk menebus kembali rumah kita, membawa Ibu ke rumah sakit  juga membawa Andri untuk terapi.”&lt;br /&gt;Kalimatku seperti menyulut ranting kering, wajah Bapak kembali mengeras, “Ya Bapak memang butuh uang untuk itu semua tapi bukan uang haram dari kamu.”&lt;br /&gt;Lemparan uang mengantarku keluar rumah dengan pilu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- ## --&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutinggalkan rumah pemberian suamiku dengan gontai. Tak ada barang yang kubawa serta, hanya beberapa potong pakaian seperti saat aku datang. Tak ada kata pamit atau ciuman perpisahan. Aku hanya menitipkan secarik kertas pada Bi Onah, penjaga rumah yang beisi permintaan maaf dan permohonan untuk tidak pernah mencariku lagi.&lt;br /&gt;Suamiku  orang yang baik hati dan pengertian, sekalipun cinta dan sayangnya kadang kuragukan. Kenapa ? tentu saja karena dia selalu menuruti kemauanku, menghujaniku dengan materi tapi dengan kekayaannya dia bisa membeli semua perempuan yang dia kehendaki, tanpa harus perlu merasa cinta dan sayang.&lt;br /&gt;Terngiang ditelingaku kata – kata Bapak, “Aku menyekolahkanmu bukan untuk jadi pelacur.” Berganti dengan igauan sakaw Andri dan rintihan nyeri Ibu melawan kanker serviksnya yang mengganas.&lt;br /&gt;Aku terseok menyusuri jalanan berdebu. Aku tak mungkin memaksa Bapak untuk menerima pernikahanku, uang itu atau keberadaan suamiku. Atau mungkin melarikan Andri dan Ibu diam – diam ke dokter spesialis tanpa sepengetahuan Bapak. Aku terlalu takut dengan kenyataan aku adalah anak pembangkang yang tidak patuh terhadap kata – kata seorang Bapak.&lt;br /&gt;Sekian puluh Kantor dan Pabrik kudatangi hasilnya tetap saja nihil. Lulusan sarjana tapi nol pengalaman… mereka tak berminat sama sekali. &lt;br /&gt;Pencarian kerjaku akhirnya berhenti pada sebuah kafe, tak ada lowongan apapun disana kecuali lowongan untuk waiters shift malam. Aku tak perlu berpikir ulang, seribu anggukanku mengiyakanku menerima tawaran itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;##&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuakui laki – laki itu menarik, sopan dan berwibawa. Tutur katanya yang lembut dan tak memandang sebelah mata, siapa aku. Semenjak aku mulai bekerja laki – laki itu telah menjadi pelanggan kafe itu. Berdiam disudut, menunggu vodka atau martini pesanannyadatang, mengetik sesuatu di ponselnya, menghisap dalam – dalam rokok filternya, nemikmati ruap asap  yang keluar dari mulutnya, mengembarakan angan.&lt;br /&gt;Hari itu dia memintaku menemaninya, dia langsung meminta ijin pada manager café yang tak akan pernah bisa menolak permintaannya sebab laki – laki itu pelanggang lama dan tetap café kami. Dan aku, tentu saja merasa senang, setidaknya tubuhku akan  beristirahat sejenak dan sedikit terbebas.&lt;br /&gt;Kami mengobrol sangat panjang, tentang pekerjaannya tentang kehidupan pribadinya, terkadang dia tertawa terkekeh – kekeh ketika dia menceriterakan kenakalan anak – anaknya yang menginjak remaja dan menyamakannya dengan tingkah lakunya yang buruk dimasa lalu. Terkadang dia sedikit melamun ketika pembicaraan berubah haluan pada diri istrinya yang menurutnya ill fill dan sedikit menderita gangguan jiwa.&lt;br /&gt;“Aku mencintainya, tapi ketakutannya membuatku merasa taku,” katany, lalu hening. Dipukulkannya batang rokok ke asbak, segera abu rokok berguguran, dia menghelanya sekali lalu melanjutkan, “Dia selalu takut kehilangan aku.”&lt;br /&gt;Aku tak menjawab, aku hanyalah manekin yang diperlukan untuk mendengar dan bukannya memberi komentar sekalipun aku mencoba berulang kali memahami pikiran laki – laki itu ataupun pikiran istrinya dan aku hanya bisa menebak – nebak tanpa bisa memastikan jawabannya.&lt;br /&gt;Laki – laki itu memaksaku untuk mengantarkan pulang, berulang kali dia menawarkan dan berulang kali pula aku menolaknya hingga dia putus asa dan meminta managerku untuk memintaku agar bersedia &lt;br /&gt;Aku baru hendak melangkahkan kakiku dan laki – laki itu sedang memutup pintu mobilnya ketika kudengar teriakan histeris seorang wanita.&lt;br /&gt;“Perempuan sundal, pelacur, perebut suami orang… Jahanam.” Seorang perempuan gemuk telah berdiri di belakangku, aku menoleh tapi secepat kilat tamparan perempuan itu telah mendarat di wajahku.&lt;br /&gt;Aku meradang, teringat olehku kata – kata Bapak, penolakannya terhadapku, bukankah sejak kuputuskan untuk pergi dari rumah suamiku  tak akan ada lagi sebutan itu padaku.&lt;br /&gt;Sontak, kuraih kepala wanita itu dan membenturkannya ke bodi mobil. Cukup sekali dan kepala wanita itupun terkulai berdarah tapi  aku puas, sekalipun kemudian kudengar laki – laki itu menelpon 119 dan disusul oleh raungan sirene ambulance.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambarawa, 2007&lt;br /&gt;Untuk : Hajar Wahyudi and partner.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"untill all's gone ..."&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4039089421411626799-3911342111720596142?l=menantisurga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menantisurga.blogspot.com/feeds/3911342111720596142/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4039089421411626799&amp;postID=3911342111720596142&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4039089421411626799/posts/default/3911342111720596142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4039089421411626799/posts/default/3911342111720596142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menantisurga.blogspot.com/2008/03/lapas-37.html' title='LAPAS 37'/><author><name>rhina BEE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13198746575988049984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_oIeUsN_qjSs/SOxW_b08oiI/AAAAAAAAAF4/U5bb-htePKk/S220/04102008272.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4039089421411626799.post-3331743686319000831</id><published>2008-02-05T00:18:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T15:09:16.221-08:00</updated><title type='text'>"Dua Warna"</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_oIeUsN_qjSs/R-Hh6Wddm5I/AAAAAAAAADs/n34HPX_K7bw/s1600-h/rin+3.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_oIeUsN_qjSs/R-Hh6Wddm5I/AAAAAAAAADs/n34HPX_K7bw/s320/rin+3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5179669439030598546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aku belum juga bangkit saat ciuman pipi Ayah kembali mendarat di wajahku. Kali ini bahkan Ayah sengaja menggelitik pinggangku. Malas aku menggeliat, memandang wajah Ayah yang tersenyum tak berdosa. Kembali tengkurap dengan bantal guling menutup seluruh kepalaku. Ayah tertawa kecil melihat tingkahku, terdengar sekilas dari balik bantal.&lt;br /&gt;“Ayolah Tuan Putri, lekaslah bangun. Kau lihat matahari sudah tinggi. Apa kau ingin datang ke sekolah dengan terlambat. Atau jangan – jangan di setrap Ibu Guru sudah menjadi hobi barumu ?” kata Ayah lembut. Direnggutnya paksa bantal guling dariku. Aku mengeluh. Ayah, kenapa aku yang selalu diganggunya dan bukannya Mita atau Tyo, anak – anak Ayah yang lain ? &lt;br /&gt;Ugh. Aku menggeliat malas. Kudorong tubuh Ayah dengan kakiku. Pura – pura tak sengaja. Tak ayal, tubuh Ayahpun terjerembab jatuh. Ayah terbahak, mengambil bantal dan melemparkannya padaku. Kutangkis segera dengan reflek. Ye nggak kena tuh.&lt;br /&gt;Aku kembali bergelung. Memeluk erat bantal gulingku tersayang. Menarik malas selimut yang sebenarnya tak lagi kuperlukan dan berfungsi hanya sebagai penghalang sinar yang menyilaukan mataku yang masih ingin terpejam.&lt;br /&gt;“Dasar pemalas !” maki lembut Ayah sambil menyeret tanganku untuk bangkit. Aku menurut. Tak ada bedanya kalau aku berlama – lama. Pasti sebentar lagi Ayah akan menawarkan bantuannya untuk memandikanku. Bukan masalah sih kalau itu terjadi beberapa tahun yang lalu. Tapi ini, mungkin Ayah sudah lupa aku tak lagi Nin Ayah yang dulu, yang harus dimandiin setiap kali harus berangkat sekolah. Tapi Nin yang sekarang yang hampir lima belas tahun. Yang udah gede dan udah ce banget. &lt;br /&gt;“Ayo.. Ayah mandiin ya ?” Nah benar kan. Tak susah menebaknya karena itu hampir terjadi setiap pagi. Paling tidak kalau Ayah tak harus berangkat pagi – pagi bener atau hari libur.&lt;br /&gt;“Ga ah, mandi sendiri. Nin udah besar Yah.” Sungutku. Bergegas kuraih handuk dan berlari – lari kecil menuju kamar mandi. Ayah tersenyum dan berlalu dari kamarku.&lt;br /&gt;Ayah ? kalau saja bisa kuungkapkan aku akan melukiskan Ayahku seperti Rembulan atau bintang dilangit yang selalu hadir menghiasi malam. Ayah adalah rembulan. Sedangkan aku bolehlah sebagai langitnya. &lt;br /&gt;Ayah selalu hadir kapan saja aku butuhkan. Saat aku sedih dan merasa sendiri, Ayah akan dengan senang hati menemaniku. Mendengarkan segala keluh kesahku. Mendamaikanku dengan perasaan. Tapi itulah curangnya aku, aku bahkan dapat saja melupakan Ayah saat perasaan senang dan gembira menyambangiku. Tapi ayahku tetap seorang ayah yang penuh perlindungan, hangat, penuh perhatian dan pengertian. Dan kalaupun aku harus jujur, I’m is Dady Doughter !&lt;br /&gt;Trit…Trit… Trit…. Suara alarm dari jam wekerku berderit panjang. Astaga naga, jam tujuh tepat. Sebenarnya belum sih, hanya saja sengaja jam weker itu aku lebihkan lima menit dengan maksud aku tak terburu – buru untuk bersiap. Tapi tetap saja aku kaget. &lt;br /&gt;Turun ke Dapur, Bunda sudah menyiapkan sarapan untuk kami. Seperti biasa akulah yang paling datang terlambat. Mita, adik perempuanku seperti biasa juga tetep jadi anak Bunda yang baik. Jam berapa dia bangun ?   sepagi ini sudah rapi jali. Seolah acuh, dia ikut tak kalah sibuk dengan Bunda. Menata meja dapur, menata sarapan pagi, dan kemudian duduk manis menghabiskan sarapannya. Sedangkan Tyo, si Bungsu, dengan acuh pula sibuk menyuapkan nasi goreng ke dalam mulutnya. Sedangkan matanya tak juga beralih dari komik The Swordsman di tangannya.&lt;br /&gt;“Ayo Tyo, cepetan makannya. Komiknya nanti aja.” Teriak Bunda memperingatkan Tyo. Tyo hanya mengangguk. Seperti biasa teriakan Bunda tak pernah dihiraukannya. Rasa – rasanya kalaupun ada bom atom meledak didekat kepalanyapun Tyo tak akan pernah rela melepaskan komik itu dari tangannya.&lt;br /&gt;“Tuh kan, susu kamu tumpah lagi ! berapa kali Bunda bilang, kalo makan jangan sambil baca. Kamu…” belum selesai Bunda mengomel, Tyo sudah berlari menuju kamarnya. Baju putih dan celana merahnya kotor, rupanya susu yang seharusnya diminumnya tersenggol dan tumpah di tubuhnya.&lt;br /&gt;Hihihi…kasihan deh. Melihatku tertawa, Bunda melotot. Aduh Bunda, segitu galaknya. Buru – buru kualihkan perhatianku pada Mita. Anak emas Bunda itu sedang mengemas bekal Tyo. Kepang ekor kudanya bergerak kesana – sini. Lucu. Bunda selalu mendandaninya. Karena rambut Mita panjangnya melebihi punggung, hingga Ibu yang harus mengepangnya setiap pagi, paling tidak dua kali sehari Bunda menyisir rambutnya, bahkan kadang – kadang Bunda harus menyisirnya tiga kali atau lebih saat Mita harus pergi lebih dari satu kali sehari. Nah ini yang nggak enaknya, saat Bunda tidak ada, Mita nyaris seperti kuntilanak yang nggak pernah tidur. Rambutnya aduh, jangan sampe deh dibayangin itu kusyutnya. Meriap – riap kesana sini.&lt;br /&gt;Ehm soal rambutku, sebenernya sama kok kaya si Mita, rambut ku juga panjang. Nyaris mencapai pinggang tapi aku lain, aku nggak pernah ngandalin Bunda buat menyisir rambutku. Aku terbiasa berdandan sendiri. Walaupun kuakui kadang – kadang ribet dan perlu bantuan Bunda juga. Hehe..&lt;br /&gt;“Nin, cepetan gih berangkat, tuh Ayah dah nunggu. Jangan lupa awasi adikmu. Jangan biarkan dia pulang sendiri.” Tegur Bunda yang tiba – tiba sudah ada disampingku.&lt;br /&gt;Wah, kok aku jadi ngelamun. Kulihat Tyo dan Mita sudah tak ada. Rupanya mereka sudah duduk manis didalam mobil. Sedang Ayah telah bersiap dibelakang stirnya.&lt;br /&gt;“Yes Mom, Nina berangkat dulu. Mungkin nanti Nina pulangnya telat, soalnya ada ekskul Tari. Biar Mita pulang duluan, toh nanti ada Erli dan Dian yang searah sama dia. Jadi dia nggak akan sendirian.” Kucium punggung tangan Bunda, Bunda membalasnya dengan mengecup dahiku.&lt;br /&gt;“Ya, tapi kamu jangan melepaskannya begitu saja.” Ach Bunda, selalu saja mengkhawatirkan Mita. Kenapa sih nggak aku sekali – kali di khawatirkan. Aku kan juga anaknya ?&lt;br /&gt;“Mit, kamu depan gih.” Kataku sambil menuju mobil. Mita menatapku kemudian mencibir kearahku.&lt;br /&gt;“Ogah.” Jawabnya ketus.&lt;br /&gt;“Dah, jangan ribut, pamit tuh ma Bunda.” Potong Ayah sebelum aku sempat berkata – kata. Aku segera masuk, melambai pada Bunda yang mengantarkan kepergian kami dengan lambaian dan juga desahan berat. Seakan kami hendak pergi jauh saja.&lt;br /&gt;Duduk didepan membuatku jengah, apalagi nanti rute perjalanan kami harus melewati STM Nusantara. Dan pasti aku akan melihatnya lagi. Ugh, wajah itu pasti akan tersenyum manis menatapku. Dan setelah itu, Ayah akan terus meledekku. Mengatakan bahwa sekarang dia sudah punya anak gadis, yang sebentar lagi mungkin akan dewasa dan meluncurlah petatah petitih yang membosankan.&lt;br /&gt;“Kamu harus bisa menjaga diri. Jangan sampai tergelincir dalam pergaulan bebas. Nina boleh pacaran, asal dalam batas kewajaran. Dan yang terpenting, sehat. Nina tahu kan artinya ? ya, paling tidak Ayah dengar di sekolah kamu sudah ada mata pelajaran Sex Education. Dan jangan lupa kenalkan cowok kamu tadi pada Ayah, dst, dsb.” &lt;br /&gt;Kalo sudah seperti itu biasanya kedua adikku akan menggodaku lewat kaca spion. Mereka akan menjulurkan lidah, terbahak – bahak, dan seribu satu ejekan yang lain. Tentu saja tanpa suara. Persis seperti pantonim, hanya saja ini berupa ledekan dan ditujukan hanya untukku.&lt;br /&gt;Dan benar saja, cowok itu dah ada di muka pagar sekolahnya. Tersenyum kearah datangnya mobil kami. Mendekat dan melambaikan tangan sambil memamerkan senyumnya yang sebenarnya memikat juga itu.&lt;br /&gt;“Pagi Om…” sapanya. Gilingan banget sih. Dan Ayahpun akan tersenyum sembari membagikan dua tiga bunyi klakson membalas sapaannya.&lt;br /&gt;Dah gitu, pasti cowok itu akan bilang, “Hai Nin..” dengan begitu lembut sebelum kemudian Ayah melajukan mobilnya kembali.&lt;br /&gt;Dan aku, yang tertinggal padaku mungkin hanya rasa panas yang tiba – tiba menjalari seluruh mukaku. Mungkin warnanya lebih menyerupai warna kepiting rebus daripada memerah jambu. &lt;br /&gt;Sebenarnya jarak sekolahku dan sekolah dia nggak lebih dari dua ratus meter. Tapi kami jarang bertemu. Sebab masing – masing sekolah kami dikelilingi tembok yang tinggi. Sehingga waktu ketemuan paling – paling ya pagi atau siang, untuk yang terakhir lebih jarang sebab terkadang saat dia pulang awal, aku harus pulang telat begitu sebaliknya.&lt;br /&gt;“Nin, turun nggak sih, kok malah ngelamun ?” tegur Mita yang telah membukakan pintu untukku.&lt;br /&gt;“Nina melamunkan cowok tadi ya ?” goda Ayah sambil tersenyum, memandangku penuh arti. Eehem.&lt;br /&gt;“Ugh Ayah, apalagi sih. Bete deh.” Sungutku.&lt;br /&gt;“Boleh Kok, kan Nina udah dewasa. Tapi…..” buru – buru kuraih tangan Ayah, mencium punggungnya dan berlalu pergi, sebelum petuah membosankan itu terdengar lagi.&lt;br /&gt;“Nin.” Panggil Ayah. Aku menoleh dan berhenti sejenak. Ayah tersenyum, tangannya mengibas di udara.&lt;br /&gt;“Hati – hati ya.” satu lagi petuah Ayah terdengar. Aku menggangguk, kembali berjalan kearahnya. &lt;br /&gt;“Yah, boleh nggak Nina minta sesuatu ?” tanyaku pada Ayah. Sengaja kupancarkan wajah memohon dan berharap.&lt;br /&gt;“Apa sih ? penting banget kayaknya ?” gantian Ayah bertanya.&lt;br /&gt;“Nina pengen motor yah.” Mendengar kataku Ayah tak menjawab. Beragam ekpresi tampak diwajahnya. Kaget dan tak menyangka. Mulut Ayah bahkan menyerupai mulut ikan yang megap – megap kekurangan air.&lt;br /&gt;“Makasih ya Yah, Ayah baik deh.” Seruku sambil ngeloyor pergi. Ya, Ayah kan belum bilang iya.&lt;br /&gt;“Nin, hei hei.” &lt;br /&gt;“Da Ayah, sampai nanti ya.”&lt;br /&gt;Begitulah aku selalu menjadi anak yang baik, dengan keluarga yang baik, ayah yang baik, adik – adik yang baik. Walaupun terkadang aku merasa nggak pede saat temen – temen tahu bagaimana keluargaku. Yang anak papa lah yang kb lah – maksudnya keluarga ideal. Puff kadang – kadang aku sampai nggak bisa mikir.&lt;br /&gt;Btw, soal motor tadi aku sama sekali nggak nyangka sama diriku sendiri kalo aku mo minta motor pada Ayah. Satu detik sebelumnya bahkan aku nggak kepikiran sama sekali. Permintaan itu meloncat begitu saja dari benakku.&lt;br /&gt;Aku tahu, permintaanku berat untuk Ayah, bukan karena nominal nilai motornya. Tapi sepertinya Ayah mengkhawatirkan keselamatanku. &lt;br /&gt;Aku juga mulai ragu, jika semula Ayah tak pernah sekalipun permintaanku dipendingnya lebih dari dua hari. Tapi ini hampir satu minggu, Ayah belum kelihatan mau membelikanku Motor. Jangankan terus ngajak ke showroom tiap kali bicarapun Ayah nggak pernah nyinggung soal motor itu.&lt;br /&gt;“Wih, Nin. Enak banget nih. Kemarin kita habis touring ke Bromo. Kamu tahu tidak, naik motor itu sensasional banget. Bayangin aja, kita nggak usah repot bawa macem – macem. Cuma bawa diri kita aja, trus pergi deh kemana kita suka.” Cerocos Eli menyodok pinggangku. Menerangkan pengalamannya dengan motor barunya.&lt;br /&gt;Aku meringis. Jauh didepan, Bu Bertha tengah menerangkan sebuah teori tentang demokrasi. Guru yang killer tapi cantik itu tampak serius dengan kata - katanya.&lt;br /&gt; “Nin, tau nggak pacaran paling asyik naik motor. Bayangin aja, semakin jauh kita jalan, semakin lama kita bisa berpelukan ma bokis kita. Kalau perlu cari jalan yang jalurnya asyik. Sensasional banget….” Lagi – lagi cerocos Eli membuyarkan konsentrasiku. Matanya terpejam sambil senyum – senyum genit, apa sih yang lagi muncul dibenaknya. &lt;br /&gt;Aku tersenyum. Merapatkan jari telunjuk persis didepan mulutku dan tetap menyimak keterangan Bu Bertha. Walaupun aku akui, aku sudah nggak bisa konsen lagi sama kata – katanya.&lt;br /&gt;“Jadi Demokrasi itu berasal dari Bahasa Yunani, Demos dan Kratos, bla..bla..bla..”&lt;br /&gt;Oh ya soal motor, suer aku nggak ada niatan mesum seperti Eli buat punya motor. Bukankah sudah seminggu aku minta dibelikanku Motor ?  Bahkan sebelum Eli nyerocos soal salah satu keasyikan naik motorpun aku sudah berniat banget pengen punya motor.  Satu hal itu karena aku hanya ingin bisa menghindar dari Firgi, cowok STM yang selalu setia setiap pagi menyongsong mobil Ayah dan menyapanya. Aku ingin setelah aku punya motor nanti aku tak perlu lagi diantar mobil Ayah. Dalam benakku terbayang, jika saja wajahku tertutup rapat oleh helm hitam. Kepiting rebus tak akan lagi berani menyambangi wajahku nanti. Setidak – tidaknya aku bisa tancap gas, saat melintas di depan STM itu nanti.&lt;br /&gt;**&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"untill all's gone ..."&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4039089421411626799-3331743686319000831?l=menantisurga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menantisurga.blogspot.com/feeds/3331743686319000831/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4039089421411626799&amp;postID=3331743686319000831&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4039089421411626799/posts/default/3331743686319000831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4039089421411626799/posts/default/3331743686319000831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menantisurga.blogspot.com/2008/02/dua-warna.html' title='&quot;Dua Warna&quot;'/><author><name>rhina BEE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13198746575988049984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_oIeUsN_qjSs/SOxW_b08oiI/AAAAAAAAAF4/U5bb-htePKk/S220/04102008272.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_oIeUsN_qjSs/R-Hh6Wddm5I/AAAAAAAAADs/n34HPX_K7bw/s72-c/rin+3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4039089421411626799.post-549154865402859071</id><published>2007-08-01T00:41:00.000-07:00</published><updated>2007-08-01T00:45:40.650-07:00</updated><title type='text'>"Selamat Pagi Jerawat"</title><content type='html'>Kuhitung kembali tanggal, tahun dan hari undur kebelakang. Empat tahu delapan bulan sebelas hari selebihnya lima jam sembilan menit satu detik dua puluh tiga, dua puluh emp............&lt;br /&gt;Aku menghela nafas panjang, ternyata aku sudah lalui waktu yang sedemikian panjang bersamanya, dengan menggendong erat namanya hingga mengekor kemanapun aku pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;be continued .............&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"untill all's gone ..."&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4039089421411626799-549154865402859071?l=menantisurga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menantisurga.blogspot.com/feeds/549154865402859071/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4039089421411626799&amp;postID=549154865402859071&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4039089421411626799/posts/default/549154865402859071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4039089421411626799/posts/default/549154865402859071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menantisurga.blogspot.com/2007/08/selamat-pagi-jerawat.html' title='&quot;Selamat Pagi Jerawat&quot;'/><author><name>rhina BEE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13198746575988049984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_oIeUsN_qjSs/SOxW_b08oiI/AAAAAAAAAF4/U5bb-htePKk/S220/04102008272.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4039089421411626799.post-5607262243304294638</id><published>2007-08-01T00:10:00.000-07:00</published><updated>2007-08-01T00:34:21.488-07:00</updated><title type='text'>Hari ini</title><content type='html'>Hari ini ..........&lt;br /&gt;Telah kumulai semua dengan baru&lt;br /&gt;Kupijakkan kaki teriring basmalah&lt;br /&gt;Letakkan pondasi hidup Laillaha illallah&lt;br /&gt;dan kusandarkan kepala pada pelukanNya&lt;br /&gt;      Lazimnya khilaf terhapus taubat&lt;br /&gt;      Nir kesalahan tanpa ampunan&lt;br /&gt;      Aku berdoa penuh harap&lt;br /&gt;      Setetes embun penenang jiwa&lt;br /&gt;      Setitik 'nergi penopang raga&lt;br /&gt;Layaknya biru penanda c'wala&lt;br /&gt;Mohon psembahkan sisa usia&lt;br /&gt;Impikan cinta spanjang masa&lt;br /&gt;Teduh, tegar, setia, syahdu&lt;br /&gt;Mampukah aku menjadi biru ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S'moga.01-08-07&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"untill all's gone ..."&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4039089421411626799-5607262243304294638?l=menantisurga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menantisurga.blogspot.com/feeds/5607262243304294638/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4039089421411626799&amp;postID=5607262243304294638&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4039089421411626799/posts/default/5607262243304294638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4039089421411626799/posts/default/5607262243304294638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menantisurga.blogspot.com/2007/08/hari-ini.html' title='Hari ini'/><author><name>rhina BEE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13198746575988049984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_oIeUsN_qjSs/SOxW_b08oiI/AAAAAAAAAF4/U5bb-htePKk/S220/04102008272.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4039089421411626799.post-5310338798247402751</id><published>2007-07-18T04:04:00.000-07:00</published><updated>2007-07-18T04:16:55.208-07:00</updated><title type='text'>OFFICE BOY</title><content type='html'>Jam wekerku kembali berdering memekakkan telinga. Spontan, kuraih bantal dan kulempar begitu saja. Prakk.......... jam wekerpun jatuh berderai ke lantai. Aku tersenyum puas di antara lorong mimpi dan realita, kembali melaju terlelap melanjutkan mimpi yang terpotong.&lt;br /&gt;Sendok pertama nasi goreng sarapan pagiku hampir saja melewati batas bibirku, aku menelan ludah. Entah dewi fortuna dari mana, Dina - perempuan yang sudah dua tahun kupacari, tiba - tiba datang dan membawakanku nasi goreng kambing istimewa. Aku bahkan belum melihat sosoknya semenjak bangun pagi tadi...........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cont'd&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"untill all's gone ..."&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4039089421411626799-5310338798247402751?l=menantisurga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menantisurga.blogspot.com/feeds/5310338798247402751/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4039089421411626799&amp;postID=5310338798247402751&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4039089421411626799/posts/default/5310338798247402751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4039089421411626799/posts/default/5310338798247402751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menantisurga.blogspot.com/2007/07/office-boy.html' title='OFFICE BOY'/><author><name>rhina BEE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13198746575988049984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_oIeUsN_qjSs/SOxW_b08oiI/AAAAAAAAAF4/U5bb-htePKk/S220/04102008272.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4039089421411626799.post-2309423039213347264</id><published>2007-06-25T22:11:00.001-07:00</published><updated>2008-12-10T15:09:16.482-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_oIeUsN_qjSs/RoChLQR1neI/AAAAAAAAACc/AHxI2m98Gew/s1600-h/DSC_3278_.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_oIeUsN_qjSs/RoChLQR1neI/AAAAAAAAACc/AHxI2m98Gew/s400/DSC_3278_.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5080237594394336738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Kota&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; Kecil, 28 Pebuari 1986 : 14.00 WIB&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Laki – laki separuh baya itu memondong seorang gadis kecil dengan tergesa – gesa menapaki koridor rumah sakit. Kepanikan menyelimuti wajahnya kelam. Berat tubuh gadis kecil itu tak lagi terasa membebani pundaknya, menggayuti langkahnya. Semuanya terasa ringan dan rekas.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Yang paling berharga baginya di dunia ini sedang bertarung melawan maut. Gadis kecil itu sejak semalam demam tak surut – surut, wajahnya memucat kuning kehijau – hijauan. Nafasnya sesak dan tersengal – sengal. Beberapa tetangga bahkan sudah meramalkan nyawa gadis itu sudah berada di ubun – ubunnya yang tak beraturan – Dia lahir karena dibetot paksa, Bidan menarik paksa kepalanya hingga kepalanya tak lagi bulat kepala sempurna.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Harapannya tak sia – sia, gadis itu sungguh lahir dengan sempurna persis seperti yang dinginkannya, jam lahir gadis kecilnya tepat seperti kemauannya, hari lahir yang diinginkannya adalah hari terbaik untuk calon putri kecilnya dan ternyata Tuhan mengabulkannya. Dengan penuh semangat laki – laki itu bahkan sudah merencanakan akan mengajak gadis kecil dan keluarga kecilnya pesiar ke suatu tempat yang selama ini hanya berupa angan – angan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;“Mungkinkah anak ini selalu sakit karena mengingatkannya untuk segera memenuhi nadzarnya ?” Pikirannya sibuk bertanya dan menebak – nebak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Laki – laki itu tak menjawab ketika seorang Perawat menghampirinya menawarkan bantuan untuk memakai kursi roda atau bed jalan. Semua tak lagi menarik perhatiannya, tujuannya hanya satu, ruang ICU di ujung koridor yang sudah dikenalnya. Dia terus memacu langkahnya sudah sejak gadis ini masih berupa tanda, laki – laki itu sudah mempunyai seribu rencana yang disusunnya. Kelak dia akan menyekolahkannya hingga dia tak mampu lagi bekerja dan membiayainya, Dia akan merawatnya dan tak akan dilewatkannya detik dengan kelalaian yang berakibat fatal jika dia tidak menjaganya. Gadis itu batu pualamnya, berharga sangat – sangat berharga melebihi nilai batang lehernya sendiri ataupun nyawanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Jantungnya berdetak cepat berlomba dengan detak jantung gadis kecil yang dipondongnya. Bahkan detak jantungnya dua kali lebih cepat dari jantung kecil itu. Sepanjang langkahnya, Laki – laki itu selalu meruntuk panjang pendek, seandainya saja sepeda motornya tidak menabrak tukang becak yang kemudian terpaksa disewanya dan jika saja tukang becak itu lebih&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengerti peta Rumah Sakit itu. Laki – laki itu kembali mengeluh, Tukang becak itu benar – benar bodoh dan tolol. Dia menurunkan mereka tepat di depan pintu belakang Rumah Sakit, sedangkan Ruang ICU seharusnya terletak tepat di muka Rumah Sakit.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tapi bukan salah tukang becak itu, seandainya saja dia memperhatikan jalan atau perhatiannya tak sepenuhnya tersita untuk tubuh ringkih dipangkuannya. Laki – laki separuh baya itu mendengus kesal.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81.1pt; line-height: 150%;"&gt;“Pak Budi ? &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; apa lagi ?” Seorang Perawat ICU segera mengenali sosoknya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Laki – laki yang dipanggil Pak Budi itu tak menjawab. Dia langsung menuju ke arah bed pasien dan meletakkan gadis kecilnya tergesa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81.1pt; line-height: 150%;"&gt;“Tolong Pak, selamatkan dia, mana Dokter Hardjo ?” Tanya Pak Budi panik. Nada bicaranya yang keras membuat beberapa perawat yang ada di Ruang ICU mendekatinya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81.1pt; line-height: 150%;"&gt;“Sebentar Dokter Hardjo sedang visite. Tolong tunggu sebentar.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81.1pt; line-height: 150%;"&gt;“Saya tak mungkin menunggu, begitu juga anak saya. Tolong Pak panggilkan Dokter Hardjo sekarang juga. Saya tidak mau terjadi sesuatu hal pun pada putri saya.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81.1pt; line-height: 150%;"&gt;“Tenang pak, tenang Dokter Hardjo pasti kemari. Hanya saja..”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81.1pt; line-height: 150%;"&gt;Laki – laki itu menggerung menahan amarah tapi akhirnya, “Saya akan menuntut rumah sakit ini jika sampai terjadi sesuatu dengan putri saya. Paham ?” Laki – laki itu tak cuma menggertak, dia mengulurkan lengan tangannya yang hitam kekar dan mengangkat leher Laki – laki perawat itu. Laki – laki perawat yang lain segera menghampirinya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81.1pt; line-height: 150%;"&gt;“Sabar Pak, sabar, Dokter Hardjo sedang menuju kemari. tak ada gunanya menyelesaikan masalah dengan persoalan baru.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81.1pt; line-height: 150%;"&gt;Semua memandang ke arah gadis kecil yang hanya berbalut kulit. Perut buncitnya mengatakan jelas, gadis kecil itu tak sehat. Wajahnya tak lagi merah tapi hijau pucat kekuningan. Nafasnya tersengal – sengal, satu lalu undur kembali dan mulai satu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Seseorang menyeruak dari balik kerumunan. Pak Budi tersenyum lega, juru selamat itu sudah ada didepannya. Sebentar lagi, putri kecilnya akan tersenyum lebar dan kembali bermain sedia kala. Memintanya untuk mendongeng cerita kesukaan dan merengek dibelikan buku petualangan kesayangannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81.1pt; line-height: 150%;"&gt;Dokter yang usianya tak lebih muda dari Pak Budi itu secepatnya meraih stateskop. Menempelkan ekornya yang bercabang di kedua belah telinganya dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kepala berada didada gadis kecil itu. Dokter Hardjo merasakan sejenak detak jantung gadis kecil itu dengan jam di tangan kirinya. Dengan aba – aba dia minta seorang perawat mendekatinya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81.1pt; line-height: 150%;"&gt;“Tolong cek hb gadis ini segera.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81.1pt; line-height: 150%;"&gt;Perawat yang disuruh segera pergi dan kembali dengan spuit dan potongan kaca bening. Dengan cekatan diraihnya jari manis gadis itu dan segera aliran darah keluar menetes. Perawat itu meneteskannya di ujung sebuah potongan kaca dan segera membawanya pergi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81.1pt; line-height: 150%;"&gt;Tak ada reaksi dari gadis kecil itu, ketika spuit jarum menusuk jari manisnya pun ketika Dokter Hardjo mulai membuka baju bagian bawahnya. Perutnya yang membuncit seolah mendandakan dia adalah seorang penderita busung lapar parah. Perut itu sangat besar untuk ukuran gadis kecil itu, hingga setiap orang yang melihatnya pertama kalipun pasti dengan mudah akan mengatakan kalau gadis itu menderita cacingan atau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penyakit perut yang lain..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81.1pt; line-height: 150%;"&gt;“Dia panas ?” Tanya Dokter Hardjo pada Pak Budi. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81.1pt; line-height: 150%;"&gt;“Tidak, kemarin katanya dia masih bermain – main. Bahkan tadi pagi dia masih sekolah, tapi dia pingsan saat bermain Dok.” &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81.1pt; line-height: 150%;"&gt;“Pingsan ?”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81.1pt; line-height: 150%;"&gt;“Ya.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81.1pt; line-height: 150%;"&gt;“Dia makan sesuatu ?”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81.1pt; line-height: 150%;"&gt;“Tidak, seperti biasanya dia makan empat hingga &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; kali sehari. Makannya juga menyenangkan, malah boleh dikatakan lebih banyak dari teman seusianya.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;  to be continued ...........&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"untill all's gone ..."&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4039089421411626799-2309423039213347264?l=menantisurga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menantisurga.blogspot.com/feeds/2309423039213347264/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4039089421411626799&amp;postID=2309423039213347264&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4039089421411626799/posts/default/2309423039213347264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4039089421411626799/posts/default/2309423039213347264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menantisurga.blogspot.com/2007/06/kota-kecil-28-pebuari-1986-14.html' title=''/><author><name>rhina BEE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13198746575988049984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_oIeUsN_qjSs/SOxW_b08oiI/AAAAAAAAAF4/U5bb-htePKk/S220/04102008272.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_oIeUsN_qjSs/RoChLQR1neI/AAAAAAAAACc/AHxI2m98Gew/s72-c/DSC_3278_.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4039089421411626799.post-8908300482994121947</id><published>2007-06-25T21:27:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T15:09:17.141-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_oIeUsN_qjSs/RoCX2wR1ndI/AAAAAAAAACU/rp71cwjb9zg/s1600-h/DSC_3280_.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_oIeUsN_qjSs/RoCX2wR1ndI/AAAAAAAAACU/rp71cwjb9zg/s320/DSC_3280_.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5080227346602368466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;FADE IN :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;# 1. EXT. JALAN RAYA – PAGIVE MENGENDARAI SEPEDA MOTOR PENUH MUATAN. JOK BELAKANG KARDUS BERISI BUKU PAKET, DI DEPAN KARDUS BERISI BUNGA POTONG, CARRIER DI PUNGGUNG. HELM STANDAR. JAKET. KAOS TANGAN. SEPATU HITAM&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;CUT TO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;# 2. EXT. SEKOLAH – PAGI &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;BERHENTI DI SEKOLAH, MENGAMBIL BUKU DI JOK BELAKANG, MEMBAWANYA. MENYERAHKAN PADA PETUGAS DAN&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;MENERIMA UANG PEMBAYARAN.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;CUT TO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;# 3. EXT JALAN RAYA – PAGI&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;KEMBALI MELAJU DI JALANAN. DUS DI BELAKANG TIDAK &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ADA&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;CUT TO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;# 4. EXT KIOS BUNGA – PAGI &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;BERHENTI DI KIOS BUNGA, MENYERAHKAN BUNGA DAN MENERIMA UANG PEMBAYARAN.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;CUT TO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;# 5. EXT. JALAN RAYA – PAGI &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;KEMBALI MELAJU DI JALANAN.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;CUT TO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;# 6. EXT – INT. KANTOR – PAGI &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;PARKIR DI HALAMAN KANTOR, MELEPAS JAKET MASUK KE DALAM KANTOR DAN TERLIBAT AKTIVITAS KANTOR YANG SIBUK.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;CUT TO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;# 7. EXT – JALAN RAYA – SIANG&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;KEMBALI MELAJU DI JALANAN.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;CUT TO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;# 8. EXT. RUANG PERTEMUAN – SIANG&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;SEBUAH PERTEMUAN MENJADI &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;NARA&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; SUMBER PENYULUHAN.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;CUT TO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;# 9. EXT. JALAN RAYA –&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;SIANG&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;KEMBALI&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;MELAJU DI JALANAN.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;CUT TO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;# 10. EXT. KEBUN BUNGA MAWAR -&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;PETANG &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;MENYIRAMI KEBUN BUNGA POTONG.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;CUT TO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;# 11. INT. KAMAR TIDUR – MALAM&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;VE DUDUK DI JENDELA. POINT OF VIEW ( P.O.V ) – BAYANGAN VE MENYERUPUT SUSU. MENATAP LANGIT CERAH GUNUNG – BINTANG.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;FADE OUT.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;FADE IN :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;# 12. INT . SEBUAH KAMAR TIDUR – PAGI 05.30 &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;VE SEDANG MERONTA KESAKITAN SENDIRIAN. DIA TURUN DARI TEMPAT TIDUR DENGAN CARA MERANGKAK. DIA MENGAMBIL POSISI BERSILA DI ATAS KARPET. MENARIK NAFAS PANJANG DAN MELEPASNYA. MATANYA TERPEJAM. DIA MENGGERAK – GERAKKAN TANGANNYA, MENJENTIKKAN JEMARINYA BERSAMAAN.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;SEBUAH KETUKAN HALUS DI PINTU&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;Voice Over&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;( V.O ) – IBU :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1.25in; line-height: 150%;"&gt;Ve, bangun sayang. kamu harus kerja &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt; ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1.25in; line-height: 150%;"&gt;Sebentar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;Voice Over ( V. O ) – IBU :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 1.25in; line-height: 150%;"&gt;Kamu tidak apa – apa &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt; sayang ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;VE BANGUN PERLAHAN. TANGANNYA BERPEGANG DI UJUNG TEMPAT TIDUR. HAMPIR SAJA DIA JATUH, DIA BERUSAHA MENAHANNYA. BUMI BERPUTAR. DEMIKIAN JUGA LANGIT – LANGIT KAMAR. VE JATUH KE LANTAI.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;POINT OF VIEW ( P.O.V ) – LANTAI DAN ETERNIT BERPUTAR.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;Voice Over ( V.O ) – IBU :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Ve ! Kamu tidak apa – apa &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt; sayang ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;( merintih )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Ough......&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;KEGADUHAN TERJADI DI LUAR KAMAR. DIKO MENDOBRAK PINTU KAMAR. IBU DAN DIKO MASUK. IBU MEMELUK VE. VE MENUTUP WAJAHNYA DENGAN KEDUA TELAPAK TANGAN. DIA DIAM TAK BERGERAK.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;IBU :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;( Khawatir )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Ve, kamu kenapa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sayang ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;DIKO MERAIH TUBUH VE DAN MEMAPAHNYA KE TEMPAT TIDUR.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;IBU :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Ko, tolong ambilkan minum.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Sebentar Bu, aku ambilkan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;DIKO KELUAR, MASUK KEMBALI MEMBAWA SEGELAS SUSU PUTIH.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;IBU :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Kamu jangan bangun dulu. biar Diko pergi ke Kantormu dan memiintakan ijin agar kamu bisa istirahat hari ini. Kamu makan dulu ya, biar tubuhmu tidak lemas.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;( Menggeleng )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Aku mau kerja, pekerjaanku banyak hari ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;IBU :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Gimana kamu mau kerja kalau tubuh kamu lemah seperti ini ? &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;IBU MEMANDU VE KEMBALI KE TEMPAT TIDURNYA. IBU MEMBUKA KORDEN VE MERASA SILAU IBU MENUTUPNYA KEMBALI.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;IBU DUDUK DI SISI VE.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;IBU:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Baiklah,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ibu akan panaskan air untukmu, Ko, temani kakakmu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;IBU KELUAR. DIKO DUDUK DI SAMPING VE. VE MENGULURKAN GELAS SUSUNYA YANG MASIH TERSISA.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Ko, tubuhku lemas.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Kamu harus bertahan Ve.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Aku capek Ko, capek banget, kenapa aku nggak mati saja ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;( Tak senang )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Jangan ngomong gitu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;aku tahu kamu capek, kamu sakit tapi kamu akan lebih capek dan sakit jika pikiran kamu terforsir untuk merasakan capek dan sakit itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;VE MENARIK KAKI TAPI URUNG. DIA MERASAKAN NYERI. DIKO MEMBANTUNYA MENGANGKAT KAKI.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Aku ingin secepatnya menyelesaikan hidupku. biar aku nggak jadi beban kamu dan Ibu lagi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Siapa bilang kamu jadi beban ? Nggak kok, kamu bukan beban. kamu anugerah buat keluarga kita. aku bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana jika keluarga ini tak ada kamu ? semuanya pasti terasa kacau.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Yang pasti aku tak akan menyusahkan kalian. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Kamu salah Ve, salah besar. kamu seharusnya bersyukur Tuhan tuh sayang banget ke kamu. kamu mungkin diberinya cobaan yang begini dasyat itu karena Tuhan tahu kamu orang yang kuat, yang mampu mengatasi itu semua. Ayolah Ve, kamu harus semangat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Ya, aku terkadang juga berfikir seperti itu tapi ketika rasa sakit itu datang, aku merasa Tuhan telah benar – benar membenciku, menghukumku atas kesalahan yang aku tak tahu apa itu. Hidup buatku hanya penderitaan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Lagi – lagi kamu salah Ve. Hidup itu linier, kita tidak berhak untuk menentukannya. semua pilihan yang ada didepan mata kita itu kamuflase, tipuan. yang ada hanyalah yang kita jalani.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;DIKO MERAIH TANGAN VE DAN MENGGENGGAMNYA ERAT. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Cobalah kamu rasakan rasa sakit itu adalah nikmat Ve. Tak semua orang mampu menahannya sebaik kamu. itu kebaikan yang diberikan oleh Nya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Aku bosan Ko, Aku ingin bebas berlari, aku ingin kemanapun aku mau tanpa harus terbebani rasa sakit yang setiap kali datang dan mengusikku. aku capek setiap kali puluhan jarum menusuk tubuhku. dan kamu tahu apa yang selalu ada dalam benakku. ini tubuhku Ko, tapi bukan sebenarnya tubuhku. Aku bahkan tak punya darah untuk menghidupkannya. Darah ini bukan darahku, aku tak tahu dulu pernah menghuni tubuh mana. Mungkinkah dia ......&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Kenapa kamu selalu berfikir seperti itu ? itu hanya akan menyiksamu. Kamu memang tak tahu darah siapa saja yang pernah mengalir dalam tubuhmu. tapi milik siapapun darah itu tetap suci Mbak. Tuhan pasti telah mensucikannya untukmu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Kamu tak pernah mau mengerti perasaanku Ko.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;VE MEMALINGKAN WAJAHNYA KE ARAH LAIN. DIKO MENATAP KAKAKNYA DENGAN IBA.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;Voice Over ( V. O ) – IBU&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Ko, bantu Kakakmu. Ibu sudah siapkan air hangatnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Ayo Ve, aku bantu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;VE MENGULURKAN TANGAN, DIKO MEMBIMBINGNYA. SETELAH BERDIRI, VE MELEPASKAN TANGAN DIKO. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Sudah, aku tak apa – apa. Aku bisa sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;VE KELUAR KAMAR. DIKO MENGEPALKAN JEMARI TANGANNYA. SEDIH, BENING AIR MATA MENGGANTUNG DI PELUPUK MATANYA..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;FADE OUT.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;FADE IN :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;# 13 INT - SEBUAH KANTOR – SIANG 12.00&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;SUASANA HIRUK PIKUK. MEJA VE BERADA DI URUTAN KEDUA. DIBATASI OLEH SEKAT. KOMPUTER BERDERET DI SISI KANAN. VE MERAPIKAN BERKAS DI MEJA. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;GADIS 1&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Kelihatannya kamu ceria banget ? Dapat promosi ya ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;( Mencibir )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Promosi ? Mimpi kali.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;GADIS&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;2&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Moga – moga Ve, aku do’ain.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;( Mengangguk )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Amin. Eh, makan yuk.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;ALVIN DATANG, GADIS 1 DAN GADIS 2&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;MENYINGKIR. ALVIN MENJAJARI&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;VE.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ALVIN&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Makan yuk Ve.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;VE MENDONGAK. DIA MENUNJUK KE ARAH BERKAS DAN MEMBERI ISYARAT UNTUK MENUNGGU. ALVIN MENUNGGU.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Ayo, dimana ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ALVIN&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Terserah kamu. Enaknya dimana ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Aku mau pecel madiun. kayaknya enak. lagipula tempatnya nggak terlalu ramai. kita kesana aja ya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ALVIN&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Up to you sweety. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;VE TERSENYUM. ALVIN BERUSAHA MENGGANDENG TANGAN VE TAPI VE MENOLAKNYA.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;FADE OUT.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;FADE IN :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;# 14 - SEBUAH RUMAH MAKAN – SIANG 12.00&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;VE MENUJU KE MEJA SAJI,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;SEPIRING PECEL, JUS DAN BUAH &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ADA&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; DI PINGGANYA. DIA MEMBAWANYA KE SEBUAH MEJA DI SUDUT. ALVIN DIBELAKANGNYA SAMBIL MEMBAWA BAKI SAJI YANG SAMA. MEREKA NGOBROL SAMBIL MAKAN.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ALVIN&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Hari ini kamu sepertinya beda banget. kamu sakit lagi ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Tadi Inez dan Vera bilang aku kelihatan ceria sekarang kamu menanyakan apa aku sakit ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Eh, ternyata tubuhku berubah sangat cepat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;VE MENEPUK PIPINYA DAN TERSENYUM LEBAR. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ALVIN&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; MERAIH TANGAN VE DAN MEMBANDINGKANNYA DENGAN DIRINYA.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 83.1pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ALVIN&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Enggak, lihat saja tangan kamu, bandingkan denganku, kamu terlihat sangat pucat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Setiap hari bagiku adalah sakit. Kadang aku merasa aku sangat sakit walaupun lain waktu aku merasa aku mempunyai energi lebih. aku bahkan heran pada diriku sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ALVIN&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Kamu seharusnya jaga kondisi Ve.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Aku tahu kamu pasti akan bilang seperti itu. tapi makasih, aku tahu seharusnya aku bersyukur, dulu dokter pernah mengatakan kalau usiaku tak akan lebih dari tujuh belas tahun. dan ternyata perkiraan dokter salah, sekarang dari literatur yang aku baca bahkan mengatakan harapan hidup orang &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dengan penyakit yang kuderita hanya sampai usia tiga puluh tahun. itu artinya kesempatanku untuk hidup masih tiga atau dua tahun lagi. dan kamu tahu, seringkali ketika sakit itu datang, aku pasti menyesal kenapa aku tidak mati saat usiaku tujuh belas tahun.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;VE MENYUAP MAKANAN KE MULUTNYA, TERJADI KECELAKAAN SENDOK VE TERJATUH. VE MEMBUNGKUK DAN MEMUNGUTNYA. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ADA&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; NODA DI PIPI VE. ALVIN MENGHAPUSNYA. VE MEMALINGKAN WAJAH&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;MENATAP KE LUAR JENDELA. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;CUT TO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;# 15 – EXT -&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;HALAMAN RUMAH MAKAN – SIANG 12.30 &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;SEORANG PEMULUNG SEDANG MEMUNGUT SAMPAH TAMPAK DILUAR. DIBELAKANGNYA DUA ANAK KECIL MEMEGANG SEDOTAN DAN BOTOL AIR BEKAS. MEREKA TAMPAK KOTOR DAN LUSUH.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;BACK TO SCENE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;( Menggumam )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Manusia memang tak pernah berterima kasih.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ALVIN&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Apa Ve ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;( Menggeleng )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Ah sudahlah, oh ya sampai dimana tadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ALVIN&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Kupikir kamu salah jika kamu menyesali umur yang diberikanNya padamu. bukankah dengan panjangnya umurmu kamu bisa merasakan hal yang banyak. kamu bisa menyelesaikan pendidikanmu, bekerja hingga saat ini. dan ...&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;ALVIN TERDIAM SEJENAK. DIA MENATAP VE LEKAT. DIA SANGAT MENGAGUMI KETEGARAN GADIS ITU.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Dan apa ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;ALVIN MENGHELA NAFAS PANJANG DAN MENERUSKAN.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ALVIN&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Memberiku kebahagiaan. Aku sayang kamu Ve. Sejak pertama kali kamu masuk kantor dan aku melihatmu. mengenalmu adalah kesempatan yang sangat membahagiakanku. Sayang kamu nggak pernah ngerti.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Kamu belum mengenalku Vin. aku yakin jika kamu tahu apa sebenarnya yang sedang terjadi padaku, kamu akan perlahan – lahan menjauhiku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ALVIN&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Kamu salah besar. aku bukan orang yang seperti itu. justru karena aku tahu penderitaanmu sekarang, aku makin sayang kamu. aku ingin kamu bersedia berbagi denganku Ve.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;VE MENGGELENG LEMAH&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ALVIN&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Apa kamu tidak mencintaiku ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;VE KEMBALI MENGGELENG. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;( Mengangkat bahu )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Kamu nggak tahu apa itu Thalasemia. Penyakit itu terkutuk Vin. Aku telah ditakdirkan untuk menerimanya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Turun temurun dan kelak anak – anakku yang akan menanggungnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;AIRMATA MENETES DI PIPI VE. ALVIN MENDEKATINYA. MENGULURKAN TANGAN DI BAHU VE DAN MENENANGKANNYA. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ALVIN&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Itu bukan masalah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Bicara memang mudah, Tolong Vin jangan paksa aku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;ALVIN MENGGENGGAM TANGAN VE.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ALVIN&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Baiklah jika itu maumu. tapi tolong&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;suatu saat nanti setelah pikiranmu tenang beri aku alasan yang lebih bisa kuterima kenapa kamu menolakku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;VE MENGANGGUK. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;FADE OUT.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;FADE IN :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;# 16 - INT. SEBUAH RUANG KELUARGA – SORE 15.00&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;TELEVISI MENYALA. BERITA SORE. DIKO MERAIH REMOTE CONTROL DAN MEMINDAHNYA DI SALURAN SEPAK BOLA. IBU GANTI MENGAMBIL REMOTE CONTROL DAN MENGGANTINYA DI ACARA INTERAKTIF PENGOBATAN ALTERNATIF.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Ah, Ibu menyebalkan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tanggung nih, lagi rame.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;IBU :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sudah, Ini saja. siapa tahu ada pengobatan untuk kakakmu. Kasihan dia, Ibu seringkali membayangkan bagaimana penderitaannya jika tubuh ditusuk jarum berkali – kali.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Ya memang harus begitu pengobatannya. kalau tidak melalui jarum apa darahnya bisa diminum begitu saja, memangnya Ve vampire ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;CUT TO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;FADE IN :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;# 17 – INT – DAPUR RUMAH VE – SORE &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;VE MENGADUK MINUMAN DAN HENDAK MEMBAWANYA KE RUANG KELUARGA TAPI URUNG. DIA MENDENGARKAN PERCAKAPAN IBU DAN DIKO DARI BALIK PINTU.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;BACK TO SCENE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;IBU :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Ibu pikir Ve sudah seharusnya masuk Rumah Sakit lagi. Kejadian kemarin membuat Ibu ngeri. bagaimana kalau kejadian itu terjadi saat Ve naik motor atau menyeberang jalan ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;( Mengangguk )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Iya, Aku juga pikir begitu. tapi darimana uangnya ? Biaya untuk itu &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt; nggak sedikit bu. Tranfusi terakhir baru sebulan kemarin. apa gaji Ve sudah cukup untuk kesana lagi ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;IBU :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Halaman belakang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu jika kita jual laku berapa ya Ko ? Ibu pikir tak apalah kita jual halaman itu dulu. nanti bisa kita beli lagi kalau sudah ada uang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;( Tertawa )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Ibu ini, darimana kita dapat uang untuk membelinya lagi. Kalau sudah kita jual ya sudah. kita nggak mungkin bisa membelinya lagi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;IBU :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Maksud Ibu ...&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;VE MASUK KE DALAM RUANGAN. IBU DAN DIKO TERDIAM. VE MELETAKKAN SECANGKIR KOPI DI MEJA. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Kenapa terdiam ? &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;IBU :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;( terbata – bata )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.1pt 0.0001pt 81pt; line-height: 150%;"&gt;Oh ya Ve, tadi jadi mampir ke Dokter Budi &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt; ? apa katanya ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;CUT TO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;FADE IN :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;# 18 -&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;.INT – RUANG PRAKTEK DOKTER BUDI – SIANG &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;VE DUDUK BERHADAPAN DENGAN DOKTER BUDI.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DOKTER BUDI :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Ve, limpa Ve sudah membesar dan jika ini dibiarkan mungkin suatu saat nanti akan mempengaruhi abdomen Ve. Ve bisa sesak nafas, mual – mual bahkan muntah. mungkin juga Ve akan terganggu gerak. Hal yang lebih lanjut, perut Ve akan ikut membesar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Jalan keluarnya Dok ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DOKTER BUDI :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Maksud Ve ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Ya, mungkin dengan minum obat untuk mengecilkan atau ...&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DOKTER BUDI :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 74.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Splenomegali atau pembengkakan limpa tidak bisa diatasi dengan obat. apalagi ini karena thalasemia. wajarnya hanya bagaimana caranya biar tidak bertambah besar, yaitu dengan menjalani tranfusi darah rutin agar kerjanya tidak terlalu keras.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 74.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 2.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; text-indent: -81pt; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 74.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Berarti tidak ada obatnya Dok ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 74.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 2.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; text-indent: -81pt; line-height: 150%;" align="center"&gt;DOKTER BUDI i :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 74.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Secara umum ya. tapi saya dengar, di luar negeri &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; sudah ditemukan sebuah obat yang bisa mengatasi atau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;membantu seorang penderita Thalasemia memperjarang masa tranfusinya. sayangnya obat itu belum bisa kita peroleh disini kalaupun bisa mungkin harganya yang belum terjangkau kantong kita.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 74.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 2.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; text-indent: -81pt; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 74.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Jadi jalan satu – satunya tetap operasi ya Dok ? Apa tidak bisa dipotong separuh dan dibuang yang sudah jelek Dok ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 74.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 2.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; text-indent: -81pt; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;DOKTER BUDI :&lt;span style=""&gt;                                           &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 74.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Limpa sifatnya seperti spon. dia tidak bisa dipotong separuh, kalaupun harus diambil ya diambil semua. kebetulan saat manusia berusia tujuh belas tahun keatas, fungsi limpa sudah bisa tergantikan tulang sunsum. nah, dengan kata lain limpa Ve bisa diambil. tapi ada tapinya &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Tapi apa Dok ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DOKTER BUDI :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 74.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Tapi itu bukan tanpa resiko. operasi pengambilan organ itu operasi bedah besar. resikonya tidak kecil. bisa berakibat fatal. Ve masih punya Ayah ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;VE MENGGELENG.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DOKTER BUDI :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Ibu ? Atau suami ? &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Ibu masih tapi kalau suami belum punya Dok.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DOKTER BUDI&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Apalagi. jika ada Ibu tak apa – apa sebab masih ada yang bertanggung jawab sayangnya itupun belum cukup. masih ada hal lain yang harus Ve ketahui.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;VE BERSIKAP MENUNGGU.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DOKTER BUDI :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;( Melanjutkan )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Setelah Limpa diambil, mungkin tubuh Ve tidak akan setangguh sekarang. bisa saja penyakit – penyakit sepele seperti flu, pilek dan batuk akan lebih mudah menyerang. itu karena limpa sebagai penghasil zat imun sudah tidak ada lagi. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;VE TERMENUNG.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Biayanya Dok ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DOKTER BUDI :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.1pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Operasi itu sangat mahal tapi yang pasti tidak lebih dari seratus juta dan jika Ve bisa menunjukkan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; keterangan tidak mampu biasanya hanya separuh saja yang dibebankan pada Ve.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 83.1pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;CUT TO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; line-height: 150%;"&gt;FADE IN :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; line-height: 150%;"&gt;# 18 - INT.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;KAMAR TIDUR – MALAM 00.00&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;VE TERBANGUN KARENA TUBUHNYA KEJANG. TANPA BANGKIT VE SEGERA MEROSOT KE LANTAI. SESAAT TAK BERGERAK, TELAPAK TANGANNYA MENANGKUP DI DEPAN WAJAHNYA. DIA MULAI MENGGERAK – GERAKKAN TANGAN DAN KAKINYA. NAFASNYA TERASA SESAK.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; line-height: 150%;"&gt;KEMBALI KE SCENE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;IBU :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Ve.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;( Tergeragap )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Eh iya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;IBU :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Jadi mampir ke Dokter Budi ? Apa katanya ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sudah saatnya aku masuk rumah sakit, darahku sudah turun lagi. enam. lebih cepat dari perkiraan semula. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; line-height: 150%;"&gt;IBU MENGHELA NAFAS PANJANG.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;IBU&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Itulah kalau kamu terlalu capek. tubuhmu terforsir pekerjaan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;( menggeleng )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Masalahnya bukan terforsir atau tidak bu. tapi sepertinya waktuku sudah dekat. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;IBU :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Hus. jangan ngomong sembarangan. siapa bilang waktumu sudah dekat. Gusti Allah yang punya rencana. kita nggak tahu apa yang direncanakanNya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Aku capek bu. masuk rumah sakit ngabis – abisin semua harta keluarga. daripada untuk biaya rumah sakitku lebih baik uang hasil penjualan halaman untuk bayar kuliah Diko sampai wisudanya nanti biar Ibu nggak usah khawatir lagi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; line-height: 150%;"&gt;IBU DAN DIKO SALING MEMANDANG.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;IBU :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; line-height: 150%;"&gt;Lalu kamu ? apa kamu sudah punya tabungan untuk biaya rumah sakit ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; line-height: 150%;"&gt;Belum. tapi sudahlah. aku malas ke rumah sakit lagi. sia – sia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;VE BERANJAK PERGI. IBU BERUSAHA MENGEJAR TAPI DIKO MENGHALANGI IBU. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;FADE OUT :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;FADE IN :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;# 19 . INT – KAMAR VE – SORE 17.00&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;VE&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;DUDUK DIATAS BINGKAI JENDELA. ANGIN BERHEMBUS SEPOI. MATAHARI JINGGA HAMPIR TENGGELAM. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Ve, &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; apa sih kenapa jadi sensitif seperti ini ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Aku merasa hidupku sia – sia Ko, Nggak ada artinya. hanya nyusahin kalian. Dulu, Zeta pernah bilang sakitku karena kutukan. aku pikir, apa yang dikatakannya memang benar. aku sakit karena kutukan. aku selalu jadi beban kalian.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Kata siapa ? Heh Ve, Zeta ngomong gitu karena ingin nyakitin hati kamu. bukan dari logika. Thalasemia bukan kutukan. dan siapa bilang kamu adalah beban dalam keluarga ini. Aku yakin, jika Ayah masih hidup pasti dia mau menukar nyawanya demi kamu. Dan aku, kalau bisa aku bersedia kok gantikan tempat kamu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Gimana rasanya kematian ya Ko ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Kamu jangan ngawur kaya gitu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Semua rasa sakit aku dah pernah alamin. aku bosan, mungkin kematian lebih baik untukku. Aku sedang berfikir seperti apa rasa sakit akibat kematian itu ?. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Ve, semua orang pasti bakal ngalamin seperti apa itu kematian. cuma yang aku nggak habis pikir kenapa kamu terus terobsesi dengan kematian Ve ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 83.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;VE MENUNJUK KE SEBUAH BINTANG YANG PALING CEMERLANG. DIKO MENGIKUTI PANDANGANNYA.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 83.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Kamu lihat, bintang itu paling terang. Jika aku boleh meminta aku ingin Tuhan memberikan bintang itu untukku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 83.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;BIBIR VE MENGEMBANG. DIKO MENATAP SENANG. TAPI TAK LAMA, SENYUM VE SEGERA SURUT. VE BERANJAK MENUJU MEJA DAN DUDUK TERMENUNG.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Kupikir hidup bagiku artinya rasa sakit... dan kematian, selalu menarik bagiku. aku berharap, kelak sesudah kematianku aku tak akan lagi merasakan rasa sakit ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;VE MEMUTAR – MUTAR SEBUAH BONEKA LILIN DAN MEMATAHKAN LEHERNYA. DIKO TERDUDUK&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;LEMAS.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 83.1pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;FADE OUT.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;FADE IN :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;# 20 - EXT : &lt;st1:place st="on"&gt;TAMAN&lt;/st1:place&gt; KAMPUS – SIANG 11.00&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;DIKO DUDUK MELAMUN DI PINGGIR DANAU. RENDI MENGHAMPIRINYA. MENEPUK BAHU DAN DUDUK MENDAMPINGI.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;RENDI :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Kenapa Ko, kusut banget ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;DIKO DIAM . DIAMBILNYA BATU DAN DILEMPARKANNYA KE DANAU.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;POINT OF VIEW ( P.O.V ) – KAMERA SUBJEKTIF – AIR BERGOLAK KECIL.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;DIKO GELISAH.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Aku nggak tahu mesti gimana Ren. Ve sepertinya terobsesi sama kematian.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;RENDI :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Ve ? dia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Ya, Kakakku. Saudaraku perempuan satu – satunya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;RENDI :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Bukankah dia gadis yang hebat ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Hebat ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;RENDI :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;( mengangguk )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Iya, hebat. Yang aku tahu dia pagi kerja di kantor, sore nyales dan malamnya kuliah &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt; ? gimana nggak hebat, dia itu perempuan Ko.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Ya, mungkin. tapi sebenarnya dia rapuh. Yang sebenarnya Ve seorang penderita talasemia dengan fungsi organ tubuh yang mulai rusak.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;RENDI :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Kok aku baru tahu sekarang. kupikir dia seorang gadis super yang mempunyai segalanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;( menggeleng )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Ve diciptakan untuk menderita.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;DIKO MENERAWANG KE LANGIT.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;CUT TO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;# 21 - INT . RUANG MAKAN RUMAH VE – PAGI. 06.00&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;VE SIBUK MENYIAPKAN SARAPAN, MEMBUATKAN TEH IBU, MENGAMBIL AMPLOP GAJINYA MEMBUKA MENGAMBILNYA SEBAGIAN DAN MENYERAHKANNYA PADA IBU. MENCIUM TANGAN IBU DAN KELUAR DENGAN TERGESA – GESA.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;KEMBALI KE SCENE.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;RENDI :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Lalu selama ini bagaimana dia bisa bertahan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Dia harus rutin menjalani tranfusi darah setiap tiga bulan sekali. Limpanya sudah rusak. Dokter takut itu akan berakibat pada organ yang lain.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;RENDI :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Lalu biayanya ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Walaupun itu merupakan masalah berat tapi bukan itu permasalahan yang mengganggu pikiranku.. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;RENDI :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Lantas, dimana letak masalahnya ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Seperti yang telah kukatakan. Ve sepertinya terobsesi pada kematian. dia selalu berjalan tanpa arah, dia berbuat sesuatu tanpa pernah pikir panjang. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;RENDI :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Kamu takut dia akan bunuh diri ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;( menggeleng )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Nggak tahulah Ren, walaupun aku yakin dia tidak akan berbuat hal sebodoh itu. tapi aku khawatir jika Ve tak segera mendapatkan pertolongan bagi jiwanya, hal itu akan benar – benar terjadi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;RENDI :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Ya, aku paham jika dia merasa putus asa..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;POINT OF VIEW ( P.O.V )&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;- SEORANG PEMUDA MELANGKAH BERSAMA SEORANG GADIS. MEREKA BERHENTI TEPAT DI SAMPING DIKO DAN RENDI.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;DIKO BERDIRI, MARAH . MENUNJUK KE WAJAH KEN. RAGU.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;RENDI MENENANGKANNYA.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Kamu ! &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;KEN :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sori Dik, Aku cuma mau tanya, &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; apa dengan Ve ? Kenapa dia nggak masuk kuliah kemarin sore ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;JENI :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;( Tak senang )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Ve ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;KEN MEMANDANG JENI KESAL.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;( Ketus )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Ve nggak enak badan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dia sakit. Puas ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;KEN :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Terus sekarang dimana ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;( mengangkat bahu )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Dia memaksa masuk kerja. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;KEN :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Tapi kuliah lagi penting. Seminggu lagi ujian akhir.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Aku bisa ke rumah &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt; ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO : &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;( ketus )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Untuk apa kamu kesana ? Untuk menyakitinya ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;DIKO BERBALIK. MENGELUARKAN TANGAN DARI SAKU DAN MELEMPARKANNYA KE&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;DANAU. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;POINT OF VIEW (P.O.V ) – KALUNG VE&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;MELAYANG DI UDARA DAN JATUH KE DALAM KOLAM. SEMUA PANIK. DIKO MENUTUP WAJAHNYA.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;( Panik )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Oh My God ! Kalung Ve !&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;DIKO PANIK. KEN MELOMPAT KE DALAM DANAU.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;JENIE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Ken ?! Apa yang kamu lakukan ?. Dasar bodoh !&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;KEN KELUAR MEMBAWA SEBUAH KALUNG. KEN MENATAP KALUNG ITU&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;CUT TO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; line-height: 150%;"&gt;FADE IN :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; line-height: 150%;"&gt;# 22 - EXT. JALAN RAYA – BADAI – SIANG 14.00&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;VE BERJALAN CEPAT. ANGIN BERTIUP KENCANG. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;PONIT OF VIEW ( P.O.V ) BUMI BERPUTAR – LANGIT BERPUTAR – TUBUH VE LIMBUNG. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;SEBUAH MOBIL BERHENTI – KEN KELUAR DARI MOBIL DAN MENOLONG VE.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;CUT TO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;# 23 - INT. RUMAH KEN - SEBUAH RUANG KELUARGA – SIANG 15.00&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;VE DUDUK MENGHADAPI SUSU PANAS. KEDINGINANNN. KEN MENYELIMUTI TUBUH VE.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;KEN :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Aku tak mengira, kamu akan senekat itu, menerobos badai bukan hal yang pintar menurutku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; banyak hal yang harus kulakukan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;KEN :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Seberapa penting ? Sehingga kamu pertaruhkan keselamatanmu ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Lebih penting daripada aku menyelamatkan diri dari badai.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;KEN :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Maksudmu ? menunggu dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menghindari badai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;reda tidaklah penting ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Tidak terlalu. karena aku sudah terikat janji.!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;KEN :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Janji ? kupikir orang yang terikat janji denganmupun pasti akan mengerti dengan alasanmu mengenai badai itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Aku sudah terikat janji dengan diriku sendiri. Aku penderita Thalasemia mayor, seminggu lagi aku sudah harus tranfusi. sebenarnya dari kemarin, tapi karena aku belum punya biaya cukup akhirnya dokter mengijinkan aku mengulur sedikit waktu. Karena itulah aku harus mengejar waktu dan juga uang. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;KEN :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Kenapa kamu tak pernah cerita ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Untuk apa ? Agar kamu dan Jenie bisa menertawai keadaanku ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;KEN :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Dari semula kamu tahu yang sebenarnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;VE BANGKIT. MENGAMBIL SEBUAH KALUNG DARI ALMARI PAJANG.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;VE MENGAMATI KAGUM.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;KEN :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Kalung ini pemberian Eyang dari kekasihnya yang seorang belanda. Sayang Eyang buyutku anti kolonialis, dia menganggap semua orang Belanda adalah kolonial. Eyang selalu menganggap kalung ini adalah belahan jiwanya yang hilang. Untuk itu dia menyimpannya dengan baik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Cantik ya, pasti belanda itu sangat menyayangi Eyangmu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;POINT OF VIEW ( P.O.V ) – KALUNG BERHIASKAN BATU MULIA.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;KEN MENGAMBILNYA. MEMASANGNYA DI LEHER&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;VE.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;KEN :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sudah lama aku ingin memakaikannya untuk gadis yang aku cintai.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; text-indent: -81pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Terima kasih.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;MEREKA BERCIUMAN.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;BACK TO SCENE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;KEN MEMBERIKAN KALUNG PADA DIKO.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;KEN :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Tolong jaga Ve baik – baik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 83.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;JENI KEMBALI MERAJUK. KEN &lt;st1:place st="on"&gt;BURU&lt;/st1:place&gt; – &lt;st1:place st="on"&gt;BURU&lt;/st1:place&gt; MENGANDENGNYA PERGI.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;Ken ::&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sori ya Dik, Aku duluan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;DIKO MENGEPALKAN TANGAN. MARAH. DIA BERMAKSUD MENINJU KEN DARI BELAKANG. RENDI MENAHANNYA.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;RENDI&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Dik..dik,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;apa maksudnya ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Bangsat itulah yang selalu membebani pikiran Ve..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;RENDI MENGGARUK KEPALA.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Ve sangat mencintainya, sayang Bangsat itu malah mempermainkannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;RENDI : &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Entah ideku salah atau tidak, kupikir tak ada salahnya jika dia kita ajak bergabung dalam padepokan kita. mungkin itu bisa membuatnya lebih tenang dan berdampak positif untuk jiwanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 2.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;FADE OUT :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;FADE IN :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;# 24 - EXT – RUMAH VE -&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;SIANG 13.00&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;VE&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;TURUN DARI SEPEDA MOTOR. DIA MEMBAWA KARDUS BESAR. SEKARDUS BUNGA HIAS DI TEMPATKAN DI DEPAN. TAMPAK PAYAH. DIKO DAN RENDI MENGHAMPIRI.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Buku lagi ? &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Iya, terpaksa aku bawa pulang, sekolah libur.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sudah lama Ren ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;RENDI :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Lumayan. Taruh mana Ve ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 83.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 83.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;RENDI MENGANGKAT KARDUS BUNGA.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 83.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Letakkan saja di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;. Sebentar lagi harus kuantar ke kios.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;RENDI :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Nggak capek ? &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;( tersenyum sekilas )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Belum.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ko, bukunya tolong taruh didalam ya, takut rusak. Aku mandi dan sholat dulu. lengket banget nih.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 83.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 83.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;DIKO MENGANGKAT JEMPOL. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Siap juragan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;VE MASUK KE DALAM RUMAH.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;IBU DAN PAK RESTU SEDANG DUDUK DI RUANG TAMU.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;IBU :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Ve, baru pulang ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;( Menganggukkan kepala )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Oh ada tamu rupanya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;IBU :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Oh ya Pak, kenalkan ini Ve, anak sulung saya yang saya ceriterakan tadi..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;VE MENYALAMI PAK RESTU.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;VE. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;PAK RESTU :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Wah, Ibumu bangga sekali terhadapmu. kamu benar – benar hebat. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Bapak teman Ibu ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;IBU :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Pak Restu ini yang mau membeli halaman belakang rumah kita. Dia teman Ibu. Satu kelas dulu di SMA. Nggak nyangka kalau akan ketemu lagi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-indent: -81pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-indent: -81pt; line-height: 150%;"&gt;IBU DAN PAK RESTU SALING TERTARIK.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-indent: -81pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Oh, silahkan teruskan reuninya, Saya pamit dulu shalat dulu. takut ketinggalan waktu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;PAK RESTU MENGGELENG – GELENGKAN KEPALA. KAGUM. IBU TERSIPU.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;CUT TO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;FADE IN :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;# 25 - INT. KAMAR MANDI &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;VE MENANGIS TERTAHAN. MENGGUYUR AIR DI KEPALANYA PELAN – PELAN. VE LURUH KE LANTAI. PINGSAN.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;FADE OUT : &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;FADE IN :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;# 26 – KAMAR JENIE – MEWAH – SIANG 15.00&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;JENIE DUDUK DIATAS TEMPAT TIDUR GUSAR. ROSI BERDANDAN. SISCA MENDENGARKAN MUSIK.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;JENIE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Brengsek ! Sialan !&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;ROSI DAN SISCA ACUH. JENIE MELEMPAR BANTAK KE KEPALA ROSI. DAN MEREBUT HANDFREE DARI SISCA&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;JENIE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;( Membentak )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Heh kalian ! Dengar nggak sih !&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; text-indent: -81pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; text-indent: -81pt; line-height: 150%;"&gt;DUA GADIS ITU MENATAP TAK MENGERTI.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 2.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; text-indent: -81pt; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 2.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; text-indent: -81pt; line-height: 150%;" align="center"&gt;JENIE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Aku benar – benar nggak habis pikir ! Apa sih istimewanya Ve itu ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;ROSI :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Kenapa dengan dia ? bikin kamu kesal lagi ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;JENIE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Nggak cuma kesal. Aku pengen mampusin dia. Selama dia masih hidup, Ken nggak akan benar – benar jadi milik aku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;SISCA :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Maksudmu bunuh ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;JENIE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Kalau perlu, paling tidak aku ingin dia cacat seumur – umur. Aku nggak akan rela Ken jatuh ke tangannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;ROSI :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Jen, bukankah Ken sudah jadi milik kamu. Kalian bahkan sudah bertunangan. Apalagi yang kamu khawatirkan ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;JENIE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Kemarin, Ken bela – belain masuk kolam hanya gara – gara mau ngambilin kalung Ve. Aku curiga Diko sengaja membuangnya untuk mencari tahu perasaan Ken yang sesungguhnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;ROSI :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Jen jangan berprasangka. Bagaimana kalau Diko benar – benar tak bisa berenang ? dan dia benar – benar tak sengaja ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;SISCA :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Alah, kenapa sih kamu belain Diko ? &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;JENIE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Masalahnya Ken selalu mengundur pernikahan kami. Ini ketiga kalinya dia meminta waktu. Aku takut kehilangan dia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 83.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;JENIE KESAL DILEMPARKANNYA SEMUA BARANG KE LANTAI.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;POINT OF VIEW ( P.O.V ) – FOTO KEN DAN JENIE JATUH KE LANTAI.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 83.25pt; text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;FADE OUT :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;FADE IN :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;# 27 – INT. KAMAR VE – MALAM 19.00 &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;VE SELESAI SHOLAT. DIKO MASUK. VE MELIPAT MUKENA DAN DUDUK DISAMPING DIKO.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Langit cerah ya Ko. Indah. Seandainya setiap malam seperti ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Iya, lihat bintang jatuh. kamu ingin apa Ve ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 83.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 83.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;POINT OF VIEW ( P.O.V ) – BINTANG JATUH.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 2.25pt 0.0001pt 81pt; text-indent: -81pt; line-height: 150%;"&gt;VE MEMEJAMKAN MATA. DIKO MEMEJAMKAN MATA.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 2.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; text-indent: -81pt; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 2.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; text-indent: -81pt; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Kamu minta apa Ko ?.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Aku minta kamu sembuh.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Aku akan sembuh jika malaikat maut menjemputku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Tadi siang, teman Ibu datang. Kelihatannya dia baik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Ya, aku sudah bertemu. Ibu jadi menjual tanah itu ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Ibu bilang, Pak Restu belum mengiyakan tawaran Ibu. tapi kalau kamu nggak keberatan, Ibu menyuruhmu masuk rumah sakit sekarang. Soal biaya, Pak Restu yang akan menanggungnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 83.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 83.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;VE MENYERUPUT KOPINYA.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Kenapa dia begitu baik ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;( Mengangkat bahu )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Aku pikir wajar, Pak Restu teman baik Ibu semasa SMA.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Dan juga pacar Ibu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Ya mungkin. Ve, tak ada salahnya menerima tawaran itu, lagipula sepertinya kondisimu sudah sangat buruk.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Siapa bilang ? Aku sehat kok. Aku masih bisa bertahan sekalipun darahku turun dua atau tiga lagi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Normalnya darah kamu dua belas hingga enam belas, check up kemarin tinggal enam, kamu masih bilang turun dua atau tiga nggak apa – apa ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Ko, kamu pikir aku senang masuk rumah sakit dengan pinjaman seseorang ? dengan apa nanti aku akan mengembalikannya ? Jiwaku saja sudah tidak laku dijual. Kamu... ach.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Pak Restu nggak ngasih pinjaman Ve, dia iklhas membiayaimu. Uang itu dia berikan karena dia merasa telah berhutang budi banyak pada keluarga kita.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE : :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Mustahil. Berhutang budi karena apa ? Itu salah satu perangkap yang disiapkannya untuk Ibu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Tapi setidaknya Ibu bahagis.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Bahagia ? Aku justru punya firasat lain.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Ve.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sudahlah Ko, tak ada yang perlu dibahas lagi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 83.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;VE BANGKIT&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;DIKO MENAHANNYA, MENGULURKAN SEBUAH KALUNG.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 83.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Kemarin aku bertemu dengan Ken. Dia mengambil kalung ini dari dasar kolam dan menyerahkannya untukmu. Dia memintaku untuk menjagamu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;DIKO MENINGGALKAN VE SEORANG DIRI. VE TERMANGU DENGAN KALUNG DITANGANNYA.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;FADE OUT.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;FADE IN :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;# 28 – EXT.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;HALAMAN KAMPUS – SIANG 11.00 &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;DIKO MENATAP NENA KESAL. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Harus berapa kali aku bilang kalau aku sayang kamu. Kamu memang benar – benar ...ich.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;NENA :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Iya. aku tahu tapi masalahnya kenapa kamu masih saja datang ke rumah Rosi ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Nen, aku sudah bilang, Rosi itu teman aku satu jurusan. Wajar &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt; jika aku dan dia akrab dan saling membantu. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;NENA :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Dik, Kamu bilang persahabatan kalian murni tapi kenapa kamu pake nawarin dia jalan – jalan ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Nen, jangan sembarangan ya kamu ngomong. Yang bener, aku mau benerin komputer dan Rosi mengajakku ke stand pameran milik sepupunya. aku pikir nggak ada salahnya &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt; ? Kamu susah banget diajak ngomong.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;DIKO MENINGGALKAN NENA SEORANG DIRI. NENA MENGEJAR. DIKO TETAP PERGI.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 2.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;FADE OUT.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 83.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;FADE INT :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; text-indent: -81pt; line-height: 150%;"&gt;# 29 # - EXT. SEBUAH KIOS BUNGA – SIANG 15.00&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;VE MENGHENTIKAN MOTOR DAN MENURUNKAN KARDUS BESAR BERISI BUNGA.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;JENIE BERADA DI DALAM KIOS ITU MENYERAHKAN BEBERAPA LEMBAR UANG PADA PEMILIK KIOS.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;SISCA :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; line-height: 150%;"&gt;Cepet Jen, dia datang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;JENIE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Tolong Pak, tolak semua bunganya. Jangan dibeli semua bunga – bunga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari dia. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;PEMILIK KIOS :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Wah bagaimana ya ? kalau saya tolak, saya tidak jadi untung hari ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;JENIE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Saya akan ganti.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;PEMILIK KIOS :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Tapi Non, kasihan. dia sudah langganan kita. Bagaimana kalau bunganya tidak laku ? Sayang &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt; Non.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;JENIE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sudah, Nanti biar saya yang beli.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 2.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; text-indent: -81pt; line-height: 150%;"&gt;LANGKAH VE SEMAKIN DEKAT. MEMBAWA KARDUS BERISI BUNGA.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 2.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; text-indent: -81pt; line-height: 150%;"&gt;JENIE PERGI KE BAGIAN LAIN MEMILIH BUNGA. VE MASUK.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Pak, bunganya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diambil semua ya ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;PEMILIK KIOS :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Aduh Non, permintaan sepi. Bapak kehabisan modal, lain kali aja ya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; text-indent: -81pt; line-height: 150%;"&gt;VE TERMANGU. JENIE MENDEKATI.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;JENIE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Kamu Ve itu &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt; ? &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Iya. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; apa ?.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;JENIE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Oh jadi kamu penjual bunga ? Em.. bagus juga, satu tangkai harganya berapa ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Biasanya sih empat ribu. tapi kalau semuanya aku hitung tiga ribu nggak apa – apa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;JENIE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Ehm. Boleh juga. gimana kalau satu aku beli&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;duapuluh ribu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Dua puluh ribu ? Semua duapuluh ribu ? Aduh jangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;SISCA :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Jenie bilang, pertangkainya tolol.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Aku bilang tiga ribu kenapa kamu mau beli sepuluh ribu ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;SISCA :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sudah, boleh tidak ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Iya deh boleh. berapa tangkai ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;JENIE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Semuanya. buruan hitung.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; text-indent: -81pt; line-height: 150%;"&gt;VE MENGHITUNG BUNGA YANG DIBAWANYA.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; puluh. Berarti semuanya..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;JENIE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Kalikan saja duapuluh ribu. Nih. Dua setengah juta. Cukup &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt; ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Dua setengah juta ? &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;JENIE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Iya tapi dengan syarat !&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Syarat ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;JENIE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Mulai sekarang, Kamu nggak boleh deketin Ken lagi. Ngerti ?!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 83.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 83.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;VE TERMANGU.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;SISCA : :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sudah terima saja. Apa ruginya sih.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 83.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 83.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;KEN TIBA – TIBA MASUK. TERKEJUT.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 83.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;KEN :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Jenie ? Ve ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; text-indent: -81pt; line-height: 150%;"&gt;KEN DAN VE SALING MENATAP.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;JENIE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Akhirnya kamu datang juga sayang. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;JENIE MENGGELENDOT MANJA DI BAHU KEN. VE &lt;st1:place st="on"&gt;BURU&lt;/st1:place&gt; – &lt;st1:place st="on"&gt;BURU&lt;/st1:place&gt; MENGUMPULKAN BUNGA DAN BERGEGAS PERGI.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;KEN :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Ve !&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; text-indent: -81pt; line-height: 150%;"&gt;JENIE MENGHALANGI LANGKAH KEN.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; text-indent: -81pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;PEMILIK KIOS :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Non, kenapa nggak jadi dibeli bunganya ? Kasihan. Terus&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;uang untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saya mana Non..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;KEN :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Uang apa Pak ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;JENIE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Tadi aku mau beli bunga. tapi nggak jadi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;KEN :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Uang apa Pak ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;PEMILIK KIOS :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Non ini melarang saya membeli bunga Non Ve. Kasihan dia kalau tahu begini, saya nggak akan mau. Sekarang saya minta ganti rugi Non. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;JENIE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Iya ya. Nih.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;KEN :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Keterlaluan !&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 83.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;KEN MENINGGALKAN JENIE YANG MENGEJAR TERGESA – GESA DIIKUTI OLEH SISCA DAN ROSI.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;FADE OUT.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;FADE IN :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;# 30 – INT – PERPUSTAKAAN KAMPUS – SIANG &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;VE MEMILIH BUKU, MENGAMBILNYA DAN DUDUK DI KURSI BACA.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;KEN MENGHAMPIRI DUDUK DI SEBELAH VE.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;KEN :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;VE.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;VE MENDONGAK. ACUH.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;KEN :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;( lirih )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;VE, maafkan aku. Aku ingin ...&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;VE BANGKIT. MARAH&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Kamu ingin meninggalkan aku &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt; ? Kamu lebih memilih Jeni yang congkak itu &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt; ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Alasanmu lebih bisa kuterima jika kamu tinggalkan aku karena aku sakit. tapi jika alasanmu meninggalkanku&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;karena inginkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sesuatu darinya aku tak akan pernah memaafkanmu Ken. Kamu pengecut !&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;KEN MERAIH PERGELANGAN TANGAN VE. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;KEN :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Ya, aku akui aku pengecut ! tapi aku ingin kita berpisah baik – baik Ve. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;( Menggeleng )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Kita tak akan pernah berpisah baik – baik. Puas ?!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;VE MENINGGALKAN KEN SEORANG DIRI.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;FADE OUT.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;FADE IN :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;# 31 – INT RUMAH VE – MALAM &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;RUANG TAMU&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;VE MENEROBOS MASUK DARI PINTU DEPAN. SEDIH. IBU DAN PAK RESTU SEDANG MENGOBROL DI DEPAN TELEVISI. DIKO DIANTARA MEREKA.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;IBU :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Ve ?1&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kenapa tidak mengucap salam ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;VE MENATAP KE ARAH IBU. ACUH.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Assalamu’alaikum.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;VE MENUJU KAMARNYA. DIKO DAN IBU MENGIKUTI.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;VE BERHENTI DI DEPAN KAMARNYA. IBU DAN DIKO CEMAS.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; apa ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;IBU :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Kamu sakit ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;VE MENGGELENG.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;IBU :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Ibu buatkan susu hangat ya ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Tak usah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;IBU :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Atau kopi saja ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Terserah Ibu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;IBU BERLALU.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Ve ada apa ? Ken ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Tak ada yang harus kusesali Ko. Semuanya memang harus pahit untukku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Kamu selalu pesimis seperti itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Bukan, bukan pesimis tapi kenyataannya memang seperti itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Mau apa dia ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Pak Restu ingin melamar Ibu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;VE MENATAP DIKO.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Sudah kuduga ? Laki – laki memang buaya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;CUT TO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;FADE IN :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;# 32 – SEBUAH RESTAURANT MEWAH – SIANG.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;VE MEMBAWA BUNGA MELEWATI DEPAN RESTAURANT. MELALUI JENDELA DIA MELIHAT PAK RESTU SEDANG MAKAN SIANG DENGAN SEORANG WANITA AKRAB. DIANTARA MEREKA &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ADA&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; SEORANG ANAK KECIL&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;BACK TO SCENE.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Apa maksudmu ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Tolong tinggalkan aku Ko, aku ingin sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Yakin kamu nggak apa – apa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; line-height: 150%;"&gt;Kamu takut aku akan bunuh diri ? Nggak Ko. nggak akan pernah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;DIKO MENINGGALKAN VE SENDIRI. HANDPHONE VE BERBUNYI.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Ta, Aku pengen curhat please..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VOICE OVER – RITA :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Okey aku kesana tungguin ya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;RITA DATANG TERGESA – GESA – CEMAS.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;RITA :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Okey mulailah cerita padaku, apa yang terjadi dengan kalian ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Kain kafan tak lagi putih dan menakutkan bagiku Ta, coraknya telah berubah menjadi batik yang manarik untuk segera kukenakan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;RITA :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Kamu membuatku merinding Ve.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Aku capek Ve, aku letih, aku bosan terus seperti ini. Aku nggak pantas hidup.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;RITA :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Hey..hei.. mana Ve ku yang selalu optimis ? Mana Ve ku yang selalu ceria.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;RITA MEMELUK VE.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; line-height: 150%;"&gt;Tuhan membenciku. Dia jadikan aku seorang pecundang Ta..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;RITA :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Zzz...belum, kamu belum jadi pecundang jika kamu masih bisa merubah keyakinan kamu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;TUBUH VE MELEMAS. VE MENELAN OBAT TIDUR OVER DOSIS.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;RITA KAGET. DIA SENTAKKAN TUBUH VE TAPI TAK &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ADA&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; REAKSI.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;RITA :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Diko....&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;DIKO MENEROBOS MASUK.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;IBU DAN PAK RESTU MENYUSUL DI BELAKANG. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Apa yang terjadi ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;IBU :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Ve...&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;FADE OUT.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;FADE IN :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;# 33 – SEBUAH KAMAR RUMAH SAKIT – MALAM&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;VE TERGOLEK LEMAH. RITA MEMANDANGI TUBUH VE. JEMARI VE MULAI BERGERAK. RITA SENANG.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;RITA :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Ve, syukurlah. Diko..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;DIKO MASUK.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Ko. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;DIKO MENATAP KANTONG DARAH. POINT OF VIEW ( P.O.V ) – KANTONG DARAH.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sudah, sebentar lagi darahnya habis dan kamu harus suntik anti zat besi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;SEORANG PERAWAT MASUK. MENGGANTI KANTONG DARAH DENGAN KANTONG INFUS. MEMUTAR KNOP NYA.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;PERAWAT :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Suntik sekarang ya ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;VE&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;MENGANGGUK.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;PERAWAT KELUAR DAN KEMBALI MEMBAWA SEBUAH SUNTIKAN. PERAWAT MENYUNTIKKAN OBAT MELALUI SELANG INFUS.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;POINT OF VIEW ( P.O.V ) – WAJAH VE MENAHAN SAKIT. MATANYA TERPEJAM, TANGANNYA MENGGENGGAM DAN MENGEJANG. LALU MENGENDUR PERLAHAN.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;FADE OUT.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;FADE IN :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;# 34 – INT .KORIDOR RUMAH SAKIT – SIANG.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;DIKO MENGEJAR&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;DOKTER BUDI. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Dokter ...&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DOKTER BUDI :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Diko ? Kenapa bisa seteledor itu ? Seharusnya Ve tidak boleh sembarangan mengkonsumsi obat – obatan. Fungsi organ dalamnya sedang terancam. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Itulah Dok, saya tak habis pikir bagaimana dia punya pikiran sebodoh itu ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DOKTER BUDI :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Tolong, diawasi benar. Ve seharusnya punya optimisme hidup yang tinggi jika tidak itu akan semakin memperparah kondisinya dan akibatnya bisa fatal.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Jika saya membawanya ke terapi kejiwaan bisa nggak Dok ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DOKTER BUDI :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Saya pernah menawarkan hal itu padanya dan saya pesimis dia akan menerima usulan itu. Ingat, jiwa Ve sedang labil. dia lebih sensitif akhir – akhir ini. Apa dia punya persoalan ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DOKTER BUDI :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Tolong bantu dia pecahkan masalahnya biar setelah itu dia lebih fokus pada pengobatan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Terima kasih Dok.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;FADE OUT.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;FADE IN :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;# 35 – RUMAH KONTRAKAN KEN – SIANG&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;JENIE MEMELUK KEN DAN PERGI MENINGGALKANNYA. DAVID MENDEKATI KEN DAN MENEPUK BAHUNYA.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DAVID :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Hebat kamu, cantik, tajir apalagi yang kurang ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;KEN MENGHANTAMKAN KEPALAN TANGANNYA KE TEMBOK.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DAVID :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; line-height: 150%;"&gt;Kenapa ? Kamu nggak cinta lagi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau jangan – jangan kamu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;punya gebetan lain.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;KEN MENGHEMPASKAN TUBUHNYA DI SOFA.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;KEN :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Justru karena dialah aku telah menyakiti hati seseorang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DAVID :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Ve ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;KEN TERDIAM LESU.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DAVID :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Alah, melo. Eh dimana – mana semua orang pasti milih yang enak dilihat dan tajir. Kenapa kamu mesti mikirin Ve ? Buat dia menjadi masa lalumu. Lihat mereka ! Bandingkan ! &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;KEN :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Jenie nggak akan pernah sebanding dengan Ve.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DAVID :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Na, apalagi kamu udah bisa berkata seperti itu. Ve itu siapa ? Pucat, Sakit, Ke.. (re )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;KEN BANGKIT DAN MENARIK KERAH BAJU DAVID.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DAVID :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Eit... Sori man...&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;KEN :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Aku memang meninggalkannya tapi jangan sampai kamu pikir aku rela dia diperlakukan seenaknya. Ngerti ?!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DAVID :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Iya, iya aku ngerti.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;KEN MELEPASKAN KERAH BAJU DAVID DAN BERLALU. DAVID MENATAPNYA KECUT.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;FADE OUT.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;FADE IN :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;# 36 – KEBUN BUNGA MAWAR&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;MILIK VE – PAGI &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;VE SEDANG MENYIANGI BUNGA MAWAR ( POINT OF VIEW ) – KELOPAK MAWAR. MOTOR ALVIN BERHENTI DI HALAMAN. ALVIN MENGHAMPIRI VE.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ALVIN&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Pagi cantik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;VE TERSENYUM KEARAHNYA.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Darimana ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ALVIN&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Latihan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Latihan ? Latihan apa ? Bukan karate &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt; ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ALVIN&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Diantaranya. Aku penikmat ilmu kebatinan. disana nggak melulu olah batin yang dipelajari tapi juga olah raga, karate, yudo pencak silat bahkan mungkin tinju. Untuk olah raga saja dan juga membela diri jika diperlukan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Oh ya ? Interesting. Boleh aku coba ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ALVIN&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Kenapa tidak ? Kapan ? Sekarang ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Iya, sekarang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ALVIN&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Yang mana dulu ? Maksudku, olah batin atau ...&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;VE MENGANGKAT BAHU. ALVIN MENGATUR POSISI BERSILA. VE MENGIKUTI GERAKANNYA. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ALVIN&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Ok. tarik nafas, pikirkan satu hal. konsentrasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terus...&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;MEREKA TENGGELAM DALAM MEDITASI KHUSUK.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;FADE OUT.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;FADE IN : &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;# 37 – SEBUAH KANTIN KAMPUS – SIANG&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;VE DUDUK BERSANDINGAN DENGAN RITA. MEREKA MENGHADAPI MAKANAN.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;GEROMBOLAN JENIE, SISCA DAN RITA MENGHAMPIRI MEREKA DIAM – DIAM. DUDUK TEPAT DI BELAKANG MEREKA.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;RITA :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Aku pikir sebaiknya kamu lupakan Ken, buang jauh – jauh buaya itu dari pikiranmu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Menurutku dia nggak cukup pantas untuk dicintai.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Ya, kupikir apa yang kamu katakan benar. Sudah saatnya aku membuang jauh – jauh pikiranku darinya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;GEROMBOLAN JENIE TERSENYUM GEMBIRA&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Tapi akan sulit bagiku untuk melakukannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;GEROMBOLAN JENIE&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;KECEWA. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;RITA :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Tak ada salahnya kamu mencoba, Jauhi Ken. hindari pertemuan dengannya dan mulailah pertimbangkan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Alvin&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sudahlah lupakan, Oh ya, Minggu ini Dia berniat ke Gunung. Aku ingin ikut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;RITA :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;( cemas )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Serius ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;VE MENGADUK MINUMAN, MENGACUNGKAN DUA JARI. SWEAR.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;RITA :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Kondisi kamu ..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Nggak papa, aku sudah sembuh kok. Lagipula darahku masih fresh.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;RITA :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Kamu tak boleh remehkan kondisi kamu. Bagaimana jika ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Aku mati ? It’s small problem for me. aku bahkan sudah mengatakannya padamu tempo hari. Kafanku bercorak batik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;RITA :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Kamu benar – benar ich...Diko tahu ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Not yet, tapi aku akan bilang ke dia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;RITA :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Dia nggak akan memperbolehkan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Apa hak dia melarangku ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;VE BANGKIT&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;BERJALAN, RITA MENGEJARNYA.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;RITA :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Aku ikut ya Ve, aku akan jagain kamu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;GEROMBOLAN JENIE MENCURI DENGAR.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;JENIE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Bagus !&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;SISCA &amp; ROSI :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Bagus ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;JENIE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Iya bagus, itu artinya aku punya kesempatan menyingkirkannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;JENIE TERSENYUM LICIK.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;FADE OUT.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;FADE IN :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;# 37 – EXT. HALAMAN RUMAH VE. – SORE&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;VE MELAJU DENGAN SEPEDA MOTOR. DIKO GAGAL MENCEGAH. RENDI DATANG DENGAN MOTOR.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;RENDI :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Kenapa ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;DIKO MENENDANG KERIKIL KESAL. &lt;st1:place st="on"&gt;BURU&lt;/st1:place&gt; – &lt;st1:place st="on"&gt;BURU&lt;/st1:place&gt; MASUK KE DALAM KAMAR. RENDI MENGIKUTI. SUASANA PANIK.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Suck ! Ve kepuncak pagi ini. Mereka cuma berdua. Aku takut terjadi apa – apa dengannya. Ough..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;RENDI :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Apa ? kepuncak ? Ve ke puncak ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;DIKO PANIK DIA MENYIAPKAN CARRIER DAN BERGANTI BAJU.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Seumur – umur Ayah tak pernah memberinya ijin keluar karena takut pada kondisinya, tapi sekarang, Ve merasa dia telah dewasa. Dia pikir gunung&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;adalah tempat yang menyenangkan ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;RENDI IKUT PANIK. BERJALAN HILIR MUDIK.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;RENDI :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Kenapa kamu tidak berusaha mencegahnya ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Sudah tapi NOL !&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;DIKO MENYANDANG CARRIER DI PUNGGUNGNYA DAN BERSIAP PERGI.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;RENDI :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Hey hey... mau kemana kamu ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 84.95pt 0.0001pt 78pt; line-height: 150%;"&gt;Aku harus mencari Ve. Dia memang keras kepala tapi tak mungkin aku melepaskannya menantang maut seorang diri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;RENDI BERDIRI KEBINGUNGAN.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;RENDI :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Ke gunung ? tunggu – tunggu aku ikut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;FADE OUT :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;FADE IN :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;# 38 -&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;POS PENDAKIAN PERTAMA – SORE&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;IN FRAME : PERKEBUNAN MENGHAMPAR – GUNUNG YANG DISELIMUTI KABUT.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;VE, ALVIN DAN RITA BERJALAN BERIRINGAN. VE DAN RITA BERGANDENGAN TANGAN.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;GEROMBOLAN JENIE BERADA DI BELAKANG MEREKA. DIKO DAN RENDI MENYUSUL DI BELAKANG. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;( Berteriak – memanggil )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Ve tunggu....&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;RENDI :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Ve. Hoi...&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;MEREKA MENDAHULUI GEROMBOLAN JENIE. JENIE DAN KAWAN – KAWAN MELAKUKAN PENYAMARAN UNTUK MENUTUPI IDENTITAS MEREKA. BERSAMA MEREKA TIGA ORANG IKUT MENDAKI. GEROMBOLAN JENIE MINGGIR&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;MEMBERI JALAN.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Ve.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;ROMBONGAN VE BERHENTI. DIKO DAN RENDI SAMPAI DIHADAPAN ROMBONGAN VE. DIKO MARAH PADA &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ALVIN&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;. DIKO MENDEKATI ALVIN DAN MENCENGKERAM KRAH BAJUNYA. TANGANNYA HENDAK MENINJU &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ALVIN&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Heh, maksud kamu apa sih, bawa Ve hingga kemari ? kamu nggak tahu &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt; kondisi dia seperti apa ? &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ALVIN&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Dik dik sebentar dik,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;aku nggak bermaksud ..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;RENDI BERUSAHA MELERAI. DIA MENGHALANGI DIKO DENGAN TUBUHNYA. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;RENDI :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Sabar Ko, Sabar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;VE MELANGKAH MAJU DAN BERHENTI DI DEPAN MEREKA. DIA MENATAP KE ARAH DIKO.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Apa – apaan sih kalian ? Pake berantem kaya anak kecil. Ko, sebaiknya kamu pulang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Aku nggak akan pulang tanpa kamu Ve.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Dan aku juga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;nggak akan pulang sebelum aku sampai di puncak gunung. Kamu nggak berhak ngelarang aku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;VE BERBALIK DAN MENINGGALKAN TEMPAT ITU. DIKO MENYERAH, MENGANGKAT TANGAN DAN MEMUKUL ANGIN.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;MEREKA MENGIKUTI LANGKAH VE.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ALVIN BERUSAHA MENDEKATI DIKO. DIKO DAN ALVIN AKHIRNYA AKRAB. MEREKA BERBINCANG – BINCANG SEPANJANG PERJALANAN. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;RENDI DAN RITA SALING TERTARIK. MEREKA SEMAKIN AKRAB.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;SEBUAH PERSIMPANGAN. ALVIN MENGHADAP KE ARAH TEMAN – TEMAN. DIA MEMBERIKAN BRIEFING SINGKAT.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ALVIN&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; dua opsi untuk ke puncak, yang pertama kita&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akan memotong jalan. Tidak terlalu sulit, sama seperti yang telah kita lalui tapi sedikit licin. Sebelum pukul sembilan kita bisa pastikan kita telah berada di puncak. Tapi jika ada yang keberatan, kita bisa ambil jalur pendakian yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sedikit memutar dan akan menghabiskan sedikit waktu lebih banyak untuk sampai ke puncak. Bagaimana ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;( Memandang VE )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Memotong jalan memang lebih cepat tapi aku takut Ve terlalu capek. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;VE MENUNJUKKAN WAJAH KEPAYAHAN. DIA TERDUDUK DI TEBING RENDAH. SIBUK MENGATUR NAFAS DAN MEMPERMAINKAN RANTING.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ALVIN&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Okey lah kita ambil jalan memutar Bagaimana Ve ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;VE MENGANGGUK TANDA SETUJU. MEREKA MELANJUTKAN PERJALANAN.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;GEROMBOLAN JENIE SAMPAI DI PERSIMPANGAN. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;JENIE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;( Menyetop teman – teman )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 83.25pt; text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Ok kita pasang strategi. Kita harus bagaimana Pak ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;JO&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Kita lewat jalan pintas saja, dengan begitu kita akan sampai di puncak lebih cepat. Dengan begitu kita bisa menjebak mereka di Puncak, tak ada jalan keluar disana.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;JENIE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Heh kamu, bagaimana idemu ?.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;BAGONG MENYURUH MEREKA BERKUMPUL DAN MENJELASKAN PETA STRATEGI DI TANAH. MEREKA BANGKIT DAN MELANJUTKAN PERJALANAN DENGAN MENGAMBIL JALAN PINTAS.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;SISCA :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Aduh, istirahat sebentar ya...&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;MEREKA ACUH TETAP MELANJUTKAN PERJALANAN. SISCA TERGOPOH – GOPOH MENYUSUL.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;FADE OUT.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;FADE IN :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;# 39 – RUMAH VE – SIANG&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;IN FRAME : KORAN YANG DIBACA PAK RESTU&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;IBU BERJALAN BOLAK – BALIK. GELISAH. PAK RESTU MENURUNKAN KORANNYA.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;PAK RESTU :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sudahlah Shin, mereka sudah besar. Apalagi yang harus di khawatirkan. Mereka pasti bisa menjaga diri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;IBU DUDUK DI SAMPING PAK RESTU. MASIH TETAP GELISAH.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;IBU :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Bukan soal mereka sudah besar dan bisa menjaga diri. tapi VE ? Kondisi badannya sedang tidak bagus.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;PAK RESTU :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Keputusannya naik gunung aku pikir baik buatnya, selama ini dia selalu merasa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kondisinya menjadi hambatan utamanya. Menurutku, setelah pulang nanti keadaanya akan lebih baik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;IBU :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Lebih baik bagaimana ? Penyakit VE itu tak ada obatnya dan akan ditanggung seumur hidup. Hanya darah yang bisa menolongnya lain tidak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;PAK RESTU :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Aku tahu, yang kumaksud bukan secara fisik tapi jiwanya, spiritnya itu akan sangat berarti bagi semangat hidupnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;IBU :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;( Mendesis pelan )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Tapi VE sama sekali tak boleh kelelahan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;PAK RESTU :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sekali – kali biarkan dia bebas tanpa beban dan ketakutan pada kesehatannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;IBU :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Aku takut, penyebab keputusannya itu karena aku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;PAK RESTU :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Karena keinginan kita untuk menikah ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;IBU MENGANGGUK. PAK RESTU MENDEKATI IBU. MENGGENGGAM TANGANNYA DAN MEMELUK IBU.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;PAK RESTU :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Semoga tidak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;IBU :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Aku tak mau kehilangan kamu, juga VE dan DIKO.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;PAK RESTU :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Sssshh.....&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;PAK RESTU MENGUSAP – USAP PUNGGUNG IBU.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;FADE OUT.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;FADE IN :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;# 40-&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;HUTAN RIMBA – DAY&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;IN FRAME : AIR TERJUN JATUH DI BEBATUAN. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;RENDI DAN RITA BERGANDENGAN TANGAN BERJALAN DULUAN. DIKO DUDUK DI DEPAN AIR TERJUN DAN MEMBASUH WAJAH. VE TERTATIH&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;MENURUNI JALAN&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;BERBATU YANG LICIN. ALVIN DI DEPANNYA.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;IN FRAME : MONYET MEMPERHATIKAN MEREKA DARI ATAS POHON. SEEKOR YANG TAMPAK LEBIH BESAR DARI YANG LAIN MENUNJUKKAN SERINGAI. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;VE BERGIDIK. DIA MENGUSAP – USAP LENGANNYA DAN TERUS BERJALAN.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ALVIN&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;( Mengingatkan )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Hati – hati VE. Jangan injak batu ini licin !&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;ALVIN MENGULURKAN TANGAN TAPI DITEPIS VE. ALVIN KEMBALI BERJALAN. TIBA – TIBA DIA TERJATUH. RENDI DAN RITA YANG MELIHATNYA TERTAWA. VE IKUT TERTAWA. ALVIN TERSIPU MALU.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ALVIN&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;( Bangkit )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Untunglah bukan kamu yang jatuh.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;( Mencibir )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Dasar Bego, tetep aja bego.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;DIKO TIBA – TIBA BANGKIT. DIA MELIHAT ULAR AIR BERENANG MENUJU ARAH VE DAN ALVIN.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;IN FRAME : ULAR AIR BERENANG.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;DIKO :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;( Mengingatkan – berteriak )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;VE, Ular ke arah kalian.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;ALVIN DAN VE MEMPERHATIKAN AIR. ULAR ITU TEPAT MENUJU KE ARAH MEREKA. ALVIN MEMASANG KUDA – KUDA. VE MEMUKULKAN KAYU YANG DI PEGANGNYA KE ARAH ULAR. ULAR BERGERAK MENJAUH. ALVIN LUPA KENDALI DIA TERPELESET DAN TERCEBUR SUNGAI. SIALNYA TANGANNYA SEMPAT MENYENGGOL LENGAN VE HINGGA IKUT TERCEBUR.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;SEMUA TERTAWA. VE KESAL. DI LEMPARNYA ALVIN DENGAN TONGKAT TAPI ALVIN MENANGKISNYA. DIKO MENDATANGI MEREKA DAN MEMBANTU MEREKA UNTUK KELUAR DARI AIR.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;IN FRAME : SESEORANG ( BAYANGAN ) MEMPERHATIKAN MEREKA DARI ATAS AIR TERJUN.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;FADE OUT.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;FADE IN :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;# 41 -&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;PADANG&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; RUMPUT –&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;MALAM&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;LANGIT CERAH. VE DKK MELETAKKAN BAWAAN MEREKA DAN DUDUK ISTIRAHAT. VE DUDUK BERSILA SEDIKIT TERPISAH. RENDI DAN RITA MEMILIH SUDUT SENDIRI. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ALVIN&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; BERDIRI DAN MENGHAMPIRI VE. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ALVIN&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;May I ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;VE MEMBUKA LEBAR TANGANNYA.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Oh sure, have sit down please...&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Langit yang indah ya Vin. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;VE MENGHELA NAFAS.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Ya, Aku seperti bermimpi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ALVIN&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Itulah kuasa Tuhan. Kita tak akan berdaya tanpa kehendaknya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Kata – katamu selalu tak bisa kusangkal, mr. “Jenggot putih”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;ALVIN TERTAWA LEBAR.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ALVIN&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Bagai setitik noktah dalam &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; kabar atau sebutir kerikil di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;padang&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; pasir atau ....&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;( Melanjutkan dengan cepat )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Sebatang ilalang di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;padang&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; ilalang. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ALVIN&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Tapi ada sesuatu yang ingin kuceriterakan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;VE MENATAP KE WAJAH ALVIN SEKSAMA. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;( Meminta )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Tell me the story. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Aku berharap ada bintang jatuh tepat di kepalaku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ALVIN&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Bayangkan, didepanmu saat ini membentang sebuah danau yang maha luas dan dalam. Didalamnya ada kehidupan, ikan, tumbuh – tumbuhan, bebatuan dan segala pelengkapnya. Dan kau berdiri disini, memegang sebuah batu kecil atau apalah itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;ALVIN MENDADAK TERDIAM. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Dan ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ALVIN&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Dan kau melemparkan sesuatu yang kau pegang itu ke Danau yang membentang di depanmu. Apa yang pertama kali terfikir olehmu VE ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;VE BERFIKIR, DIA MENGGIGIT MENANGKUPKAN KEDUA BELAH TANGAN DI DEPAN MULUTNYA.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 1.25in; line-height: 150%;"&gt;Benda itu pasti tenggelam.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ALVIN&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 1.25in; line-height: 150%;"&gt;Lantas ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 1.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Yang pasti ombak,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;air di permukaan danau itu akan beronak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;ALVIN MENGANGGUK, &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ALVIN&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 1.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Kamu benar, Permukaan danau itu akan beronak tidak peduli seberapa besar gelombang itu. dan benda yang kau pegang itu ? Bagaimana kelanjutan kisahnya ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 1.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Benda itu pasti akan tenggelam selamanya dan keadaan di dasar danau tak akan pernah sama.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ALVIN&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 1.25in; line-height: 150%;"&gt;Ya, kehidupan telah berubah. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;ALVIN MERAIH TANGAN VE DAN MENGGENGGAMNYA.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ALVIN&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;VE, , kerikil atau benda itu. itulah kita. sekecil apapun tetap berarti dalam kehidupan. Hidup ini tak sekedar menjalani VE, tapi perjuangan, itulah hakekat kehidupan menurutku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 83.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 83.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;VE MEMANDANG KE LANGIT. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;IN FRAME : BINTANG – BINTANG BERTABURAN, BERSINAR DI LANGIT CERAH.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 83.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 2.25pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 83.25pt; text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Aku harap aku bisa melihat bintang jatuh.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 83.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ALVIN&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Aku juga berharap begitu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VE :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Untuk apa ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ALVIN&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Agar aku bisa merasakan juga kafan batikmu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;VE BANGKIT DAN MENENDANG ALVIN KERAS – KERAS. LALU BERLARI KE ARAH DIKO.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ALVIN&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 83.25pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Hei,, bukankah bintang jatuh di kepala berarti kematian ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;TERDENGAR SUARA BERTERIAK. ALVIN BERHENTI MENGEJAR. VE BERHENTI BERLARI. MEREKA MEMASANG TELINGA BAIK – BAIK.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;VOICE OVER ( V.O )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;Tolong.....&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"untill all's gone ..."&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4039089421411626799-8908300482994121947?l=menantisurga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menantisurga.blogspot.com/feeds/8908300482994121947/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4039089421411626799&amp;postID=8908300482994121947&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4039089421411626799/posts/default/8908300482994121947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4039089421411626799/posts/default/8908300482994121947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menantisurga.blogspot.com/2007/06/fade-in-1.html' title=''/><author><name>rhina BEE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13198746575988049984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_oIeUsN_qjSs/SOxW_b08oiI/AAAAAAAAAF4/U5bb-htePKk/S220/04102008272.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_oIeUsN_qjSs/RoCX2wR1ndI/AAAAAAAAACU/rp71cwjb9zg/s72-c/DSC_3280_.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4039089421411626799.post-8659992477237643137</id><published>2007-06-18T22:05:00.000-07:00</published><updated>2007-06-18T22:06:35.756-07:00</updated><title type='text'>"Cawan Madu Untuk Istriku"</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1in; line-height: 150%;"&gt;Aku berharap dia malam ini terlelap dalam tidurnya. Sehingga tak akan terdengar lagi detak – detak jarum jam bergeser tempat atau juga merasakan kehadiranku yang datang terlambat. Memang bukan hanya sekali dua ini aku datang terlambat, tapi berkali – kali, karena bis yang datang juga terlambat dan jika dia datang tepat waktu, bannya pecah, sopirnya mengantuk hingga perlu istirahat atau jika aku berniat naik taksi selalu saja jalanan pasti macet hingga aku merasa buang – buang uang dan tenaga sebab argo tetap berjalan sedangkan aku tak kunjung tiba dirumah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1in; line-height: 150%;"&gt;Aku punya fasilitas kantor yang memang disediakan untukku, sebuah rumah dinas – yang saat ini kutinggali bersama istri dan anakku yang beranjak dewasa, sebuah mobil mewah yang baru saja turun khusus untukku. dan seorang supir pribadi. Tapi istriku lebih memerlukan mobil itu ketimbang aku. dan tentu saja seorang sopir pribadi itu sangat berguna untuknya, mengantarnya kemana dia pergi, menemaninya berbelanja, arisan dan mengurus kegiatan sosialnya – satu hal yang menjemukan harus bergosip bersama ibu – ibu. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1in; line-height: 150%;"&gt;Dan aku, aku telah terbiasa menghirup bau ketiak pedagang pasar yang bergelut dengan debu. Aku sangat menikmati teriakan kondektur menawarkan trayek jurusan yang akan dilaluinya dengan pita suaranya yang hampir hilang. Aku juga menikmati suara cempreng pengamen jalanan ditingkah tabung pralon berbalut karet serta untaian koin. Aku menikmati semua itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1in; line-height: 150%;"&gt;Dan malam ini kuputuskan untuk memberikan secawan madu pada wanita tercantik – 20 tahun lalu, itu dengan kepasrahan bulat – bulat. Aku tahu, mungkin cawan madu itu akan diminumnya tanpa lagi bertanya tapi mungkin juga cawan itu akan dilemparkannya begitu saja ke wajahku hingga aku tak bisa lagi bernafas. Istriku seorang yang lembut hati walaupun terkadang aku merasa kelembutan itulah sebenarnya kekeraskepalaannya. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"untill all's gone ..."&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4039089421411626799-8659992477237643137?l=menantisurga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menantisurga.blogspot.com/feeds/8659992477237643137/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4039089421411626799&amp;postID=8659992477237643137&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4039089421411626799/posts/default/8659992477237643137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4039089421411626799/posts/default/8659992477237643137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menantisurga.blogspot.com/2007/06/cawan-madu-untuk-istriku.html' title='&quot;Cawan Madu Untuk Istriku&quot;'/><author><name>rhina BEE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13198746575988049984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_oIeUsN_qjSs/SOxW_b08oiI/AAAAAAAAAF4/U5bb-htePKk/S220/04102008272.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4039089421411626799.post-3965988939490041578</id><published>2007-06-18T22:02:00.000-07:00</published><updated>2007-06-18T22:04:42.743-07:00</updated><title type='text'>"Cinta yang Hina"</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Senja yang sunyi, siluet jingga bergerak turun melintasi bumi. Dadaku kian menyesak, ingin rasanya aku menagis dan berteriak sepuasnya tapi belasan batu menghimpitku hingga untuk bernafaspun aku merasa kesulitan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Mereka telah merampas asa dan cintaku, meremasnya menjadi serpihan kecil yang tak mungkin tertolong. melemparkannya begitu saja ke dalam tong sampah dan segera menghancurkannya menjadi bubur sampah yang tak berguna. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Seharusnya mereka memilih tombol opsi untuk membinasakanku. atau mungkin mengambil mesin destroyer dan melumatkan tubuhku serta. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Kubasuh mulutku kembali, kenapa aku harus terlahir begitu hina dan melarat ? hingga cintapun tak pantas kudapat. Dimana keadilan Tuhan, Cinta memang tak bisa dibeli dengan rupiah atau emas permata tetapi kenapa aku tak boleh mendapatkannya hanya dengan alasan yang benar – benar tak masuk akal. Aku terlalu miskin untuk sebuah cinta, karena kemiskinanku aku seakan – akan hina. Aku kembali meraung, inikah dunia itu Tuhan ? ketika kelaparan tak lagi sebuah penderitaan bagiku, Kau kirimkan sebuah asa indah yang kemudian terpenggal ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Kupukul tanah berumput dengan kesal. Seandainya saja halal, mungkin aku akan memilih kematian – entah dari tangan siapa, daripada harus kutanggung kehinaan yang melenyapkan jiwaku. Ya, tubuhku sekarang tak lagi berjiwa. Kosong dan hampa, mereka telah memandangku rendah dan meletakkan telunjuk kakinya diatas kepalaku. Aku tak layak diinginkan dan itulah nasibku&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mendengarnya aku seakan – akan hampir gila. Mereka telah merampas cintaku tanpa nurani dengan hati berfosil. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Cintaku tak mudah pecah, tapi mendengar kata mereka, aku merasa, cintaku terlalu rapuh untuk terus kutahan dan kujalani. Semuanya serba tak tentu, tak ada ujung pangkal dan aku telah tertuduh sebagai seorang yang haram merasakan cinta.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"untill all's gone ..."&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4039089421411626799-3965988939490041578?l=menantisurga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menantisurga.blogspot.com/feeds/3965988939490041578/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4039089421411626799&amp;postID=3965988939490041578&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4039089421411626799/posts/default/3965988939490041578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4039089421411626799/posts/default/3965988939490041578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menantisurga.blogspot.com/2007/06/cinta-yang-hina.html' title='&quot;Cinta yang Hina&quot;'/><author><name>rhina BEE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13198746575988049984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_oIeUsN_qjSs/SOxW_b08oiI/AAAAAAAAAF4/U5bb-htePKk/S220/04102008272.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4039089421411626799.post-7921819946269987965</id><published>2007-06-15T06:16:00.000-07:00</published><updated>2007-06-18T22:41:20.707-07:00</updated><title type='text'>"IBG"</title><content type='html'>Disini aku mulai perjalananku. Disini aku kenal dengan orang - orang yang baik hati &amp; tulus menolongku, orang - orang sombong dan angkuh yang sinis memandang rendah dan kikir senyum ( aku tak pernah habis pikir, bagaimana jika senyum harus kulakan ? ), Orang - orang yang murah obral r...... ( dipikirnya aku siapa ? )&lt;br /&gt;Aku tahu mungkin dengan kedatanganku kesini, akulah salah satu orang kufur nikmat Allah yang T O L O L banget....&lt;br /&gt;September aku wisuda dan dengan begitu sebentar lagi gelar SH akan ada di belakang namaku, pangkatku melonjak  tingkat dan gajiku naik setidaknya 25 %. Garansi jabatan ada didepan mataku.... Ough... kenapa aku malah memilih ketidak pastian ini........&lt;br /&gt;Ya Allah.....jika ini adalah hukumanMu, aampuni aku... jika ini adalah cobaanMu, kuatkan aku.....&lt;br /&gt;Disini langkah awalku... dan s'moga disini aku bisa akhiri langkahku dengan baik... InsaAllah....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"untill all's gone ..."&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4039089421411626799-7921819946269987965?l=menantisurga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menantisurga.blogspot.com/feeds/7921819946269987965/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4039089421411626799&amp;postID=7921819946269987965&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4039089421411626799/posts/default/7921819946269987965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4039089421411626799/posts/default/7921819946269987965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menantisurga.blogspot.com/2007/06/insani-bhakti-gemilang.html' title='&quot;IBG&quot;'/><author><name>rhina BEE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13198746575988049984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_oIeUsN_qjSs/SOxW_b08oiI/AAAAAAAAAF4/U5bb-htePKk/S220/04102008272.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4039089421411626799.post-931892870129107707</id><published>2007-06-15T06:01:00.000-07:00</published><updated>2007-06-15T06:15:01.440-07:00</updated><title type='text'>"All about Smile"</title><content type='html'>Dunia inidah ini milik kita... Aku baru saja bisa rasakan Allah dalam 'Ketidak pastian'. Baru kali ini aku benar - benar merasa aku dekat denganNya.  Semua begitu nikmat dan  naudzubillah.. begitu indah.&lt;br /&gt;Disini ketika aku tidak berdaya, bukan siapa - siapa, tidak punya siapa - siapa dan apa - apa. Ketika aku merasa semua yang kumiliki sebelumnya tak lagi berhak kumiliki, tidak juga dengan pekerjaanku yang Pegawai Negeri,  ATM yang aku sudah berjanji tak akan pernah menyentuh tombol pin nya lagi, gaji yang masih berhak kuterima ( 2 bulan aku putuskan untuk memulai 'perjalananku' )&lt;br /&gt;Satu hal yang gila ketika kuputuskan hal yang ' tak masuk akal'. Dimana jutaan orang rela untuk mengantre menjadi Pegawai Negeri aku malah memutuskan untuk keluar dan menjadi TKI.&lt;br /&gt;Rhina memang G  I   L   A   ! bukan................&lt;br /&gt;Aku tidak GILA tapi aku memang merasa aku menderita 'Mental Disorder' kronis.  Jauh disana, Di Pemda Kab. Semarang dengan gaji terakhir Rp. 2.000.000,- aku sudah bisa ongkang - ongkang kaki. Tapi entah kenapa dorongan untuk pergi 'kesana' begitu besar ? Mungkinkah ini Destiny ?&lt;br /&gt;Disini perjalananku dimulai dengan derai airmata .... penderitaan.... sakit hati .... dan kesakitan....&lt;br /&gt;yang aku tahu semuanya akan ada hikmahnya...&lt;br /&gt;Allah SWT selalu menganugerahi aku dengan keberuntungan dan aku selalu merasa beruntung.&lt;br /&gt;Semuanya hanya persoalan Senyum untuk semua hal...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"untill all's gone ..."&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4039089421411626799-931892870129107707?l=menantisurga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menantisurga.blogspot.com/feeds/931892870129107707/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4039089421411626799&amp;postID=931892870129107707&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4039089421411626799/posts/default/931892870129107707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4039089421411626799/posts/default/931892870129107707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menantisurga.blogspot.com/2007/06/all-about-smile.html' title='&quot;All about Smile&quot;'/><author><name>rhina BEE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13198746575988049984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_oIeUsN_qjSs/SOxW_b08oiI/AAAAAAAAAF4/U5bb-htePKk/S220/04102008272.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4039089421411626799.post-5690895347930547357</id><published>2007-05-31T22:29:00.000-07:00</published><updated>2007-07-07T05:10:16.034-07:00</updated><title type='text'>My Journey Is Beginning !!!</title><content type='html'>Hai....&lt;br /&gt;I already make a big mistake ! I just out from my J O B !! I told to my master that i don't like be goverment worker. I want make my dream come true.... but the problem is... i don't know who i must keep on the GOD way... Just prayer me and wait for 3 year, i will tell u much.......... see u...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"untill all's gone ..."&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4039089421411626799-5690895347930547357?l=menantisurga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menantisurga.blogspot.com/feeds/5690895347930547357/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4039089421411626799&amp;postID=5690895347930547357&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4039089421411626799/posts/default/5690895347930547357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4039089421411626799/posts/default/5690895347930547357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menantisurga.blogspot.com/2007/05/my-journey-is-beginning.html' title='My Journey Is Beginning !!!'/><author><name>rhina BEE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13198746575988049984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_oIeUsN_qjSs/SOxW_b08oiI/AAAAAAAAAF4/U5bb-htePKk/S220/04102008272.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4039089421411626799.post-992193243240192834</id><published>2007-05-31T22:08:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T15:09:17.446-08:00</updated><title type='text'>Na.....! just call me Na !</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_oIeUsN_qjSs/Rl-tcgWRfDI/AAAAAAAAABs/OmlOrDztbNw/s1600-h/Picture+070.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_oIeUsN_qjSs/Rl-tcgWRfDI/AAAAAAAAABs/OmlOrDztbNw/s320/Picture+070.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5070962410673765426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"untill all's gone ..."&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4039089421411626799-992193243240192834?l=menantisurga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menantisurga.blogspot.com/feeds/992193243240192834/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4039089421411626799&amp;postID=992193243240192834&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4039089421411626799/posts/default/992193243240192834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4039089421411626799/posts/default/992193243240192834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menantisurga.blogspot.com/2007/05/na-just-call-me-na.html' title='Na.....! just call me Na !'/><author><name>rhina BEE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13198746575988049984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_oIeUsN_qjSs/SOxW_b08oiI/AAAAAAAAAF4/U5bb-htePKk/S220/04102008272.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_oIeUsN_qjSs/Rl-tcgWRfDI/AAAAAAAAABs/OmlOrDztbNw/s72-c/Picture+070.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4039089421411626799.post-1567435717669033898</id><published>2007-05-20T20:27:00.001-07:00</published><updated>2007-05-20T20:54:47.052-07:00</updated><title type='text'>"SKENARIO"</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Aku berteriak marah, tak ada seorangpun yang berhak menulis skenario hidupku, tak ada tidak juga mereka Polisi, Wartawan dan juga Atasan – atasanku. tapi teriakkanku luruh ditelan gemuruh air terjun yang mengalir deras. Aku memilih berlari, daripada menghadapi arogansi mereka. Aku tak ingin kemarahanku hanya berujung kemarahan yang mendendam, walaupun aku bukan siapa – siapa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Aku adalah Khabil, anak manusia yang harus terbunuh karena keserakahan Habil saudaranya sendiri. Hanya saja, kenapa mereka memilihku untuk membunuhku pelan – pelan dan bukannya memuntahkan peluru tepat diatas kepalaku ? atau mungkin lebih baik mereka menghujamkan mata belati itu tepat di ulu hatiku, dengan begitu dalam hitungan detik rohku akan melesat meninggalkan ragaku, tanpa kesakitan yang berarti. Seketika aku telah menjelma menjadi tambang emas yang menggiurkan tanpa harus berpanas – panas mendulang satu – dua gelas air limbah dan memutarnya seharian.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;“Itu bukan skenario kami, melainkan skenario Tuhan.” teriak salah seorang diantara mereka. Aku menjerit histeris, bahkan mereka telah membawa – bawa nama Tuhan. Demi Tuhan, mereka sungguh jahanam ! Aku menangis, menggulung tubuhku dalam lumpur penyesalan. Kalian semua biadab, kalian putuskan benang harapan seorang manusia, kalian terbangkan layang – layang pengharapan anak – anak yang menantikan kasih Ibunda.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Terbayang olehku wajah polos kedua anakku, bagaimana harus kuhadapi tatapan bening mereka saat menagih kasih. Aku tak kuasa, kemarahan membelengguku. Mengikatku dengan jeratan kegusaran yang dalam.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;“Kamu terlalu emosional Nduk, bukankah sudah kukatakan kamu jangan lakukan itu, itu hanya akan menyengsarakanmu, seharusnya....” Laki – laki sepantaran Almarhum Ayah yang botak itu tiba – tiba datang bagaikan angin beliung yang menyebalkan sekaligus memuakkan. Wajahnya berkilat dipenuhi oleh minyak dari makanan yang tak halal, mengingatkanku pada patung cina yang pendek, gemuk dan berisi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;“Diam !” Potongku, kejadian ini sudah cukup untuk mengajariku. “Tak ada lagi yang berhak untuk mengguruiku !” Aku menolak sekuat tenaga, tapi sia – sia, wajah misionaris yang sengaja dikirimkannya untukku itu kembali tersenyum lebar. Kalian benar, kalian adalah pemburu yang dipersiapkan untuk berburu manusia sepertiku, yang bahkan dalam keadaan terikat dan tak berdayapun masih kalian todongkan senjata untuk di rampok dan diperas.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;“Biarpun kamu terima atau kamu menolaknya, aku tak akan pernah merugi Nduk.” Bisiknya lirih, seolah angin sepoi tapi terdengar jelas di telingaku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Aku tersenyum sinis, “Tentu saja karena kalian memang bangsat licin dan terkutuk.” Kataku tak kalah lirih. “Apa yang kau bawa ?”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;“Aku membawa pesan dari luar penjara, katakan kau mau mendengarnya. Jangan sampai aku bicara sia – sia.” Sekali lagi batinku mengutuk, bangsat licik, jahat dan terkutuk.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;“Katakan aku akan mendengarnya.” Kataku memalingkan wajah. Kuangkat daguku tinggi – tinggi, kuletakkan kakiku ke atas kursi tunggu tamu sel jahanam. Tak ada ruginya aku berbuat tidak sopan, walaupun sudah terlalu sering kudengar keberatan mereka dengan orang – orang yang meremehkan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;“Beri mereka uang, dan semuanya akan selesai persis seperti yang engkau kehendaki. dan jangan sampai kamu berteriak meminta pertolongan, pasal yang akan dikenakan untukmu akan diperberat.” Bisiknya tepat di dahiku hingga seketika kata – kata itu menempel dan tak akan pernah lagi terlepas untuk selamanya. Kutatap wajahnya yang licin dan senyumnya yang ringan seolah dia sedang menikmati sebuah permainan yang menyenangkan. Ujung – ujung jarinya membentuk isyarat tertentu menunjukkan sejumlah bilangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Aku tertawa, berusaha untuk tampak lebih licik dan angkara. “Kau pikir aku akan sebodoh itu ?” Bisikku dalam hati. Aku bagian dari mereka, aromaku sama seperti aroma mereka, wajahku mungkin juga seperti wajah mereka – hanya mungkin tak terlalu licin dan berminyak, hingga ayunan langkah merekapun sudah tertebak dan terangkai dalam otakku. Sebuah trap dan jebakan yang dikhususkan untukku. Bidak demi bidak, seperti rangkaian rel kereta api yang saling bertaut. Sederhana tapi rumit. Mereka pasti berharap agar aku melewatinya dan hup aku terjerumus hingga tak akan pernah bisa bangkit.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Tapi aku tak pernah takut, sekalipun pada ancaman – ancaman yang telah mereka buat dan perberat. Aku merasa tubuhku seringan kapas ketika kulminasi penyesalan menimpaku. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;“Sebaiknya kamu pulang, kamu salah alamat, datang padaku. aku tak punya cukup harta berharga untuk ditukar dengan semua omong kosong itu, pun seandainya aku punya lebih baik kubeli pendulum keadilan daripada kuberikan pada kucing – kucing garong itu.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Kata – kata yang ngawur dan jelas membabi buta. Bagaimana jika manusia – manusia busuk yang kusebut kucing garong itu mendengar aku bicara ? pasti akan lebih buruk akibatnya untukku, pasal – pasal dalam lembaran rekayasa itu akan segera mendapatkan cairan tip ex yang tumpah tanpa pertimbangan keesokan harinya. Atau mungkin besok pagi, sebilah belati akan terhunus di depan leherku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Laki – laki sebaya Ayah itu menganggukkan kepala segera setelah puncak kesadarannya terkumpul dan menyimpulkan dia tak akan pernah mendapatkan apa – apa dariku. Dia menyerah kalah pada kegigihannya membujukku untuk tetap menutup mulut dan merahasiakan kedatangannya yang dikirim oleh Script Writter yang merasa berhak menulis tentang hidupku. Laki – laki itu pergi meninggalkan busuk tubuhnya yang tertinggal pada udara penjara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Aku tersenyum lebar, aku memang tak mempunyai apa – apa yang berharga tapi Tuhan tak akan pernah meninggalkanku. Jikapun akhirnya datang sekumpulan penjual berita – yang hanya berisi tentang fitnah, isu dan gosip, semuanya sudah tertebak olehku. Dan mereka hanya menulis sesuatu yang buruk tapi cukup untuk membuat keluarga mereka berlega hati – dia mendapat upah dari berita fitnah itu, Berita tentang penganiayaan seorang perempuan yang mepertahankan harga dirinya dan sedikit dibumbui oleh kisah tragis yang sudah pasti bohong. Aku tiba – tiba saja menjadi seorang selebriti yang ceritanya dibawa oleh penikmat – penikmat berita koran beroplah ribuan itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Aku harus puas karena lagi – lagi aku tak pernah punya pembela yang benar – benar tulus membelaku dan berfihak padaku, karena aku tak pernah bisa membayarnya dan sebab lain adalah karena aku bukan siapa – siapa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;“Lihat, akibat keras kepalamu, kamu tak lagi tertolong.” Seseorang melemparkan halaman koran itu tepat didepan hidungku. Aku mendengus kesal, apalah artinya aku, sebuah titik dalam selembar &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; kabar, nol tak ada ! Sebuah rumput di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Padang&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; rumput luas, tak akan pernah bisa mengubah kehidupan sekalipun harus dicabut, diinjak atau dilenyapkan ! &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Kututup mataku rapat – rapat, tempat ini benar – benar salah sekalipun benar bukan, bukan tempat ini yang salah melainkan skenario hidupku terlalu menarik untuk tidak diinginkan. Mereka ingin menambakan koma, titik bahkan jika dan seandainya dalam deretan kalimat dan plot alur ceritanya. Tangan – tangan kejam dan tak berkemanusiaan itu ingin menuliskan sesuatu dalam lembar – lembarnya, continued walaupun seharusnya tamat, more seharusnya end. Sebelum tab dan enter.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Aku merasa jijik ketika tubuh tua yang – aku selalu berdo’a dia lebih cepat mampus, mungkin sebab wajahnya sudah menghitam gosong terpampang matahari saat berjemur menunggu mangsa, itu memnghampiriku, membentakku dan menanyakan apa aku mengakui kesalahan yang telah kuperbuat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Aku tersenyum lebar, “Ya, aku akui kesalahanku, walaupun aku lakukan kesalahan itu karena dia telah bersalah kepadaku dan aku harus membalasnya.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Laki – laki tua itu tidak pernah sepakat dengan kalimatku, menurutnya vocabulary ku benar – benar payah dan nilai bahasa Indonesiaku dulu mungkin dibawah enam atau &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, walaupun aku merasa bukan itu, tapi karena pelajaran idealisme kehidupanku – dalam sub keegoan, yang terlalu berlebih nilai.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Seketika, penglihatan, pendengaran dan perasaan berubah. Aku bukan koruptor, pencuri, perampok dan pemalak pinggir jalan tapi kabar dari neraka dunia mendenging hebat di telingaku. Mengabarkan sakaratul maut tanpa kematian yang segera akan datang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Dan akibatnya aku harus dihukum, “Aku tolak pengacara yang akan membelamu.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Aku tersentak, tapi seketika aku harus puas. Inilah aku, disinilah aku seharusnya dengan seluruh idealisme dan ke egoanku yang berlebih nilai. Tak ada yang harus kutukar, uang, harta, lembar berharga, tanah, dengan harga diri. Aku hanya tak mau mereka menuliskan skenario hidupku sekalipun mereka merasa berhak dan mau. Aku bukan siapa – siapa karena itu pula aku tak pernah takut dinginnya dinding penjara dan ganasnya sengatan nyamuk untuk sebuah idealisme dan harga diriku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Aku bahkan bisa menebak, setelah dua laki – laki sepantaran Ayahku itu akan datang kembali misionaris – misionaris yang diutus untuk memngabarkan sebelum skenario film hidupku tertulis dengan airmata darah anak – anakku yang tak akan pernah bisa terhapus. Tapi aku tetap tertawa lebar, “Semua boleh meninggalkanku tapi Tuhan tak akan meninggalkanku.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%; color: rgb(51, 51, 51);" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%; color: rgb(51, 51, 51);" align="center"&gt;##&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%; color: rgb(51, 51, 51);" align="right"&gt;&lt;i style=""&gt;17-04: 23.16&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Untuk : Sony SET.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"untill all's gone ..."&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4039089421411626799-1567435717669033898?l=menantisurga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menantisurga.blogspot.com/feeds/1567435717669033898/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4039089421411626799&amp;postID=1567435717669033898&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4039089421411626799/posts/default/1567435717669033898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4039089421411626799/posts/default/1567435717669033898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menantisurga.blogspot.com/2007/05/skenario_20.html' title='&quot;SKENARIO&quot;'/><author><name>rhina BEE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13198746575988049984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_oIeUsN_qjSs/SOxW_b08oiI/AAAAAAAAAF4/U5bb-htePKk/S220/04102008272.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4039089421411626799.post-7555423118294957759</id><published>2007-05-20T20:15:00.000-07:00</published><updated>2007-05-20T20:43:38.403-07:00</updated><title type='text'>Stoples Milik Eyang</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81.1pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Lebaran masih beberapa hari lagi tapi Eyang sepertinya sudah kehabisan waktu untuk mempersiapkannya. Seharian yang lalu Eyang sibuk menyuruh Yu Pah dan Yu Poni untuk menumbuk kopi, bakal seduhan minuman kesukaan Pakde Slamet dan Om Yan. Eyang bahkan mengawasi langsung ketika Yu Pah menggorengnya. Disisi pawon Eyang sibuk memberi intruksi kapan kopi harus dibalik, diberikan sedikit kelapa dan berapa banyak kayu bakar yang harus dimasukkan ke &lt;i style=""&gt;lelengan pawon&lt;/i&gt; hingga api yang diinginkan pas dengan ukuran. Biasanya Eyang menggoreng kopi dan menumbuknya sendiri. Walaupun memakan waktu yang lebih lama tapi Eyang selalu puas dengan hasilnya. Kopi Eyang selalu jadi bahan obrolan sepanjang lebaran. Tidak ada duanya, khas rasanya, sip lah, ok lah dan sejuta pujian yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81.1pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Selain kopi ada banyak hidangan yang Eyang persiapkan untuk menyambut kedatangan anak, menantu dan cucu – cucu tersayangnya. Maklum, keluarga Eyang keluarga besar. Mereka tersebar ke seluruh &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;, bahkan hingga bermukim di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Australia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Dan seperti diketahui mudik selalu jadi rutinitas liburan lebaran yang tidak boleh terlewatkan. Hukumnya wajib dan tak terbantahkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81.1pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Seperti Lebaran tahun – tahun sebelumnya, Eyang sudah mempersiapkan banyak kue dan bakal hidangan tahan lama khasnya. Kue Cucur untuk Pakde Jupri yang datang dari Jepara, Kue Banjar khusus untuk Pakde Ponco yang bertugas di Sampit, Kembang Goyang kesukaan Om Hadi yang setiap lebaran pasti akan terbang langsung dari Australia, Serabi Notosuman buat Om Yan yang cuti &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;bertugas dari Papua sedangkan untuk Bapak, sebuah stoples paling besar berisi kue ting – ting kacang. “Buat Werkudaraku harus yang paling besar,” Kata Eyang yang suka sekali mengatakan anak – anaknya adalah para Pandawa &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Lima&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; dan sekarang kue – kue itu sudah tertata apik di stoples – stoples kaca besar dan bening &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang sejak minggu pertama puasa sudah dicuci bersih dan di lap keringkan. Mirip aquarium hanya isinya makanan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81.1pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Eyang memandangi stoples – stoples cantik itu dengan masgul. Aku mendekatinya, sekilas Eyang tampak resah. Dia menghela nafas panjang hingga dadanya yang menipis kelihatan tertarik kebelakang, “An, kenapa Pakde – pakdemu, Bapakmu dan juga &lt;st1:place st="on"&gt;Om&lt;/st1:place&gt; mu pada belum datang ya ?” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81.1pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Aku berkernyit heran, “Datang ? lebaran masih lama Yang. Masih dua hari lagi. Lagipula biasanya mereka baru datang saat takbir sudah berkumandang.” Sambil berkata kuraih stoples yang berisi kue kembang goyang dan menaruhnya di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sisi terluar. Jujur saja diantara isi stoples – stoples itu, kembang goyanglah yang tampak menarik warna – warninya menggoda. Hijau muda, kuning dan merah jambu. Yang lain melulu coklat dan kusam. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81.1pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Eyang menatapku tak senang, “Sembrono,” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81.1pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Aku terjingkat, nada bicara Eyang mendadak berubah. “Napane Eyang yang sembrono ?” aku berusaha menetralisir suasana dengan menggunakan bahasa jawa. Biasanya suasana hati Eyang akan luntur kalau aku gunakan jurus itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81.1pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Eyang menarik stoples kembang goyang dari pelukanku dan kembali meletakkannya ketempatnya semula. Urutan keempat dari sisi terluar. Persis seperti urutan semula.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81.1pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Ini sudah Eyang letakkan sebagaimana harusnya ! jangan diowahi lagi !” tukas Eyang sembari pergi. Kuikuti wajah kondenya hingga hilang di balik horden ruang belakang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81.1pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Aku kembali mengamati deretan stoples – stoples itu. Stoples yang tiba – tiba saja membuat Eyang tak betah berlama – lama di dekat ku, yang membuat Eyang membentakku tak senang. Kue Cucur, Kue Banjar, Kembang Goyang, ting – ting kacang dan Serabi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Notosuman semuanya berderet – deret memenuhi meja. Bahkan bale – bale mungil untuk jumeneng Eyang sehabis salat Ied dan menerima sungkeman dari &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;seluruh anggota keluarga. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81.1pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Lebaran pertama rumah sepi ini harus selalu berubah menjadi ramai. &lt;st1:city st="on"&gt;Lima&lt;/st1:city&gt; anak Eyang semuanya laki – laki dan semuanya berada jauh di luar &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;. Hanya Eyang dan aku cucu dari anaknya yang ketiga yang berada di rumah ini, menemaninya melewati hari tuanya. Eyang dahulu bekas kepala sekolah perawat jaman belanda. Tak heran kalau beliau sangat disiplin dan selalu menjaga kebersihan. Rumah yang kami huni sebenarnya bukan rumah modern melainkan rumah kuno dengan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; dan arsitektur jaman belanda. Pintunya dua kali lipat tinggi badanku. Temboknya tebal dan daun pintunya berat, tapi karena Eyang tak pernah lalai merawatnya, rumah ini kelihatan jauh lebih klasik dan nyaman. Bunga – bunga di taman depan, samping dan belakang tak pernah berhenti bermekaran. Dan yang menjadi favoritku adalah Patung dewa aquarius yang terletak disudut taman&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dia tak pernah berhenti mengalirkan air dari kendinya. Kata Papa, patung itu sudah ada sejak dia kecil dan konon sengaja dibawa dari Muntilan atas pesanan Eyang Kakung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81.1pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Eyang memanggilku, memintaku untuk memeriksa apakah kue – kue dalam stoples itu masih utuh ataukah sudah berkurang. Jujur saja aku ingin tertawa mendengar permintaan Eyang, andai saja aku punya sedikit keberanian pasti aku akan mengatakan kalau saja stoples – stoples itu berisi gula – gula bisa dipastikan kalau semut sudah menyerbunya habis dan tanpa harus memeriksanya stoples – stoples itu pasti sudah berkurang isinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81.1pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Aku hanya mengiyakan, kuhampiri stoples – stoples itu dan berlagak memeriksanya, padahal yang sebenarnya aku cuma membungkukkan badan dan mematut – matut bayangan wajahku yang tergambar jelas di kaca stoples walaupun sekarang wajahku dipenuhi oleh gambaran minyak. Aku tersenyum, dan mulai berhitung, lebaran masih dua hari lagi dan stoples – stoples ini sudah dipenuhi oleh makanan, masing – masing sudah punya tangan favorit yang akan memegang dan mulut tersendiri yang akan mencicipinya dan dideretan ini tak ada makanan atau stoples favorit yang Eyang sediakan untukku. Tapi pikiran itu hanya sekilas mengusikku, toh aku malah bisa dengan mudah mencicipi isi stoples manapun, walaupun semuanya hingga kini tak mengusik rasa inginku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81.1pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Aku kembali mendapati Eyang yang masih membenarkan letak sanggulnya – hal yang paling aku sukai adalah berada di dekat Eyang, Eyang perempuan klasik yang menurutku sangat unik dan eksentrik, Dia tak pernah lupa menanamkan bunga kantil pada untaian rambutnya yang dikonde, merapikan sirih dan membumbuinya sebelum mengunyahnya, memasukkan dupa ratus wangi ke dalam kamar mandi bersamanya saat mandi, bertapih dan berkebaya terawang tapi herannya tak pernah sekalipun Eyang masuk angin atau diare, padahal usia Eyang sudah hampir menginjak tujuh puluh tahunan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81.1pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Yang, stoplesnya masih utuh, tapi isinya ...” Kataku hati – hati. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81.1pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Eyang menghentikan penyisirannya dan meletakkan &lt;i style=""&gt;cemoro&lt;/i&gt; di atas meja rias dan menatapku menunggu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81.1pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Tapi isinya masih utuh kok Yang,” Kataku meneruskan dan tertawa lebar. Aku takut Eyang marah kalau aku tak segera menjelaskan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81.1pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Bocah, bercanda saja.” Eyang mengumpat. “Coba sekarang kamu telpon Pakde, Bapakmu dan Om – &lt;st1:place st="on"&gt;Om&lt;/st1:place&gt; semua. tapi jangan, sebaiknya Eyang sendiri yang akan telepon menanyakan kapan mereka mau pulang. An, kamu pencetkan nomor mereka, biar Eyang sendiri yang bicara.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81.1pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Telepon ? Eyang ingin telepon ? Ah gawat, Eyang pasti akan lupa waktu dan berlama – lama bicara, dengan telaten akan ditanyakannya kabar dari semua keluarga yang dia telepon. Padahal, tempat tinggal Pakde dan &lt;st1:place st="on"&gt;Om&lt;/st1:place&gt; semua harus pakai SLI atau SLJJ. Dan bisa ditebak, bulan depan Eyang pasti menanyakan, kenapa rekening telepon melonjak banyak. Eyang menatapku, aku menurut, kuangkat telepon flexi dan membawanya lebih dekat ke tempat Eyang berada. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81.1pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Eyang sudah kangen sekali ya ?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81.1pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Eyang memandangku, “Eman dengan stoples itu.” bisik Eyang dan kembali mendengarkan nada sambung di telinga kanannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81.1pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Aku terperanjat, Eyang telepon hanya kerena stoples itu ? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;@@&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Aku baru saja selesai cuci muka dan berniat untuk wudhu ketika Eyang berteriak – teriak memanggilku dari dalam kamarnya. Hari ini akan menjadi hari yang sangat melelahkan, Lebaran besok pagi, itu artinya aku harus segera berbenah. Pakde, Bapak dan semua keluarga besar akan tiba hari ini. Padahal Yo Pah dan Yu Poni sudah pulang kampung sejak kemarin sore. Eyang kembali memanggilku, kali ini mungkin dengan mengerahkan sebagian besar tenaganya. Secepat kilat aku melangkahkan kaki ke kesana. Tidak seperti biasanya, Eyanglah yang terlebih dahulu bangun, terkadang dialah yang membangunkanku untuk sholat atau mengajakku menemaninya duduk dan minum kopi di teras samping, tapi ini lain, atau mungkin tadi Eyang telah bangun dan tidur kembali. Ataukah kondisi Eyang kurang fit tapi tak mungkin, Eyang tak gampang sakit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81.1pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Kubuka pintu kamar Eyang yang ternyata tak terkunci. Gelap gulita, mungkinkah bohlam lampunya mati atau kucoba menekan – nekan steker lampu ternyata hasilnya nihil, lampu tak juga menyala. kubuka pintu lebar – lebar, sial lampu ruang tengah terlalu temaram untuk bisa melihat kedalam kamar Eyang. Kucoba membiasakan mataku untuk beberapa saat dan kulihat Eyang sedang merintih kesakitan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81.1pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Yang, Eyang kenapa ?” Tanyaku cemas, tak biasanya Eyang seperti ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81.1pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Eyang menutup wajahnya dengan lengan kanannya, sedangkan tangan kirinya berpegangan kuat pada sisi tempat tidur. Eyang tak menjawab hanya merintih kesakitan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81.1pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Yang, kita ke dokter ya ? biar An panggilin taksi.” Eyang tak menjawab. Aku panik, apalagi setelah itu terdengar erangan Eyang yang menyayat hati. Kuurungkan niatku untuk memanggil taksi. Kuraih selimut yang merosot kebawah dan membetulkannya kembali menutupi tubuh Eyang tapi Eyang menendangnya seketika hingga selimut itu kembali luruh ke bawah. Mungkin Eyang kegerahan. Kuraih tangan kiri Eyang yang ternyata sangat kuat berpegangan pada sisi tempat tidur, saat itulah aku baru sadar kalau Eyang sedang dilanda kesakitan yang teramat sangat. Aku mulai membisikkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kalimat pemandu pada Eyang yang segera mengikutinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81.1pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Perasaanku bercampur aduk, saling bergulat dan membelit dalam hati. Genggaman tangan Eyang akhirnya mengendur, saat itulah aku merasa jiwaku sudah keluar meninggalkan ragaku, sebetik airmata bergulir di pipiku. Eyang sudah tiada.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81.1pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Kupanggil Pak Jo, pesuruh kami, setelah segenap kekuatanku terkumpul dan perasaanku kembali tertata. Pak Jo segera mengganti bohlam lampu itu dengan cekatan. Pria tua yang tak banyak bicara, seperti itulah yang dikehendaki almarhumah Eyang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81.1pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Sudah Mbak,” Kata Pak Jo.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81.1pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Tolong nyalakan Pak.” Kataku lirih, walaupun aku berusaha menahan, airmata itu tetap tak berhenti mengalir, ada banyak kenangan dan keinginan yang terlepas dengan kepergian Eyang. Sesuatu yang ingin kuratapi dan kusesali sekaligus ingin kuikhlaskan saat itu juga sekalipun berat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81.1pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Pak Jo menekan steker dan seketika ruangan dipenuhi cahaya. Pak Jo terkejut mendapati keadaanku dan juga keadaan Eyang yang telah sempurna. dan aku lebih terkejut karena disamping Eyang berderet – deret stoples cintanya untuk anak – anaknya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81.1pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;@@&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;April 07 : Untuk stoplesku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sampai kapan akan mengurungku ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"untill all's gone ..."&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4039089421411626799-7555423118294957759?l=menantisurga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menantisurga.blogspot.com/feeds/7555423118294957759/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4039089421411626799&amp;postID=7555423118294957759&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4039089421411626799/posts/default/7555423118294957759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4039089421411626799/posts/default/7555423118294957759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menantisurga.blogspot.com/2007/05/stoples-milik-eyang.html' title='Stoples Milik Eyang'/><author><name>rhina BEE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13198746575988049984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_oIeUsN_qjSs/SOxW_b08oiI/AAAAAAAAAF4/U5bb-htePKk/S220/04102008272.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4039089421411626799.post-8370103644576776761</id><published>2007-04-30T06:09:00.000-07:00</published><updated>2007-04-30T06:27:22.721-07:00</updated><title type='text'>Teganya kamu lakukan itu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;Aku nggak akan pernah percaya, kamu akan tega memanfaatkan aku...&lt;br /&gt;Satu hal yang perlu kamu tahu, aku sangat menaruh kepercayaan padamu...&lt;br /&gt;Sayang semua harus punah...&lt;br /&gt;I don't believe any human....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"untill all's gone ..."&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4039089421411626799-8370103644576776761?l=menantisurga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menantisurga.blogspot.com/feeds/8370103644576776761/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4039089421411626799&amp;postID=8370103644576776761&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4039089421411626799/posts/default/8370103644576776761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4039089421411626799/posts/default/8370103644576776761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menantisurga.blogspot.com/2007/04/teganya-kamu-lakukan-itu.html' title='Teganya kamu lakukan itu'/><author><name>rhina BEE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13198746575988049984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_oIeUsN_qjSs/SOxW_b08oiI/AAAAAAAAAF4/U5bb-htePKk/S220/04102008272.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4039089421411626799.post-2135075502757016199</id><published>2007-04-26T03:22:00.000-07:00</published><updated>2007-04-26T03:23:14.850-07:00</updated><title type='text'>Kamar di ujung Asrama</title><content type='html'>&lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Seluruh Asrama terbangun dengan penuh keheranan. Kamar paling sudut di ujung Asrama itu kini sudah terang benderang. Sebuah lagu melankolic terdengar lapat – lapat menerobos tembok dan daun pintu. Seketika benak seluruh penhuni asrama penuh dengan pertanyaan yang sama. Siapa dia ? darimana ? kapan datang ? cantikkah ? dan yang terakhir inilah yang sering bikin sungkan. Jika dia cantik, maka mulai hari ini dia adalah saingan. tapi jika dia tidak terlalu cantik atau bahkan jelek, seluruh penghuni asrama tak akan merasa was – was lagi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Oh ya, masih ada lagi pertanyaan yang bergulat di benak kami, kuliah dimana dia ? semester berapa ? atau sudah kerja ? dimana pula ? dan apakah dia kaya ? naik apa dia kemari ? tentu saja pertanyaan – pertanyaan itu  penting. Setidaknya jika dia kaya, maka Ibu asrama akan senang – bayar bulanannya tidak akan pernah telat. dan jika dia naik motor, mungkin suatu saat kami bisa mendompleng, sekedar nunut untuk pergi ke kampus atau cari makan dan kalau bisa ada beberapa cemilan yang akan diberikannya untuk menghalau malam yang membosankan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Orang mana ?” tanya Ratri, mahasiswi cantik fakultas ekonomi yang aslinya Banyumas. Aku menggidikkan bahu. Ratri kebingungan, dia beranjak mendekati Elly, mojang sunda yang katanya senang gudeg Jogya – karena warung makan terdekat hanya itu saja menunya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Orang mana ?” pertanyaan yang sama kembali terlontar dari mulut Ratri. Aku dan Elly saling berpandangan. Aneh, apa apa sih ? Elly mengangkat bahu.  Tiba – tiba Ayu menyeletuk dari belakang, “Kata Ibu sih orang sini aja. Banguntapan.” Tanpa ditanya Ayu langsung nimbrung diantara kami. Heran, gadis lampung ini memang pintar mencari  informasi. Tak heran, dia memang ngebet banget selepas wisuda nanti pengin kerja di televisi katanya biar bisa nyari berita tanpa perlu lagi di katain sebagai bigos – biang gosip.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Banguntapan ?” Tanya kami serentak. Rupanya keheranan yang sama juga tengah bergumul di pikiran kami masing – masing. Bukankah tempat itu hanya beberapa kilometer dari Asrama ini ? untuk apa dia kos ? semakin banyak pertanyaan berputar dibenak kami.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Ayu manggut – manggut. Dia sengaja menghentikan informasi yang dipunyainya untuk mempermainkan pikiran kami. Padahal, kami yakin tak cuma asal penghuni baru itu saja yang dia punya melainkan lebih. Benar – benar sebuah curiculum vitae yang utuh dan tidak ada kata no qualification di  dalam tabel jawaban pertanyaannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Trus, kenapa dia kos disini ?” Tanya Diva cewek semampai asli Jakarta yang semula hanya terdiam membisu. Ekpresi Ayu yang terdiam beberapa saat membuat kami bertambah penasaran.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Dia buron.” jawabnya pendek.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Buron ?” Serentak terlontar kalimat reply yang sama. Dia buron ? kenapa Ibu Asrama begitu berani menerimanya untuk kos di tempat ini ? Dan dia, kenapa   melarikan diri  ke tempat ini. Bukankah tak akan sulit buat polisi untuk melacaknya ? Jejaknya pasti akan tercium tak berapa lama lagi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Buron apa ? murderer ato korupsi ?” Tanya Vega yang asli Irian jaya tak ketinggalan. Gadis keriting ini kadang tampak cantik dan sensual dengan rambutnya yang keriting lucu itu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Ganti Ayu yang menggidikkan bahu. Tentu saja kami tak mudah percaya kalau dia menjawab tak tahu. Bukankah seluruh curiculum vitae penghuni asrama dan tak jarang juga penghuni asrama lain bisa dibukanya tanpa paksa ? seolah – olah gembok dan kunci tak berarti lagi buatnya. Nothing secret baginya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Imposible jika kamu nggak tahu.” kata Vega dengan suara barithonnya. Sama, aku juga berfikir seperti itu. Aku tak percaya, sama sekali.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Ayu mengangkat dua jari tengah dan telunjuk. “Swear. Aku nggak tahu.” jawab Ayu sungguh – sungguh. Yah, seluruh penghuni asrama serentak merasa kecewa. Tak ada lagi yang bisa dikorek dari sumber segala sumber gosip tentang si penghuni kamar paling sudut itu.  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Kita tanya aja Ibu, gimana ?” Usul Ratri kemudian. Sama sekali bukan ide yang smart. Tanya ke Ibu asrama sama halnya dengan meyerahkan diri untuk disemprot habis – habisan. Selain priyayi, Ibu asrama sama sekali tidak menyukai pergunjingan. “Buang – buang waktu dan usia.” katanya bijaksana.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Dentang jarum jam berbunyi tujuh kali. Serentak semuanya kembali ke alam pikirannya yang normal, seakan baru tersadar dari imsomnia. Mbak Lala, yang duduk terpaku di kursi dekat telepon buru – buru mengenakan sepatunya. Mbak Joy, bergegas mengeluarkan motor dari ruangan dan memanaskannya. Ratri segera meraih handuk dan gayung sabun menuju kamar mandi, Vitra dan Diva berebut masuk kemar saling mendahului.  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Vega dan Elly bergegas ke dapur teringat pada mie rebusnya yang terlupa. Dan aku, masih duduk terdiam di depan televisi. Buatku informasi tentang penghuni baru tidaklah terlalu penting walaupun menarik. Kuliahku hari ini siang. Aku tinggal menyelesaikan skripsi dan dua sks mata kuliah susulan. Dan berita pagi ini sangat menarik untuk disimak, BBM naik lagi ? Lantas bagaimana dengan kuliahku ? ehmm.. maksudku saat ini ketika BBM masih di harga semula, Ayahku selalu mengeluh tak akan bisa nutup setoran dan mengirimkan uang bulanan tepat waktu untukku, sebulan menjadi sebulan lebih dua hari kemudian sebulan lebih empat hari lantas sebulan lebih seminggu. Tak masalah bagiku berpuasa untuk seminggu atau lebih, tapi Ibu Asrama tak akan mau menunggu uang setoran asramanya datang terlambat.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Dan ongkos ke kampus ? atau rumah dosen ? sekali jalan dua ribu perak saja, saat ini sudah terasa berat untukku apalagi nanti. Atau mungkin sepeda tuaku dirumah harus kuminta untuk dikirimkan bersama uang bulanan ? Bisa jadi. tapi rute kota ini sangat membingungkan buatku bahkan setelah hampir empat tahun tinggal.  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Kuraih remote control dan mulai mengacak chanel station tv. Indosiar, Tv7, TPI, Metro.. tiba – tiba tangan Ayu menahan tanganku.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Sebenarnya aku tahu siapa dia. tapi aku sudah berjanji tak akan menceriterakannya pada siapapun.” Bisiknya lirih. Kuurungkan niatku mengekplorer chanel, hingga tertahan di satu titik. Kupandang wajah Ayu lekat, gadis itu  memberikan wajah misterius penuh teka – teki.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Kamu sudah berjanji ?” tanyaku heran. tak bisanya Ayu mencari informasi denan janji tak akan pernah mempublikasikannya. Biasanya dia lebih senang mencuri dengar ketimbang harus berjanji seperti itu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Ayu mengangguk, “he em... tapi tak  apalah, aku percaya kamu nggak akan menyebarkan cerita ini. Kamu mau kan Nin ?”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Ah, kamu jangan asal percaya gitu dong Yu, lagipula kamu kan sudah berjanji.” Kataku tak habis mengerti.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Aku tau, kamu bukan tipe bios seperti itu, makanya aku mau ceriterakan sama kamu. Kalau orang lain mana bisa dipercaya. “  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Ya, jujur saja aku tak bisa menolaknya. Apalagi, ini adalah topik terhangat di Asrama ini. Majalah Entertainment seri Asrama edisi terbaru minggu ketiga baru aku yang tahu ? langsung dari Ayu sebagai Pemrednya. Wah..&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Namanya Laras, Asli Yogya, katanya sih sudah kerja tapi kenapa sampai sesiang ini dia belum berangkat, itu akan kuselidiki nanti. Yang jelas dia single parent. Anaknya dua. Nggak percaya sih tapi itu kenyataannya. Katanya dia korban PD, pernikahan dini, menurutku nonsent, mungkin malah korban PB. yang jelas usianya diatas kita sedikit. Cantik. sangat cantik malah. Sayang dia buron.”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Informasi yang semakin membuatku interesting. Bagaimana tidak seorang perempuan asli Yogya yang tinggal di dekat sini memilih untuk kost ? cantik, single parent, korban PD – atau PB ( pergaulan bebas ) belum jelas. Dan aku tahu sumber yang paling menarik adalah karena ketidak jelasan yang melingkup pada penghuni baru.  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Kamu tahu dari mana Yu ?” tanyaku didera penasaran yang sangat.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Ada deh. Pokoknya sumber yang dapat dipercaya.” Jawabnya yakin.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Kamu sudah pernah ketemu dia ?” tanyaku kembali.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Not yet, actually kalo berpapasan langsung belum sih tapi kalo dari belakang hihi.... sudah.”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Maksudmu ?”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Aku melihatnya dari lubang di jendela kamarku saat dia ke kamar mandi.”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Ups...”Kamu mengintip ?”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Mengintip sih enggak, tapi nggak sengaja aja aku begitu.”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Ugh. aku baru tersadar kalau aku sedang berhadapan dengan calon reporter dan paparazi handal.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Percakapanku dengan Ayu hanya berhenti sampai di titik itu. Kalau saja tidak terburu – buru harus segera mandi dan berangkat kuliah, mungkin percakapan kami akan lebih panjang.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center"&gt;**&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Empat hari lewat, tapi seperti apa sosok misterius penghuni kamar paling sudut di Asrama itu belum pernah kutemui. Begitu juga dengan penghuni – penghuni kamar yang lain. Merekapun saling bertanya – tanya, pada diri sendiri dan juga pada penghuni lain. Tapi tak ada yang bisa menjawab rasa penasaran itu. Semuanya seperti blank spot yang penuh misteri. Sedangkan informasi yang kudapat dari Ayu – kupikir hanya padaku dia menceriterakan itu, ternyata telah menjadi rahasia umum, tak berarti banyak. Ayupun hanya bisa tersenyum kecut ketika Diva berulah dengan menanyakan, Apa ada yang mengantar makanan dan minuman untuk penghuni baru, hingga selama empat hari dia merasa tak perlu keluar untuk sekedar makan, minum atau buang air kecil.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Mungkin saja, dia sudah membawa makanan dan minuman banyak, hingga tak perlu lagi cari makanan dan minuman.” Jawabku lirih. Entah kenapa, aku merasa bosan dengan tema pembicaraan yang itu – itu juga setiap kami berinteraksi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Apa dia nggak perlu pipis ?” Tanya Vitra kemudian tak habis mengerti.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Apa kamu tahu dia keluar kamar untuk pipis atau tidak ?” tanyaku ikut gusar.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Semua yang hadir mengarahkan pandang ke Ayu. Tentu saja, hanya dia yang bisa menjawab pertanyaan itu. Ayu menggeleng lemah. “Dia nggak pernah pipis, mandi atau buang air besar.” Katanya lirih.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Ugh.. Kepalaku dihantam godam seribu kilo. Tentu saja, Ayu pasti sudah mengintipnya atau menongkrongi depan pintu penghuni Asrama itu seharian penuh.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Tiga hari.” kata Ayu pendek. Ha ? tiga hari ? jadi selama itu Ayu tak pernah melepaskan pandang dari pintu kamar itu dan dari sana dia tahu, penghuni itu tidak pernah memerlukan kamar mandi dan peralatan mandinya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Dentang jam berbunyi, pukul sembilan malam. Hampir saja semua yang hadir membubarkan diri dari depan televisi, bersiap – siap untuk kembali tidur dan merajut benang mimpi, kalau saja Ratri tidak datang dengan tergopoh – gopoh.  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Apa kalian tidak mencium bau wangi ini ?”  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Bau wangi ? spontan semua yang ada mulai mengendus – endus bau itu. Dan memang benar, bau itu benar – benar wangi. Bukan wangi eternity, rose, bulgary atau semacamnya. Tapi benar – benar wangi yang sepertinya belum pernah kutemui. Wangi yang mungkin berasal dari surga atau tempat selain dunia.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Apa iya, Mbak Riri menumpahkan parfumnya lagi ?” tanya Vitra kebingungan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Bukan, asalnya bukan dari kamar Mbak Vitra tapi ... ah sudahlah.” &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Ya, semuanya lantas beranjak dari tempat duduknya dan berlalu kekamar masing – masing. Aku termangu, mungkinkah...&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.32cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center"&gt; **&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Aku baru saja keluar dari kamar mandi ketika Vega menarik lenganku. Dia mengajakku mengintip kamar itu. Telunjuk tangan kanannya diletakkannya tepat diujung mulutnya. Aku merasa segan tapi Vega menarikku lebih keras, gadis jagoan karateka ini telah memaksaku tanpa aku terasa.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Kamar terang benderang, tapi lubang sebesar ibu jari itu tak bisa memberikan jawaban, seperti apa sosok didalam. Tak ada apa – apa dalam kamar itu, hanya sebuah kipas angin yang berputar kencang, sebuah mangkuk berisi bunga - ?, segelas air putih dan peralatan make up yang tampak komplit diatas meja. Terdengar suara bercakap – cakap, tapi tak seorangpun yang tampak. Sprai di tempat tidurpun terlihat kusut bekas di gunakan dan belum dirapikan. Aku buru – buru berlalu dari tempat itu. Mungkin saja, penghuni baru itu sedang keluar kamar dan sewaktu – waktu bisa memergoki ulah kami mengintipnya. Bukankah hal yang sangat memalukan mengingat dilakukan oleh dua orang mahasiswa yang berpendidikan ?&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Aneh ya.” desis Vega.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Mungkin saja dia sedang keluar hingga kita tidak melihatnya.”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Tidak mungkin. Kau tahu, sekarang baru pukul setengah enam dan aku mengintipnya mulai dari pukul empat. Nggak ada yang terlihat tapi kau dengar, suara percakapan itu ada kan ?”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Mungkin saja mereka bersembunyi.”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Dimana ? Dikolong tempat tidur ? Atau Almari ?”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Sudahlah, tak perlu dibahas, tak ada gunanya.”&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center"&gt;**&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Kami kembali berinteraksi di ruang televisi. Tak ada pembicaraan serius, masing – masing lebih tertarik pada sinetron yang menuntun imajinasi kami. Tiba – tiba Mbak Lili menerobos masuk kedalam dan berdiri dengan wajah ketakutan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Hei.. apa kalian tidak mendengar suara bayi dari kamar paling sudut ?” tanyanya dengan wajah kebingungan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Bayi ? Ach, aku tak mendengarnya, tak mungkin batang cotton bud tertinggal di telingaku sore tadi ketika aku membersihkannya. Semuanya memasang telinga baik – baik, Vitra mengangguk, dia mendengar suara tangis bayi, lalu Vega disusul Elly, Diva, Ayu dan terakhir Aku. Ya, suara tangis bayi itu makin keras.  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Bagaimana mungkin dia bertahan selama tiga hari di dalam kamar tanpa ke kamar mandi sedangkan dia bersama seorang bayi ?” tanya Aku tak habis mengerti. Tak ada yang dapat menjawabnya. Semuanya hanya merasa bertambah aneh.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Kita harus mengatakannya pada Ibu Asrama, siapa tahu, penghuni itu sedang dalam kesulitan. Mungkin juga dia sedang....” Usul Elly yang tiba – tiba menjadi cerdas.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Melahirkan.” potong Ayu cepat. Dasar bigos.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Kamipun bersama – sama mendatangi rumah Ibu Asrama yang berada tepat disamping Asrama. Ibu kos menemui kami dengan hanya mengenakan baby doll tipis, maklum sudah larut dan saatnya untuk tidur.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Alhamdullilah.” ucapnya penuh syukur ketika Mbak Lily menerangkan perihal tangis bayi itu. Kami saling berpandangan tak mengerti.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; “Jadi dia sudah melahirkan ? Kalau begitu Ibu sangat bahagia. Malam ini juga dia akan pulang dan kalian boleh tidur sekarang. Ibu akan ceritakan nanti.” Ibu Asrama bergegas masuk ke dalam. Tak ada yang beranjak dari tempat itu sekalipun Ibu mengatakan kami boleh tidur, rasa penasaran telah membuat kami tetap bertahan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Ibu Asrama keluar dengan mengenakan sanggul dan kebaya lengkap. Bahkan Bapak Asrama – yang 20 tahun lebih muda, juga mengenakan beskap lengkap dengan blangkon dan kerisnya. Tanpa memandang kami, mereka bergegas keluar dan menuju ke kamar paling sudut.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Kami mengikuti langkah mereka diam – diam, tak terlalu dekat – khawatir Ibu akan marah tetapi juga tidak terlalu jauh – kami ingin tahu apa yang terjadi.  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Pintu kamar paling sudut terbuka dari dalam seketika saat mereka telah berada di sana. Tak ada sosok yang keluar. Ibu dan Bapak melakukan sembah, lalu dua berkas cahaya – kecil dan besar menerobos keluar dari dalam kamar dan melesat ke udara. Cahaya terang itu kemudian menghilang di telan malam.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Malam yang misterius, konon penghuni itu datang untuk melahirkan bayinya di kamar kos itu. Dia membayar mahal harga kamar itu, dan Ibu merasa suatu berkah telah datang padanya dari wanita yang konon putri penguasa laut selatan itu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Setelah malam itu tak terdengar lagi suara tangis bayi atau wangi menghampar udara. Sunyi dan senyap, hanya terdengar lembut suara melow Ari Lasso lamat – lamat dari balik tembok dan pintu yang selalu tertutup rapat. Saat senja menjelang, dari bawah pintu dan ventilasi udara menyemburat cahaya lampu yang terang, menandakan bahwa di kamar itu ada penghuninya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="right"&gt; Ambarawa, 26 April 2007&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 2.54cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="right"&gt; &lt;i&gt;Untuk cinta terakhir&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"untill all's gone ..."&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4039089421411626799-2135075502757016199?l=menantisurga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menantisurga.blogspot.com/feeds/2135075502757016199/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4039089421411626799&amp;postID=2135075502757016199&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4039089421411626799/posts/default/2135075502757016199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4039089421411626799/posts/default/2135075502757016199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menantisurga.blogspot.com/2007/04/kamar-di-ujung-asrama.html' title='Kamar di ujung Asrama'/><author><name>rhina BEE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13198746575988049984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_oIeUsN_qjSs/SOxW_b08oiI/AAAAAAAAAF4/U5bb-htePKk/S220/04102008272.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4039089421411626799.post-6398655304198703696</id><published>2007-04-23T02:57:00.000-07:00</published><updated>2007-04-23T03:00:00.221-07:00</updated><title type='text'>Share with Heart</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: left; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Selamat siang pendengar radio J4U gelombang tujuh point dua ef em semua, siang ini masih bersama saya Aiqi. Kita akan coba bersama – sama saling berbagi, bercerita dan bertukar pikiran. Tetap dalam acara yang sama Share with Heart. Okey untuk yang ingin ikutan sharing silahkan kirim sms kalian ke nomor 08123456789 atau telepon ke 021098243 pastikan Share with heart just said your heart.” Sebuah kalimat awalan dari program siaran yang dipandu Aiqi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Aiqi memandang ke arah Mas Tyo yang sibuk mengotak atik perangkat pendukung siaran. Mas Tyo mengacungkan jari, memberi aba – aba pada Aiqi. Aiqi mengangguk tanda mengerti. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Oke, sebagai lagu pembuka kebersamaan kita siang ini, berikut sebuah lagu dari Puff Daddy ; I’ll missing you. Selamat menikmati.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Puhh….payah, batin Aiqi. Dilepasnya headphone yang sedari tadi menekan telinganya. Denyar – denyar itu perlahan sirna.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Ada apa ?” tanya Mas Tyo setelah Aiqi berada di luar. Aiqi mencoba tersenyum dipaksakan. Masam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Nggak ada apa – apa kok Mas. Nggak bisa konsen aja.” Geleng Aiqi. Tumben hari ini perasaannya berbeda. Sepertinya ada sesuatu yang salah dalam dirinya. Hanya saja Aiqi tidak bisa menunjukkan dimana letak kesalahan itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Kamu bisa minta tolong Nita untuk gantiin siaran. Atau Tomi dan Andre. Tuh mereka masih pada makan di Lobi.” Kata Mas Tyo memberikan jalan keluar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Aiqi menggeleng. “Nggak enak dong Mas. Lagipula nanti malem, aku harus pergi ke Bogor. Mama ngadain sukuran. Jadi nggak bisa tukeran jadwal ma Nita. Tomi dan Andre juga. Mereka kan jadwal ngasuh midnight. Nggak mungkinlah aku gantiin.” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Mas Tyo tersenyum. Ya jelas nggak mungkin. Aiqi yang gadis simple, lugu dan manis tiba – tiba harus ngasuh acara midnight yang isinya tujuh belas keatas ? Oo Nggak kebayang bagaimana roman muka dan malunya dia. Ketika harus menjawab pertanyaan – pertanyaan yang kadang – kadang bernada vulgar bahkan porno&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari para pendengar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Ya udah, kita buat aja senyaman mungkin, kalau kamu males. Kasih kode. Kita putar lagu lagi.” alih Mas Tyo baik hati.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Aiqi memandang tak percaya. “Bener Mas ? kalau Mbak Citra marah gimana ? kan batasan lagu buat kita nggak lebih dari tujuh. Lalu iklan ?” Aiqi kebingungan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Mas Tyo ngejegugin kepala Aiqi. “Aduh Non geulis, Iklan tetep aja haknya, cuma&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kita tambahin aja lagu satu atau dua buah.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Aiqi tersipu malu. Mas Tyo mengacungkan ibu jarinya kembali. Lagu hampir habis. Dan dia harus kembali on.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Oke sahabat muda. Satu sms dari Heri di Srinindito dia bilang cinta itu ibaratnya kertas tisu. Saling menghisap satu sama lain. Loh kok bisa ya ? Iya juga sih nggak bisa dipungkiri memang, cinta telah membikin hidup kita menjadi lebih berwarna. Mungkin Heri punya pendapat kalau kita jatuh cinta kita nggak bisa lepas dari orang yang kita cintai. Begitu sebaliknya.” Cerocos Aiqi. Tak ada yang menyangka Aiqi yang semula pendiam, sederhana dan lugu akan tiba – tiba berubah ceria dan cerewet bila berada di depan corong mikropon.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Tut…tut… sebuah telepon masuk.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Hallo, share with heart. Paswordnya ?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Hallo, Share with heart just said your heart.” Sebuah suara cewek. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Iya, dengan siapa ?” tanya Aiqi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Kelly di Putra jaya.” Kata seorang cewek yang mengenalkan diri sebagai Kelly.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Okey Kelly, gimana nih mau kasih komentar, kirim lagu atau pengen sharing ?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Aku Cuma pengen kasih komentar aja nih. Menurut aku, cinta itu seperti sebuah kisah anak kecil.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Qi, pikir lagi deh. Nggak salah nih, apa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;iya kamu pengen&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jadi penyiar ?” tanya Mama ketika Aiqi pamit ingin mengikuti audisi penyiar di radio J4U setahun yang lalu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Udah deh Ma, Aiqi cuma ingin nambah wawasan aja kok. Siapa tahu ketrima kan lumayan buat nambah uang jajan. Kalaupun enggak, enggak masalah kok Ma.” Jawab Aiqi sambil mengikat tali sepatunya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Penyiar itu sulit lho. Harus pinter ngomong. Apalagi kalau harus siaran malem gimana ? siapa yang mau jemput ?” Tanya Mama tetap tak percaya pada pilihan Aiqi. Wajar aja Mama khawatir, Aiqi kan nggak pernah pinter basa – basi. Lagipula nggak ada yang bisa diandelin buat jemput Aiqi kalau pas jatah siaran malam. Sejak Aiqi berusia empat tahun, Mama dah jadi single parent. Tapi bukan berarti Aiqi nggak pernah ngerasain cinta seorang Papa. saat – saat tertentu Papa akan menjemputnya dan mengajaknya menginap di Semarang. Dan Aiqi sangat menikmati kebersamaan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Ditatapnya Mama dengan pandangan memelas. Please dong Ma…..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Mama menghela nafas. Aiqi terkadang keras kepala. Apalagi kalau sudah punya kemauan. Gadis manis yang baru duduk di semester tiga ini memang kokoh pendirian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Mama Cuma khawatir sayang. Okelah kalau itu kemauanmu. Mama minta kamu bertanggung jawab pada pilihanmu.” Mama mengangkat bahu, give up.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Lamunan Aiqi buyar, Mas Tyo kembali memberi aba – aba.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Oke sahabat muda, kayaknya hidup kita juga nggak akan berwarna tanpa musik. Satu lagu paling dijagokan di Tophits Indonesia minggu ini. Doi cowok fotomodel dan juga bintang iklan yang baru – baru ini merilis album barunya. Yang mengherankan album cowok ini nggak melulu berisi tentang cinta. Tujuh dari sepuluh lagu yang terdapat dalam albumnya bertema tentang perdamaian dunia. Dan kayaknya nih, semua dari kita bakal menyukainya. Siapa lagi kalau bukan Gege Syahrezi. Baiklah sahabat muda, kita simak aja bersama : Dengarkan mereka. dari Gege Syahrezi.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Aiqi menyedot endapan jus alpukatnya yang terakhir. Ughs…. Benar – benar hari yang berat. Matanya terasa pedih dan sepat. Seluruh tulang belulangnya ngilu. Mungkin karena kehujanan kemarin sore, sepulang dari siaran hujan turun dengan sangat lebat. Dan Aiqi lupa membawa serta mantel hujannya. Untuk berteduh jelas nggak mungkin. Tak ada sebuah bangunanpun yang bisa digunakan untuk berteduh sepanjang jalan menuju rumah dari Radio ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Dan hari ini dia kebagian on air dua kali. Siang pukul sepuluh hingga pukul duabelas yang baru saja selesai dia kerjakan. Dan satu lagi nanti jam setengah empat hingga jam lima. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Qi. Kamu bisa pulang sendiri kan ?” tanya Mas Tyo ketika Aiqi melintas di hadapannya. Begitulah Mas Tyo selalu baik dan penuh perhatian. Ayah dua anak ini memang tipe careolous sama siapapun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Kenapa sih Mas Tyo nggak yakin ? aku bisa pulang sendiri kok. Biasanya kan gitu.”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jawab Aiqi. Begitulah Aiqi. Selalu ingin mandiri dan tak merepotkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Kamu pucat banget. Capek atau sakit ?” lagi – lagi dengan penuh perhatian Mas Tyo menanyai Aiqi. Aiqi tersenyum lesu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Udah deh Mas. Nggak perlu berlebihan gitu. Aku cuma butuh istirahat satu jam. Tidur dan makan sup hangat buatan Mama itu udah obat mujarab buatku.” Jelas Aiqi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Mas Tyo menatapnya prihatin. “Where’s your Mom, Aiqi ?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Oh my God. Desis Aiqi pelan. Kali ini dia lupa. Mama pergi ke Bogor.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dan itu artinya nggak ada semangkuk sup hangat buatan Mama yang akan membuatnya sehat kembali.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Baiklah Qi, sekarang tinggal bilang, Mas tolong carikan ganti buat siaran acaraku nanti. Jangan sungkan anak manis.” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Aiqi tetap menggeleng. Tidak, ini sudah tanggung jawabnya. Nggak mungkin kalau harus ditinggalkan begitu saja. Toh dari awal dia sudah sepakat apapun resiko pekerjaan ini dia yang tanggung. Puff…… kalau saja. Desisnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Da Mas Tyo… sampai nanti ya.” Lambainya sembari berlalu. Mas Tyo membalasnya dengan gumaman pendek.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Aiqi baru saja hendak melangkahkan kaki keluar studio ketika Mbak Citra menegurnya. “Qi, dah mau pulang ?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Jantung Aiqi berdebar. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Sudah Mbak.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Bisa bicara sebentar ?” Debar jantung Aiqi bertambah parah. Jangan – jangan soal lagu yang lebih banyak itu ?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Bisa Mbak.” Aiqi mengikuti langkah Mbak Citra ke dalam Kantor. Diseretnya kursi dan duduk menunggu kata – kata Mbak Citra.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Mbak Citra manager Radio J4U. Walaupun sudah punya dua orang anak, Mbak Citra masih kelihatan seperti gadis. Apalagi bagi yang baru bertemu pasti nyangkanya Mbak Citra masih single. Hidung Mbak Citra bagus. Tapi menurut Aiqi hal yang paling membuat Mbak Citra menarik adalah dagunya yang lancip. Emm selain itu rambutnya yang hitam lurus. Berkilat – kilat saat ditempa cahaya lampu. Entah sampo apa yang dipakai Mbak Citra. Sampai sekarang Aiqi tak pernah tahu. Yang pasti sampo itu pasti mahal. Keharuman rambut Mbak Citra juga tercium hingga kemana – mana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Qi, kok malah melamun ?” Tegur Mbak Citra. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Aiqi tergeragap. Keasyikan ngelamunin rambut Mbak nih. Batin Aiqi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Gini lho Qi, soal acara yang kamu bawain.” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Jantung Aiqi kembali berdebar. Acara yang dia bawain ? mungkinkah Mbak Citra tahu, beberapa hari ini dia badmood jadi nggak bisa bawain acara itu semaksimal mungkin. Mungkin Mbak Citra bermaksud menggantinya dengan acara lain ?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Acara Share With Heart, Mbak rasa cukup bagus responnya. Apalagi sejak dipandu kamu. Setidaknya setahun ini rating acara itu meningkat terus. Dan gimana kalau ……….” Mbak Citra sengaja memotong kalimatnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Aiqi bersorak. Bukan complain Mbak Citra yang diterimanya melainkan pujian. Tapi ada apa ya ? hati Aiqi dipenuhi tanda tanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Mbak Citra menyeruput tehnya. Dipandangnya wajah Aiqi yang halus seperti porselin cina. Aiqi mengerutkan alis. Terus…..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Gimana kalau kita buat suatu surprise buat penikmat acara kamu.” Wajah Mbak Citra berseri – seri. Surprise semacam kuis atau …….. otak Aiqi dipenuhi tanda tanya besar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Maksud Mbak ?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Yach, kita buat acara live gitu. Menurut kamu apa nih cocoknya. Asal temanya nggak jauh – jauh dengan tema Radio kita lho ya.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Mendengar hal itu, benak Aiqi tiba – tiba dipenuhi oleh ribuan ide. Aiqi menggigit bibir bawahnya kuat – kuat. Dia menjentikkan jari. Yup. I get a good idea. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Gimana Qi. Ide kamu apaan ?” tanya Mbak Citra.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Mata Aiqi berbinar – binar. “Gimana&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kalau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kita buat jumpa fans Mbak ? Aiqi denger Gege Syahrezi sedang ngadain promo album. Kali aja dia mau diundang ke Radio kita. Hitung – hitung promo album. Tapi apa biayanya nggak mahal Mbak ?” cetus Aiqi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Mbak Citra yang denger idenya manggut – manggut. “Mbak setuju Qi. Emm soal biaya, kamu nggak usah pikirin. Biar Mbak dan Mas Yos yang susun rencana anggaran biayanya sekalian cari jalan keluarnya. Tapi apa kamu yakin Gege yang paling dimauin sama pendengar setia acara kamu ? dan bukannya artis atau bintang yang lain ?” tanya Mbak Citra hati – hati.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Kehati – hatian Mbak Citra memang ada benarnya. Apalagi event yang mau diadakan termasuk event besar setidaknya untuk ukuran kota dimana mereka tinggal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Aiqi mengetuk – ngetuk meja dengan telunjuknya pelan. “Emm…Gini aja deh Mbak, saya minta waktu sebulan. Kita adakan polling. Nah dari polling itu kita bisa dapet bintang atau artis mana aja yang paling ingin dijumpai oleh pendengar.” Jawab Aiqi tak kekurangan ide. Semangat yang siang tadi sempat kebat – kebit tiba – tiba muncul saat Mbak Citra minta idenya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Oke deh Qi. Mbak minta&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kamu siapkan draft rencana dari awal. Soal yang lain – lain Mbak dan Mas Yos yang handle. Kamu bisa kan Qi ?”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tanya Mbak Citra.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Aiqi mengangguk kuat – kuat. Tentu saja bisa dong Mbak. Batinnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Aiqi coba deh Mbak. Tapi Aiqi tetap minta petunjuk Mbak.” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Mbak Citra mengulurkan tangan, Aiqi meraihnya. Mereka berjabat tangan erat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Sekarang kamu mau pulang ?” tanya Mbak Citra seraya bangkit. Aiqi menengok kearah jam tangannya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Nggak kok Mbak, sejam lagi harus on.” Jawabnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Mbak Citra tersenyum diapitnya lengan Aiqi keluar ruangan. “Ya udah. Mbak harus temui klien siang ini. Sampai besok ya Qi.” Pamit Mbak Citra sembari pergi dari studio.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Ya Mbak, hati – hati.” Pesan Aiqi lirih.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Yess… teriak Aiqi mengayunkan tangan membentuk kepalan diudara. Mas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tyo yang melihatnya kebingungan. Gimana nggak bingung beberapa saat yang lalu, Aiqi mendadak sakit. siaran nggak konsen. Muka pucat pasi seputih kertas. Pembawaan kacau tapi sekarang setelah keluar dari Kantor Mbak Citra, teriak – teriak nggak karuan. Habis disuntik vitamin apa ? tanya Mas Tyo dalam hati.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Aiqi ?” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Aiqi mengerutkan dahi melihat ke arah Mas Tyo yang semakin kebingungan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Kok wajah Mas Tyo aneh ?” tanya Aiqi heran. Didekatkannya wajahnya tepat didepan wajah Mas Tyo. Mas Tyo menarik wajahnya ke belakang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Aiqi ? nggak salah kan ?” tanya Mas Tyo keheranan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Maksud Mas Tyo, apanya yang salah ?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Kamu nggak jadi pulang ?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Aiqi menggeleng. Kemudian kembali berputar – putar sambil berhaha – hihi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Qi, kamu sehat kan ?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Aiqi kembali mengangguk. “Sehat kok. Gipula siapa yang sakit ? Mas Tyo sakit.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Mas Tyo semakin gusar. Kalau saja gadis itu bukan Aiqi tentu saja sudah ditimpuknya sedari tadi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Kok kamu teriak Yes yes segala ? ada apa sih ?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Ooo itu ?” mulut&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Aiqi membulat. Mas Tyo semakin penasaran.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Memangnya honor kita mau naik ?”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bisik Mas Tyo. Honor ? Naik ? giliran Aiqi yang kebingungan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Bukan. Bukan itu.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Lantas ?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Tiba – tiba sebuah kepala menyembul dari balik pintu. Nita muncul dengan senyum manis dan goyangan kepalanya yang tak pernah ketinggalan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Halow, ada yang bisa anter gue bentar nggak ya ?” tanyanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Aiqi dan Mas Tyo saling memandang. Kemudian saling&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menggidikkan bahu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Kemana ?” tanya mereka nyaris berbarengan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Gue pengen benerin rambut gue. Bentar aja kok. Paling juga lima menit.” Ujar Nita santai. Tangannya bersidekap di dada. Dengan kepala mendongak seperti itu, Nita tiba – tiba menjelma menjadi seorang ibu suri yang angkuh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Nita benerin rambut ? Lima menit ? mana mungkin ? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Aiqi dan Mas Tyo kembali saling pandang. Kali ini ditambah saling tunjuk.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Mas Tyo aja deh.” Tunjuk Aiqi pertama kali.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Mas Tyo melotot nggak senang. Mulutnya dimencengkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Aduh, kamu aja deh Qi. Masak ke salon sama cowok. Nggak asyik lagi.” dalih Mas Tyo mengelak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Nita mengetuk – ketukan ujung sepatunya. Semakin lama bunyi ketukan sepatu Nita semakin keras.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Tiba – tiba bohlam seratus watt dibenak Aiqi berpijar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Aduh Mas, bentaran lagi giliran aku on. Tuh kan dah tiga empat lima. Lima menit lagi nih. Mas Tyo aja deh yang anter Nita. Ya, ya…Makasih.” Cerocos Aiqi sambil berlalu ke arah kamar kecil. Mas Tyo ngikutin langkahnya dengan pandangan keki.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Mas Tyo manyun. Mengikuti langkah Nita yang anggun dari belakang. Persis seperti kerbau dicocok hidung. Sebenarnya kasihan juga sih Mas Tyo tapi apa boleh buat. Nganter Nita ke salon ? ah itu sama aja dengan bunuh diri oh tidak tidak, belum separah itu. Tapi kalau menyiksa diri sih iya. Bayangin aja, Nita kalau udah di salon sulit diingetin soal waktu. Ngomongnya sih cuman benerin rambut. Padahal setelah itu masih ada acara pedicure, manicure, creambath, facial and so on. Bukannya konservatif banget, tapi Aiqi mana maulah seperti itu. Dah ketauan dipersembahkan untuk siapa entar tubuhnya. Mr. Worm pastilah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;**&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;  Ambarawa, i will back... some day...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"untill all's gone ..."&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4039089421411626799-6398655304198703696?l=menantisurga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menantisurga.blogspot.com/feeds/6398655304198703696/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4039089421411626799&amp;postID=6398655304198703696&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4039089421411626799/posts/default/6398655304198703696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4039089421411626799/posts/default/6398655304198703696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menantisurga.blogspot.com/2007/04/share-with-heart.html' title='Share with Heart'/><author><name>rhina BEE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13198746575988049984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_oIeUsN_qjSs/SOxW_b08oiI/AAAAAAAAAF4/U5bb-htePKk/S220/04102008272.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4039089421411626799.post-3585717293997353447</id><published>2007-04-23T02:46:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T15:09:17.814-08:00</updated><title type='text'>Hari yang Melelahkan</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_oIeUsN_qjSs/R-HlPWddm6I/AAAAAAAAAD0/33i285Ci66M/s1600-h/Picture+021.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_oIeUsN_qjSs/R-HlPWddm6I/AAAAAAAAAD0/33i285Ci66M/s320/Picture+021.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5179673098342734754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;" class="MsoBodyTextIndent"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Oke Ge, kita take lagi. Usahain kali ini lebih serius jadi nggak perlu ngulang sampe berkali – kali.” Arah Salom dengan suara sekencang - kencangnya. Sutradara iklan yang satu ini memang kadang – kadang ngeselin juga apalagi kalau sedang dikejar deadline seperti hari ini. Produser yang mengontrak mereka nggak sabar lagi untuk segera merilisnya ke stasiun teve.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;" class="MsoBodyTextIndent"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Seluruh kru yang mendengar teriakan Salom mengarahkan pandang pada seorang Pemuda yang sedang duduk melamun didepan background syuting.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;" class="MsoBodyTextIndent"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Cowok dua puluhan yang dipanggil Gege melengos. “Bentaran kenapa Mas, masih capek nih.” Serunya menyahut. Salom melirik kearahnya sekilas. Nggak senang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Ayo dong Ge, lelet banget sih kamu. Jangan bikin aku punya pikiran buat ngegantiin peran kamu ke orang lain sekarang.” Mata Salom menyipit. Disekanya peluh yang hampir jatuh dari dahinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Gege ogah – ogahan bangkit. Kalau saja dia boleh memilih, antara bekerja dengan Salom atau orang lain. tentu dia akan memilih bekerja dengan orang lain. Salom tipe orang yang perfecsionis, udah gitu nggak pernah pake nurani saat kerja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Baca ulang script – nya terutama adegan 5. kalau belum ngerti tanya sama Mbak Fenti.” Teriak Salom kembali. Kali ini sedikit lebih pelan. Disodorkannya buku script tepat didepan hidung Gege.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Gege meraih buku itu malas. Kalau saja bukan Salom yang memberikannya tentu dia lebih senang untuk merobek dan membuatnya sebagai alas tidur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Memangnya kita kerja rodi. Diperes – peres ?” bisik Ron, photographer saat Gege melintas di dekatnya. Gege menggidikan bahu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Heeh. Gue kira gue sendiri yang nggak suka.” Tukas Gege kesal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Nggak cuman kamu kok Ge. Ph aja kayaknya nggak terlalu suka sama tingkahnya yang arogan banget. Tapi emang sih, iklan dia patut diacungin jempol. Lihat aja kemarin di festival iklan. Empat kategori terbaik, dia yang raih. Sutradara lain lewat. ” Yakin Ron.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Tapi itu nggak cuman kerja dia doang. Kita – kita ikut andil juga kan Ron.” Celetuk Rena yang tiba – tiba ada diantara mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Ron mengangguk yang diikuti oleh Gege. Bersamaan mereka memandang ke arah Salom. Pria setengah baya dengan kumis tipis melintang itu tempak sedang mengamati komputer yang menayangkan gambar yang sempat mereka ambil beberapa waktu tadi. Tangannya sibuk menunjuk – nunjuk mengarahkan di iringi anggukan kepala Wendi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tukang edit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Tiba – tiba Salom bangkit dan mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan. “Ayo, istirahatnya selesai. Kita mulai kerja lagi.” Seru si Sutradara galak, dengan pandangan berkilat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Plok…..plok….plok….. tepuk tangan Sutradara membangkitkan seluruh kru. Mereka serentak kembali pada pekerjaannya masing – masing.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Dah Ge tinggal satu adegan lagi. kita selesein hari ini juga. Seperti maunya dia.” Kata Rena yang kali ini dapat peran lawan mainnya Gege. Gadis cantik dan bertubuh sempurna ini segera bangkit. Meneguk soft drinknya sekali lagi dan mulai berbenah untuk pengambilan adegan selanjutnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Gaun sutra warna biru langit cocok banget di kulit putih Rena. Apalagi Mbak Keti, sang juru make up seakan tahu make up yang paling sesuai dengan wajah Rena. Seluruh keindahan seolah terefleksikan pada diri Rena.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Gege menarik nafas. Rena begitu sempurna. Kulitnya yang putih dan halus, wajahnya yang merona memerah dengan bibir indah memikat. Puff……….&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Tahu sedang menjadi perhatian, Rena jadi salah tingkah. Wajahnya lebih memerah. Diliriknya Gege dengan hati berdebar. Dipandang sedemikian rupa Gege kumat ganjennya. Mengedipkan mata. Rena tersipu malu lalu buru – buru mengalihkan perhatian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Ge, kali ini kamu coba lupain deh segala bullshit yang ada dipikiran kamu. Kamu tahu nggak sih, kalau kamu nggak konsen sama adegan itu, aku juga kebawa – bawa.” Ujar Rena. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Rena manyun. “Tuh kan, kamu nggak pernah serius. Come on hunny.” Desak Rena.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Oke deh. Aku coba tapi aku nggak janji. Hanya demi kau, permaisuriku aku akan mencoba.” Ucap Gege sok romantis. Disedekapkan tangan kanan di depan dadanya dan tangan kiri dibelakang punggung. Lalu membungkuk dan memberi hormat pada Rena. Dasar artis !&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Wajah Rena memerah. “Gombal.” Desis Rena. Pura – pura marah. Dalam hati Rena selalu ingin Gege berbuat itu. Konyol, kolokan dan kekanak – kanakan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Gege meraih sebotol soft drink milik Rena. “Minuman kamu ? Minta ya Ren.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Rena mendelik melihat minumannya diserobot paksa. “Ye, minta pa maksa ? minum aja semua, gue nggak haus lagi kok.” Katanya sambil ngeloyor pergi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Lu jijik ma bekas gue ya Ren.” Teriak Gege kearah Rena. Langkah Rena terhenti dan menatap tajam ke arah Gege. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Gege tersenyum cengengesan. Dimoncongkannya bibirnya seolah – olah hendak mencium Rena. Rena mengangkat bahu dan berlalu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Ron yang sedari tadi memperhatikan mereka ikut tersenyum. “Ge, marah tuh dia, lu sih klo ngomong nggak pake dipikir. Kejar gih.” Usir Ron melambaikan tangan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Gege tersenyum acuh. “Biarin aja Ron, paling bentaran dia baikin gue lagi. ngapain juga mesti ngejar. Nggak dikejar juga datang sendiri.” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Ron terbahak. Harus diakui Gege memang penakluk cewek sejati. Semua kriteria cowok idaman semua ada di diri Gege. Dan Ron juga berani bertaruh lima menit lagi Rena bakal datang dan mereka berdamai.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Script kembali beredar. Masing – masing kemudian disibukkan oleh bagian kerjanya. Rena yang harus mengulang kembali adegan karena ketidak seriusan Gege tambah marah. Sebab sejak adegan mulai diulang, Gege tak pernah dapat sekalipun berkonsentrasi. Akhirnya syuting dihentikan. Salom memberi waktu satu jam untuk istirahat. Jika setelah istirahat Gege tak juga dapat konsentrasi, Salom mengancam akan mencari pengganti Gege untuk peran utama dalam iklan itu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Persoalan akan runyam, sebab sesuai dengan kesepakatan yang telah tertanda tangani. Gege tak hanya tidak berhak atas honornya tapi juga harus membayar denda karena kegagalan syuting dianggap berasal dari diri Gege.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Aduh Ge. Gue bilang Lu harus konsentrasi. Lu nggak bisa juga. Rileks boy. What’s wrong with you ?” tanya Salom berapi – api. Salom membanting topi kelantai. Dihentakannya kaki kuat – kuat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Gege menarik nafas. “Maafin Gue lom. Pikiran gue kacau. Nggak tau kenapa ?” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Itulah boy, gue udah bilang dari semula. Problem Lu di rumah, selesaiin juga dirumah. Jangan Lu bawa – bawa ke sini.” Nasihat Salom gusar. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Kita break aja dulu Lom. One hour more. Setelah itu Gue janji, nggak bakal bikin Lu kecewa. I’ll give you the best.” Pinta Gege lunglai. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Allright boy, I give you one more change. Don’t make me disapointed.” Putus Salom sambil melangkah pergi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Oke everybody, we break one hour again. Gunakan kesempatan ini sebaik – baiknya. Setengah empat kita kerja lagi.” kali ini teriakan cempreng Ika, ass Sutradara terdengar membahana ke seluruh lokasi syuting. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Terdengan suit – suit panjang dari seluruh lokasi. Juga gumaman tak jelas. Entah senang atau protes dengan istirahat yang baru diputuskan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Buru – buru Gege melangkah pergi. Namun baru beberapa langkah dia berlalu, sebuah tepukan kecil mendarat di bahunya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Ge, Lu kenapa sih. Album nyanyi Lu bentar lagi rilis. Nah iklan Lu ini kan cuma kerjaan sambil lalu. So take easy guys. Nggak usah dipikirin.” Kata Vido tepat di telinga kanan Gege. Gege tersenyum kecut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Gue nggak ngerti nih Ge. Yang Lu pikir tu apa ?” tanya Vido kembali. Manager Gege yang kebetulan masih saudara sepupu itu kadang – kadang memang ngeselin. Nggak tahu kenapa, culunnya itu nggak ketulungan, walaupun sekarang dia dah jadi managernya Gege, yang fotomodel, bintang iklan sekaligus penyanyi itu. Mungkin karena usia Vido yang masih muda. Usia Gege dan Vido memang sepantaran. Mungkin hanya terpaut satu atau dua tahun. Tapi soal kedewasaan sepertinya Vido belum punya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Gue pengen sendiri Do. Ada banyak yang gue rasain.” Kata Gege lirih. Perasaannya bercampur aduk tak karuan. Gege merasa ada sesuatu yang tak beres dengan dirinya. Hanya saja dia tidak bisa menunjukkan dimana letak ketidak beresan itu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Ada apa sih Ge. Lu tiba – tiba jadi misterius amir ?” desak Vido sambil menggaruk – garuk kepalanya yang tak terasa gatal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Soal Rena ?” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Nggak.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Gue pikir Lu jadian ma dia.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Kepala Lu aja yang ngeres, Lu pikir gue tertarik ma cewek kayak dia. Rena bukan tipe Gue. Lu tahu kan Do ?” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Vido mengernyitkan dahi. “Maksud Lu ?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Ya, Lu tahu kan tipe cewek yang gue suka.” Bentak Gege berang. Vido cekikikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Ya iyalah, masa gue lupa. Tipe cewek yang Lu suka.” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Tumben nyambung. Pikir Gege. Disambitnya kepala Gege dengan sepotong ranting yang sejak tadi dipermainkannya. Vido mengelak. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Lalu apa yang jadi pikiran kamu. Cewek lain ?” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Gege menggeleng sedih. “Itulah Do, gue nggak tahu dimana letak kesalahan itu. Yang pasti bukan soal cewek.” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Vido semakin tak mengerti. Tapi dia paham, kalau kebiasaan Gege yang aneh itu sudah muncul, apa yang harus dia lakukan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Ok man. Gue tinggal lu sendirian dulu. Moga – moga aja lu bisa nemuin apa yang jadi masalah lu.” Ditepuknya bahu Gege. Vido meninggalkan Gege seorang diri. Gege memandang kepergian Vido sayu. Seandainya saja ada yang tahu, pandangan mata Gege persis seperti pandangan kucing Tom saat kelaparan. Meongg….&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Gege baru saja hendak meletakkan pantatnya di pinggiran kolam ikan ketika tiba – tiba sepasang tangan halus mendekapnya dari belakang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Gege berpaling. Rena memandang Gege lembut. Gege menarik tangan gadis semampai yang kemudian menjajari duduknya di pinggir kolam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Ge, ada apa sih. Kok kamu jadi nggak konsen gini ?” tanya Rena pelan. Emosi Gege terkadang meledak – ledak. Apalagi sejak pagi, Gege selalu sensitif.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Nggak taulah Ren. Gue ada problem di rumah.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Problem ? cowok seperti kamu punya masalah ? ah yang bener Ge ?” tanya Rena mengerutkan dahi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Nggak ada yang kurang dari diri Gege, setidaknya yang selama ini dia kenal. Gege yang bintang tengah naik daun, tajir, cakep perilakunyapun menyenangkan. Dengan ribuan penggemar, Gege nyaris mendapatkan seluruh impian cowok manapun dibelahan dunia ini. Dan ini yang bikin Rena salut, sepanjang dia mengenal Gege, Rena belum pernah sekalipun dengar atau tahu gosip miring tentang Gege. Tidak seperti bintang dan artis lain. Berita negatif tak pernah sekalipun berani menyentuh sosok cowok itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Bokap gue sakit – sakitan Ren.” Kata Gege pilu. Kesedihan tak bisa disembunyikan dari wajahnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Rena trenyuh. Diusap – usapnya punggung Gege perlahan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Maaf ya Ge. Tapi Gue ikut sedih. Gue nggak tahu Bokapmu sakit – sakitan. Mungkin Bokap kamu butuh istirahat. Dia terlalu capek.” Nasihat Rena pelan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Memangnya Bokap sakit apa ?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Gege menggeleng. “Sakit gula Ren. Setahun yang lalu Bokap gue udah pensiun kok. Tapi taulah beberapa hari ini kadar gulanya naik terus. Padahal disuruh diet, sulitnya minta ampun.” Keluh Gege.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Rena menghela nafas prihatin. Dia tahu, orang tua seusia Ayah Gege memang kadang – kadang susah diatur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Ya, minimal kamu bisa buat hatinya gembira dong Ge. Mungkin dengan begitu dia punya semangat untuk sembuh.” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Iya juga sih. Beberapa hari yang lalu Bokap gue cerita. Dia bilang pengen liat aku yang anak laki – laki satu – satunya cepet pake toga.” Kata Gege sambil memainkan kakinya didalam air. Karuan saja ikan – ikan berenang kian kemari. Mungkin karena bau kaki Gege yang mirip terasi. Uff….&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Rena melempar kerikil ke kolam. Seekor ikan berenang mendekatinya, menyangka yang jatuh adalah makanan dari langit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Yah, keinginan bokap kamu nggak salah Ge. Siapa sih yang nggak kepengen anaknya jadi sarjana. Apalagi kamu anak laki – laki satu – satunya.” Ujar Rena setuju.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Masalahnya sekarang, waktu aku nggak cukup banyak buat kuliah Ren. Lu taukan, gimana repotnya membagi waktu.” Tatap Gege nanar. Ren mengangguk.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Iya. Kamu juga nggak salah kok. Tapi aku denger universitas empat lima buka program ektensi. Itu tuh yang kuliah malem hari. Kamu coba aja cari informasi gih.” Anjur Rena.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Iya, gue juga udah denger dari Mita. Dia juga bilang, tahun ini dia mau masuk. Gue sempet mikir juga. Masuk barengan dia atau tahun depan aja.” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Menurut aku sih. Sebaiknya kamu masuk aja barengan dia jadi Lu bisa nitip – nitip apa gitu, seandainya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kamu harus absent.” Himbau Rena. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Mata Gege berbinar. “Makasih ya Ren buat atensi Lu ke gue.” Pandangan mereka bersirobok. Jantung Rena berdegup keras. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Sepanjang hari mereka menjadi lawan main. Memerankan dua orang sahabat tapi baru kali ini pandangan Gege menggetarkan hatinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Rena buru – buru mengalihkan pandangan. “Trus album kamu. Kapan rilis ?” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Mungkin akhir bulan ini. Acara launchingnya di Hard Rock. Lu mau dateng kan Ren ?” tanya Gege. Mata Rena menyipit kemudian tersenyum manis.dan mengangguk kuat – kuat. Untuk Gege apapun akan dia lakukan. “Asal undangannya aja jangan lupa.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Buat kamu sepuluh deh.” Gege mengucel rambut Rena pelan. Spontan Rena menampik halus. “Kusyutlah Ge.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Maaf.” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Mereka saling pandang dan kemudian tertawa berbarengan. Puff…. Hari yang melelahkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;" align="center"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;**&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Ambarawa,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%; color: rgb(255, 0, 0); font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;When i was loss everything. i still love u&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"untill all's gone ..."&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4039089421411626799-3585717293997353447?l=menantisurga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menantisurga.blogspot.com/feeds/3585717293997353447/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4039089421411626799&amp;postID=3585717293997353447&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4039089421411626799/posts/default/3585717293997353447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4039089421411626799/posts/default/3585717293997353447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menantisurga.blogspot.com/2007/04/hari-yang-melelahkan.html' title='Hari yang Melelahkan'/><author><name>rhina BEE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13198746575988049984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_oIeUsN_qjSs/SOxW_b08oiI/AAAAAAAAAF4/U5bb-htePKk/S220/04102008272.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_oIeUsN_qjSs/R-HlPWddm6I/AAAAAAAAAD0/33i285Ci66M/s72-c/Picture+021.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4039089421411626799.post-1276379516422287411</id><published>2007-04-14T04:32:00.000-07:00</published><updated>2007-04-14T04:34:04.078-07:00</updated><title type='text'>Semua tentang Rindu</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Aku tertatih menyusuri jalanan gelap. Membawa tubuhku yang menggigil menahan rindu. Rindu pada kekasihku yang telah lama tak kujumpai dan menemuiku. Kau memang tak pernah menyadari aku telah melibatkan emosi dan perasaanku saat bersamamui, kalaupun kau sadari mungkin kau akan mengacuhkannya. Menganggapnya rindu yang biasa tak istimewa dan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tak perlu kau perhatikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Rindu itu hampir membuatku mati – beberapa saat lagi. Atau mungkin juga tidak jika saja aku segera dapat bertemu denganmu dan memenuhi segala hasrat untuk memilikimu. Memuaskan dahagaku pada cintamu. Tubuhku menggigil menahan rindu. Rindu pada kekasihku yang semakin dalam dan menyeret tubuhku pelan menghampiri kepunahan,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang mungkin akan terabaikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Aku terus berjalan. Menyusuri jalanan gelap, nyalang menatap nomor demi nomor berderet memastikan bahwa itu bukan nomor rumahmu, atau mungkinkah nomormu telah terlewat oleh mataku yang tak berguna ini. Jika ya, mungkin aku harus segera menggantinya dengan mata yang baru agar bayanganmupun tak bisa terlewatkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Aku takut, kau kekasihku tengah bergumul dengan wanita lain di dalam sana. Dalam keremangan cahaya lampu yang hangat, pelukan seharum kesturi dan kecupan lembut bidadari. Ah, andai saja kesempatan itu datang aku akan jadikan diriku bidadari untukmu, dengan sepinggan cinta dan setandan kesetiaan, tidak cukupkah ? Dan desah memburu itu, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;pasti akan membuatku cemburu sangat cemburu. Kau akan meregutnya, mencumbunya, menyusuri lembah dan bukit – bukit yang bukan milikku. Aku meratap penuh cemburu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Angin mulai menderu dasyat. Hampir – hampir menerbangkan sehelai kain yang membalut tubuhku. Tak ada kain yang lain, setelah semuanya kau lempar keluar malam itu. Aku berusaha memcarimu, kekasihku. Untuk mencairkan kebekuan rinduku setelah malam itu kau dinginkan aku dalam rindu, hingga tak ada lagi yang tersisa dalam benakku kecuali rinduku padamu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Ranting – ranting mulai berjatuhan. Menimpa kepalaku yang mulai pening, penuh dengan rindu. Menimpa tubuhku yang mulai letih, menopang kerinduan yang putih.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Gesekan angin dan ranting bahkan membuatku berharap, itulah kita. Dengan sepenuh kerinduan yang dapat kita tumpahkan. Tidak hanya berupa azl, tapi cinta, sebenar – benarnya rindu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Rembulan dengan sinarnya yang magis bahkan mungkin akan menertawakanku yang menggelandang berbalutkan rindu padamu. Atau mungkin juga rembulan akan setia menemaniku, mengantarkan kerinduan ini utuh untukmu seperti juga kerinduannya pada malam yang akan terus menjemputnya menuntaskan rindu. Tapi tidak, bahkan mungkin dia tak akan sekuat itu. Sekuat aku yang tertatih menyusuri jalanan gelap demi rinduku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Argh… mengapa aku harus jatuh cinta padamu ? yang akhirnya akan membebaniku dengan rinduku. Dan mengapakah kau harus berhenti malam itu, memintaku untuk bercinta dua jam denganmu. Ada apa dengan ban mobilmu yang tiba – tiba harus kempes saat tiba tepat di hadapanku. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Aku tertatih menyusuri jalanan gelap. Membawa tubuhku yang menggigil menahan rindu. Rindu pada kau kekasihku. Yang mungkin tak pernah kau sadari, kalaupun kau sadari mungkin kau akan mengacuhkannya. Menganggapnya rindu yang biasa yang tak perlu kau perhatikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 102, 0);" class="MsoBodyTextIndent"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Kepak kelelawar hampir saja pudarkan lamunanku. Tapi tidak kekasihku, rindu ini terlalu berat. Amat sangat teramat berat. Membuatku menggigil dengan gigi gemelutuk harusnya kusebut namamu tiga kali, hingga luntur rinduku. Seperti lunturnya kegundahan akan penolakanmu. Tapi tidak bahkan namamu saja aku tak pernah tahu, sepanjang yang ku tahu, Kekasihku itulah namamu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Aku memang bodoh tapi tentu saja aku tak sebodoh itu, paling tidak dua putaran waktu telah kuhabiskan untuk belajar dan aku pernah melaluinya dengan baik. Ingatanku pun lancar, selancar aku ingat bagaimana raut wajahmu saat memelukku. Merasuki badanku dengan penuh pesona. Menarik nafas panjang sebelum akhirnya tergolek dalam pelukanku. Menebarkan kelembutan yang telah lama kurindu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Ach.. kekasih andai saja tak kau sebutkan sebuah kata dalam mimpimu bersamaku yang hanya sesaat tak mungkin aku akan merasa serindu ini padamu. Bahkan mungkin aku akan mengacuhkanmu, setelah kau angsurkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;beberapa lembar ratusan ribu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Tidak, tidak. Harusnya tak kusinggung hal itu, paling tidak sampai aku sadari aku telah memendam rindu. Ada banyak yang ingin kukatakan. Sampai rasanya berjuta kata yang kuingat tak mampu lagi mengungkapkan. Betapa aku rindu padamu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Mataku masih saja nyalang. Hingga nomor rumah ini kukenali benar. Ya ya inilah rumahmu itu. Seperti tertera pada identity card-mu. Kupastikan cahaya rembulan yang terpantul tak berdusta, karena aku tahu bahkan rembulanpun takkan pernah mendukungku persembahkan rinduku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 102, 0);" class="MsoBodyTextIndent"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Sebuah lorong gazebo panjang. Sunyi, aku tahu tak ada satupun yang memihakku. Tidak juga angin ataupun derik serangga malam. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%; color: rgb(0, 102, 0);" align="center"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;@@&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Aku ingin menuruti kata hatiku untuk mengulurkan tangan dan tergesa – gesa mengetukkannya di pintu rumahmu. Tapi dadaku berdebar kencang, siapakah yang akan menyambut ketukanku ?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Mungkinkah seringai lembut wajahmu yang bernafsu atau nyinyir wanita yang telah menjadi peliharaanmu. Menunjukku tepat di dahiku dan menumpahkan sumpah serapah menyebutku sebagai penganggu suami orang ?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Aku bergidik nyeri. Haruskah kuakui kenyataan itu, seorang perempuan malam telah jatuh cinta pada pelanggannya ? Oh, seandainya saja semua paham tentang bahasa rindu yang tengah aku pendam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Kutuang Vodka hingga tetes terakhir menitik berakhir di ujung mulut gelasku. Menyulut sebatang rokok putih dan mencoba mengusir penatku. Malam yang gagal. Ada banyak tawaran tapi kenapa semuanya tampak hambar ?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Apa lagi yang kau cari ? kamu disini bukan untuk menghabiskan minumanku kan ?” Parau suara Tante Feni mengusik telingaku yang setengah terbuka. Penguasa tunggal komplek ini mulai tak suka dengan tingkahku yang mulai tak wajar, mungkin sebentar lagi aku akan dibentaknya, diusirnya atau dilemparkannya kembali ke jalanan sama seperti ketika pertama kali dia menemukanku. Wanita keji yang membuat seseorang yang pernah ditolongnya mendendam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Aku menggeleng tak berniat menjawabnya. Dia menajamkan pandangannya. “Aneh, tak seperti biasanya kamu berlaku seperti ini. Ingat Yas, tak banyak perempuan di lokalisasi ini yang punya kelebihan seperti kamu. Pelanggan kamu banyak, tapi akhir – akhir ini kamu seringkali mengecewakan mereka. Kamu tolak mereka. Kamu seharusnya sadar, didunia kita ini semuanya adalah bisnis. Atau kamu sudah merasa kaya hingga tak perlu lagi uang mereka heh ?” Nyinyir suara Tante Gendut itu mengusikku juga akhirnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Aku belum kaya Tante tapi kalau hanya untuk membayar minumanmu dan juga sewa tempatmu aku masih mampu. Berapa sih jumlah semuanya ?” tanyaku sambil beranjak pergi. Perempuan tambun itu makin memuakkan. Kalau saja, aku mau sejak dari kemarin – kemarin aku hengkang dari tempat terkutuk ini dan menerima tawaran Diah, teman seprofesiku, melengkapi koleksinya di Aquarium showroom salonnya. Tapi aku masih segan, pertama kali dulu setidaknya Tante bengkak itulah penolongku – dia mencarikan pelanggan pertama untukku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Aku meninggalkan tempat Tante Feni diiringi pandangan sinis lewat matanya yang menyipit. Makin lama dia makin mirip babi gendut saja runtukku mencoba menawarkan perasaanku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Aku mungkin mendendam pada diri dan juga penciptaku – andai saja aku bisa. Seandainya aku bisa menggugat, akan kugugat kenapa Dia ciptakan aku untuk hidup dan terpuruk dalam lembah ini. mungkin semuanya masih bisa kuterima seandainya perasaan dan emosiku tak bisa kulibatkan dalam takdirku. Dan sekarang, karena itulah aku menanggung rindu. Rindu yang teramat sangat dan harus kutuntaskan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Malam merambat cepat – aku berharap semuanya segera usai hingga rasa rinduku terkubur demi melihat matahari. Tapi tidak, malam malah merangkak pelan setelah melewati tengah malam. Andai saja aku bisa, tentunya telah kuterima ajakan beberapa pelangganku untuk menemaninya bercinta. Menghabiskan beberapa waktu dan menunggu matahari menjemput rinduku. Tapi sayang aku tidak bisa, perasaanku berkata lain ; mungkin sebentar lagi dia akan datang, memintaku untuk menemaninya, satu jam, dua jam, tiga atau hingga ujung usia menjemputku. Aku rela dan berjanji tak akan memintanya meninggalkan lembaran ratusan ribu untuk menebus tubuhku. Aku ikhlaskan seluruh rinduku untuknya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Yas, lari ada razia Trantib.” Teriak Tante Feni tergopoh – gopoh melintasiku yang gontai menyusuri rel kereta api. Aku bergeming, mungkinkah selarut ini ? bukankah setahuku tempat ini sudah dibekingi oleh beberapa petinggi yang juga pelanggan kami.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Yas… cepat…” teriak Leni mencoba mendahuluiku disusul oleh beberapa teman yang lain. Dengus nafasnya bahkan terdengar keras hinggap di telinga kananku. Mereka tak lagi peduli pada keadaan dirinya. Mereka berlari seolah – olah dikejar setan, aku tetap berjalan tenang seakan tak terjadi apapun. Petugas – petugas itu tak biasanya bersikap keras dan liar seperti ini. Tapi aku mencoba memaklumi, merekapun butuh uang seperti kami. Kami dan mereka sama – sama hanya bertahan hidup, layaknya Tuhan yang telah menciptakan kucing diantara tikus.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Seseorang menepuk pundakku dan meraih tanganku. Dadaku berdesir tak percaya. Bukankah ini sang kekasih itu ? seseorang yang hampir pasti telah menguasai seluruh jiwaku ? aku berkedip tak percaya. Aku tak mungkin salah, rahangnya yang kokoh, genggaman tangannya yang kuat tapi lembut, bau mulutnya yang sejak pertama kali telah terpatri diotakku. Itulah dia, sang kekasih bagiku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Hai Kamu, ayo ikut.” Dia menarikku. Tentu saja aku mau, bukankah selama ini aku telah mencarinya kemana – mana. Mencoba menyusuri aroma tubuhnya yang terbawa olah angin malam. Mencoba mendengarkan bisikannya melalui desahan rembulan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Dia membawaku kedalam sebuah mobil patroli terbuka, melemparkan tubuhku kedalamnya dan menyerahkannya berdesak – desakan dengan tubuh – tubuh kotor lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Mas, apa kamu tidak mengingatku ? malam itu ….” Aku menatapnya, berusaha membangkitkan memori malam saat rinduku mulai terbentuk.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Dia menatapku sinis, “Kamu jangan coba – coba. Saya tidak kenal kamu ! dasar pelacur.”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dia menghardikku keras hingga cukup untuk memadamkan rasa rinduku yang menggelora, menyurutkannya dan mencoba mengartikan bahasanya yang tak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kunjung kumengerti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;namun akhirnya berhasil juga kuterjemahkan bisikan angin malam itu, “ Pria hidung belang ….”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%; color: rgb(0, 102, 0);" align="center"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;@@&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(0, 102, 0);" align="center"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1 style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Cungkup Asri, 25 Oktober 2006 22.23 &lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 72pt; line-height: 150%; color: rgb(0, 102, 0);" align="right"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Untuk : Teman2 di Bandungan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 72pt; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Pengalaman kalian adalah pengalamanku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"untill all's gone ..."&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4039089421411626799-1276379516422287411?l=menantisurga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menantisurga.blogspot.com/feeds/1276379516422287411/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4039089421411626799&amp;postID=1276379516422287411&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4039089421411626799/posts/default/1276379516422287411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4039089421411626799/posts/default/1276379516422287411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menantisurga.blogspot.com/2007/04/semua-tentang-rindu.html' title='Semua tentang Rindu'/><author><name>rhina BEE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13198746575988049984</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_oIeUsN_qjSs/SOxW_b08oiI/AAAAAAAAAF4/U5bb-htePKk/S220/04102008272.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4039089421411626799.post-4807788790129903267</id><published>2007-04-14T04:27:00.000-07:00</published><updated>2007-04-14T04:30:39.547-07:00</updated><title type='text'>Masa Lajang Mas Bayu</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(255, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Lebaran kali ini masih sama dengan lebaran – lebaran yang lalu. Kami keluarga besar berkumpul menjadi satu. Juga masih disatu tempat yang sama, rumah Kakek di pojok Kota Ambarawa. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(255, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(255, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Keluarga kami boleh dinamakan keluarga setengah besar – kalau tidak mau dikatakan sebagai keluarga kecil. Maklum, sejak dari Kakek hingga kami – generasi ketiganya sudah terbiasa dan akan selalu berprinsip dua anak cukup. Jadi bisa dibayangkan jika keluarga besar Kakek tak sebanyak Keluarga besar yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(255, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(255, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Kakek sendiri berputra dua yaitu Ayah – Ayah bekerja di Sebuah Instansi Pemerintahan di Ungaran serta Om Tio. Anak bungsu Kakek ini jebolan ITB Bandung yang sekarang bekerja di Jakarta. Tentang Kakek sendiri, Kakek adalah mantan pejuang Tahun Empat Puluh Lima dan kini – dia masih sering berbangga dengan perjuangan dan jabatannya sekarang, menjabat sebagai Ketua Ranting Legiun Veteran di Salatiga. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(255, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(255, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Dan kami keempat cucu – cucunya semuanya adalah laki – laki, hanya aku yang perempuan. Sulung Ayah atau kakakku, Mas Bayu sekarang lebih suka tinggal di Jakarta. Sejak kecil dia sangat suka dengan laut hingga akhirnya memilih mengambil jurusan Perkapalan di Undip. Hingga akhirnya kecintaan itulah yang mendamparkannya bekerja pada sebuah perusahaan pelayaran. Tapi tempat bekerja Mas Bayu bukan di Kapalnya melainkan di Kantor sebuah perusahaan pelayaran. Bagiku tak menjadi persoalan, apalagi aku terlalu awam soal laut dan tetek bengeknya. Perkapalan atau pelayaran mungkin sedikit berbeda tapi untuk apalah diperdebatkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(255, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(255, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Yang menjadi masalah lebaran kali ini Mas Bayu datang masih tanpa gandengan alias sendiri. Seperti yang sudah diketahui keluarga besar Kakek, usia Mas Bayu saat ini sudah mencapai kepala empat. Apalagi aku, Nano dan Dewa – keduanya anak Om Tio, juga sudah mempunyai masing – masing dua momongan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(255, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(255, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Pasti Lebaran tahun ini topiknya masih sama.” Bisikku pada Eri, istri Nano yang blasteran Portugis – Manado. Eri mengerutkan dahinya lalu tersenyum berseri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(255, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(255, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Mas Bayu ya Mbak.” Tebaknya yakin. Aku manggut – manggut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(255, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(255, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Lalu kenapa Mas Bayu sampai sekarang belum mau menikah ?” tanyanya kemudian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(255, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(255, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Aku termenung mengingat - ingat. Sejak kecil kami memang selalu bersama. Bahkan Mas Bayu selalu menjagaku dengan mengajak serta kemanapun dia pergi bermain – Ibu seorang guru di Bandungan. Masa Remajanya nyaris tak ada yang dapat ditutupinya dariku. Bahkan dengan gadis manapun dia dekat, dia tak pernah bisa menyembunyikannya. Sebaliknya pula denganku, apapun yang kulakukan dan dengan siapapun aku dekat, Mas Bayu selalu tahu. Semuanya serba terbuka. Mungkin karena kami terbiasa tumbuh bersama dan usia kamipun hanya terpaut dua puluh bulan. Bahkan tak jarang kami sering dikira kembar jika bertemu orang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(255, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(255, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Pernah patah hati ya Mbak atau Jatuh cinta tak kesampaian ?” kembali Eri mencecarku dengan pertanyaan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(255, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(255, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Aku menggeleng pelan. “Mas Bayu tak pernah patah hati juga tak pernah jatuh cinta tak kesampaian. Coba saja lihat, mana ada gadis di Ambarawa ini yang berani menolaknya. Wajah Mas Bayu kan tampan. Jaman dia masih muda mirip Rico Tampati lo. Malah wajah Mas Bayu lah yang paling tampan diantara laki – laki yang kukenal.” Kataku sambil menata meja untuk berbuka puasa terakhir petang nanti.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(255, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(255, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Tiba – tiba Alin istri Dewa muncul dari dapur sambil mencibir kearahku. Matanya yang bundar mengingatkanku pada tumpukan donat yang terpapar di atas meja, bulatnya sama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(255, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(255, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Ah yang benar ? Lalu Mas Sigit kalah tampan dong sama Mas Bayu.” Selorohnya. Aku mendelik, wajahku pasti sudah merah padam. Mas Sigit adalah Ayah dari anak – anakku. Gila apa jika aku melihatnya kalah dari Mas Bayu. Nggak mungkin dilihat dari kacamata manapun. Eri dan Alin tertawa lebar. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(255, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(255, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Maksudku tampan Mas Bayu tapi gantengan Mas Sigit gitu lo.” Tukasku sambil pergi. aku tak mau lebih lama lagi jadi bulan – bulanan mereka. keduanya mengiringi kepergianku dengan tawa yang riuh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(255, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(255, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Dua adik iparku ini memang jago ngerjain orang. Bahkan jauh – jauh hari sebelum mereka datang aku sudah menduga kalau mereka akan berbuat hal itu. Paling tidak sejak lebaran pertama mereka ketika mereka masuk dan menjadi bagian dari keluarga ini – sekitar enam atau tujuh tahun yang lalu, aku sudah langsung tahu kalau sifat mereka selalu ingin tahu dan usil. Jangankan aku, Mas Bayu, suami – suami mereka, Om Tio dan Bulik Endah atau Bapak Ibu bahkan juga Kakekpun sering menjadi bulan – bulanan mereka. Sering terlintas di benakku mungkin karena mereka sama – sama berasal dari luar Jawa sehingga keberanian mereka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;melebihi kami yang asli Jawa. Apalagi Ayahku selalu saja mengatakan, “Bicara dengan orang tua harus dijaga tata krama.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(255, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(255, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Mas Bayu cuma nggak niat saja Kek. Gaji sudah besar, karier mapan, rumah ada. Mobil juga. Rasa – rasanya nggak ada alasan lagi untuk terus membujang.” Seloroh Dewa yang diiyakan oleh anggukan seluruh keluarga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(255, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(255, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Ibu meletakkan sepiring penuh brownies coklat. “Bayu memang seperti itu. Alasannya tahun kemarin karena dia belum siap. Alasan tahun ini apa lagi ?” tanya Ibu membetulkan letak kacamatanya. Melirik ke arah Mas Bayu. Sinis. Sudah sejak lama Ibu ingin dihadiahi cucu perempuan – dariku beliau mendapatkan dua cucu yang dua – duanya laki – laki. Kata Ibu, beliau selalu kepingin tiap kali pergi jalan – jalan dan melihat baju serta assesories anak perempuan. Lucu dan menggemaskan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(255, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(255, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Mas Bayu yang seperti biasa duduk terdiam di sudut ruang beranjak mendekat setelah Kakek berkata, “Yu, Kamu ini cucu sulung Kakek. Kakek nggak mau mati sebelum melihat kamu menikah. Mbok mendekat kesini, biar Kakek nggak harus teriak kalau ngomong sama kamu.” Kakekku ini memang hebat. Dalam usianya yang hampir delapan puluh penampilan beliau bahkan seperti kakak Ayah yang berusia duapuluh limaan dibawahnya. Tentu saja alasannya tidak mendengar terlalu dibuat – buat. Sepengetahuan kami pendengaran Kakek masih sangat bagus.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(255, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(255, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Mas Bayu mendekat dengan ogah – ogahan. Dia lebih senang memilih duduk didekat Bapak. Seperti biasa Bapak pasti akan mendukung semua pendapat dan alasan – alasannya untuk terus melajang. Entah kenapa semua yang dilakukan Mas Bayu pasti mendapatkan dukungannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(255, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(255, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Piye to Yu, kenapa kamu belum juga bawa calon istrimu kesini. Apa kamu tidak takut Kakekmu ini keburu mati.” Tegur Kakek setelah Mas Bayu duduk.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(255, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(255, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Kakek ini. Mati kan urusan Tuhan. Jangankan Kakek yang sudah sepuh, kita semua kan sebenarnya lagi nunggu panggilan.” Tukas Nano tepat ketika Bulik Ndari berada di sampingnya. “Huss..” Bulik Ndari melotot. Nano yang usianya sepantaran denganku buru – buru menutup mulut. Di keluarga kami memang sama, semuanya jadi kekanak – kanakan saat berkumpul dengan keluarga. Selalu takluk pada apa yang dikatakan orang tua.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(255, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 72pt; line-height: 150%; text-align: center; color: rgb(255, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;“Yu, Mbok dijawab dengan jujur to pertanyaan Kakek itu. Lagipula kami disini pengen juga dengerin alasan kamu tetap melajang itu apa ?” tanya Om Tio yang sedari tadi hanya memperhatikan jalannya persidangan kasus melajangnya Mas Bayu tiba – tiba ikut berkomentar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(255, 0, 0); font-famil
